Indonesia Menjadi Contoh Keberhasilan Fortifikasi Tepung Terigu


Dalam rangka penggalakkan adanya kebijakan global mengenai fortifikasi tepung terigu secara universal, sejak 2003 dibentuk suatu Non Government Organization (NGO) Internasional yang bernama Flour Fortification Initiative (FFI). FFI beranggotakan para industriawan tepung terigu dari berbagai negara, akademisi dari berbagai universitas, dan didukung oleh beberapa lembaga PBB seperti UNICEF, WHO, dan Bank Dunia.

Beberapa waktu lalu FFI mengadakan workshop untuk wilayah ASEAN di Kuala Lumpur dan dilanjutkan dengan ASEAN Food Congress di Subang, Malaysia. Indonesia diwakili oleh Prof. (Em.) Soekirman (Chairman Koalisi Fortifikasi Indonesia, KFI) dan Budianto Wijaya (Vice President, International Trade and Industrial Sales, PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills). Indonesia menjadi contoh keberhasilan fortifikasi tepung terigu yang merupakan hasil kerja sama yang baik antara lembaga publik dan swasta, walaupun konsumsi per kapita tepung terigu di Indonesia tergolong rendah.

Faktor utama kesuksesan fortifikasi tepung terigu di Indonesia antara lain terciptanya lingkungan politik yang mendukung melalui penempatan kebijakan gizi nasional pada rencana pembangunan lima tahun (REPELITA III, 1989) dan memasukkan fortifikasi pangan sebagai prioritas; tingginya kepedulian berbagai lembaga pemerintah terhadap kesehatan dan biaya penanggulangan defisiensi zat gizi mikro, dan keefektifan biaya fortifikasi sebagai salah satu komponen strategi untuk mencegah defisiensi tersebut; adanya pengakuan terhadap kesesuaian tepung terigu sebagai kendaraan fortifikasi; adanya penciptaan hukum dan peraturan pendukung; adanya pemahaman dari industri pangan terhadap kesulitan yang dihadapi dan keinginan untuk mengimplementasikan peraturan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah; serta adanya bantuan dari partner privat dan publik selama tahap permulaan implementasi, khususnya UNICEF Jakarta. Sedangkan permasalahan yang masih dihadapi antara lain adanya impor ilegal tepung terigu tidak difortifikasi, lemahnya enforcement fortifikasi wajib, dan kurangnya studi keefektifan untuk advokasi terhadap partner, termasuk konsumen, untuk mempertahankan pertumbuhan. Fri-09



(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Oktober 2011)

Artikel Lainnya

  • Okt 22, 2018

    Ingridien Rendah Kalori Alternatif untuk Gula

    Masalah kesehatan global seperti obesitas, hiperlipidemia, hipertensi, dan diabetes menunjukkan peningkatan yang cepat di mana salah satu pemicu utamanya adalah tingginya asupan akan pangan dengan kandungan gula dan lemak. Oleh karena itu, rare sugar rendah kalori menjadi perhatian menarik bagi para peneliti untuk dikembangkan dalam produk pangan. ...

  • Okt 21, 2018

    Alpukat sebagai Ingridien Alternatif Pengganti Lemak

    Sumber lemak nabati dianjurkan agar terhindar dari penyakit jantung, hipertensi, dan strok. Sumber lemak baik yaitu kacang-kacangan. Kacang juga memiliki keunggulan dari segi harga yang murah, memiliki kandungan lemak yang umumnya baik untuk kesehatan, dan mengandung berbagai mineral yang cukup banyak. Buah alpukat pun dapat menjadi alternatif sumber lemak baik. Buah alpukat mengandung beberapa zat gizi antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan air. Dalam 100 gram buah alpukat mengandung kalori sebanyak 85,0 kalori, protein 0,9 gram, lemak 6,5 gram, karbohidrat 7,7 miligram. ...

  • Okt 20, 2018

    Ingridien Alternatif Pengganti Garam

    Rempah-rempah, kecap asin, margarin, maupun ikan asin berpotensi untuk menjadi bahan pengganti penggunaan garam dapur agar terhindar dari penyakit degeneratif dan sebagai penambah rasa agar tidak hambar. Rempah-rempah digunakan sebagai bumbu penyedap rasa makanan, penguat cita rasa, pengharum dan beberapa di antaranya adalah pewarna makanan alami. Kekayaan dan kekhasan kuliner Indonesia pada prinsipnya tidak dapat dilepaskan dari keragaman rempah-rempah yang tumbuh di berbagai tipe habitat dan ekosistem di Indonesia. Rempah-rempah penambah cita rasa yaitu serai, pandan, cengkih, kayu manis. ...

  • Okt 19, 2018

    Ingridien Alternatif untuk GGL

    Rata-rata konsumsi lemak penduduk meningkat dari tahun 2002 ke 2009. Rata-rata konsumsi lemak 58,1 g/kap/hr pada tahun 2002; 61,5 g/kap/hr tahun 2007 dan 64,7 g/kap/hr tahun 2009. Rata-rata proporsi energi dari lemak adalah 29,1 persen yang melebihi anjuran Depkes (2004) dalam Pedoman Gizi Seimbang (PUGS) yaitu tidak lebih dari 25 persen energi. ...

  • Okt 18, 2018

    Karamel sebagai Ingridien Kopi dan Kakao

    Karamel didefinisikan sebagai cairan atau padatan berwarna cokelat muda hingga tua yang diperoleh dari proses pemanasan gula. Karamel utamanya digunakan sebagai pembentuk cita rasa dan warna pada aneka jenis produk pangan olahan misalnya minuman, bakeri, roti, dan kukis. ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland