Industri Flavor Indonesia Semakin Berkembang dan Bervariasi

 

Industri flavor dari tahun ke tahun mengalami perkembangan baik dari segi penjualan maupun jumlah variasi produk yang ditawarkan. Diproyeksikan juga akan terjadi peningkatan di tahun 2010 ini seiring dengan tumbuhnya pasar pangan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan hadirnya perusahaan-perusahaan baru di industri ini, baik lokal maupun asing.

Menurut Marketing Manager PT Ogawa Indonesia, Lucky Mulkan Syarief, beberapa faktor pemicu perkembangan industri flavor saat ini, khususnya di Indonesia adalah peningkatan kebutuhan konsumsi pangan, populasi penduduk Indonesia yang semakin tahun semakin bertambah, dan meningkatnya angkatan kerja wanita (women worker), sehingga kebutuhan pangan siap konsumsi (RTE) juga mengalami peningkatan yang pesat. Dari segi jenis flavor sendiri, Lucky menyebutkan top 5 flavor yang paling disukai konsumen Indonesia. di antaranya adalah orange, grape, stroberi, vanilla, dan chocolate. Sedangkan jenis produk yang saat ini memiliki demand tertinggi terhadap flavor adalah minuman.

Saat ini industri flavor telah melakukan banyak inovasi melalui beragam riset dan teknologi dengan tujuan dasar :

  • Meningkatkan nilai (value) suatu produk pangan dengan memberikan efek citarasa yang enak dan lezat.
  • Sebagai masking agent (rasa yang kurang disukai yang sudah ada di produk makanan atau minuman seperti bitter, fishy, salty, fatty, dan lain-lain), dan mempertahankan kualitas produk pangan selama proses distribusi dan penyimpanan.

Seiring dengan semakin besarnya perhatian konsumen terhadap isu-isu kesehatan di masa yang akan datang, maka ke depannya industri flavor harus dapat menyelaraskan inovasi-inovasinya untuk dapat mendukung isu-isu yang berkaitan dengan masalah kesehatan (misal peran flavor dalam makanan low fat, low sugar, low salt, dan sebagainya).

Potensi flavor
eksotis Indonesia

Menurut Lucky, pada prinsipnya semua orang akan menyukai produk-produk dengan cita rasa lokal, begitu juga dengan konsumen di Indonesia, dengan beragam produk pangan khas di tiap-tiap daerah dengan cita rasa yang unik dan berbeda. Oleh karena itu pengembangan produk dengan cita rasa lokal akan terus mengalami peningkatan.

Indonesia kaya sekali dengan bahan baku pangan dengan cita rasa yang unik dan berbeda. Dengan kekayaan ini, merupakan kesempatan bagi industri flavor untuk terus berupaya melakukan riset di bidang ini. Sampai saat ini jenis flavor eksotis yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah flavor-flavor berbasis spices, herbal dan buah-buahan.
Konsumen akan cenderung bersifat konservatif terhadap citarasa baru. Oleh karena itu, tantangannya adalah mengembangkan produk dengan cita rasa lokal, dapat diterima oleh konsumen. Kondisi ini akan terus meningkat di beberapa tahun mendatang. Fri-09



(FOODREVIEW INDONESIA Edisi April 2010)

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...