Tips Menerbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Internasional



Penerbitan karya ilmiah dalam jurnal sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi pangan. Selain itu, dengan publikasi tersebut, peneliti juga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penyebaran hasil risetnya, mendapatkan pengakuan keprofesiannya, dan juga sebagai pengabdian dalam profesinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Scientific Editor Journal of Food Science, Dr. Daryl Lund, di Kampus IPB Bogor beberapa waktu lalu. "Terdapat beberapa kriteria agar sebuah karya dapat diterbitkan di jurnal internasional," ujar Profesor Emiritus University of Wascinson Madison USA tersebut. Kriteria tersebut mencakup keaslian, kualitas ilmiah, kejelasan dalam penyajian, serta tingkat manfaatnya bagi pembaca dan ilmu pengetahuan.

Dr. Lund juga menjelaskan beberapa alasan ditolaknya artikel dalam penerbitan jurnal internasional. Antara lain tidak menarik bagi pembaca; kurang memberikan informasi baru; hasil yang trivial, predictable, atau duplikat dengan lainnya; tidak terlalu menarik secara internasional; penarikan kesimpulan yang kurang tepat; dan diduga melakukan fabrication atau plagiatisme. "Namun demikian, kita tidak boleh putus asa, karena hampir setiap ilmuwan mengalami penolakan," tutur Dr. Lund. Menurutnya, yang terpenting adalah mengevaluasi mengapa terjadi penolakan tersebut, sehingga dapat memperbaiki kualitas karya ilmiah yang dihasilkan.
Hendry Noer F

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi April 2012)

Artikel Lainnya

  • Jul 17, 2018

    Macam-macam Mesin Sangrai Nib Kakao

    Mesin sangrai untuk nib kakao ada dua macam, yaitu mesin sangrai batch dan mesin sangrai kontinu. Mesin sangrai batch pada dasarnya sama dengan mesin sangrai untuk biji kakao. Pada mesin ini biasanya ditambahkan mesin alkaliser pada bagian atas. Dalam mesin alkaliser tersebut ditambahkan larutan alkali atau larutan lainnya sebelum disangrai. Mesin sangrai ini banyak dipakai di berbagai pabrik cokelat dan kakao. Mesin ini sangat fleksibel pemakaiannya di mana dapat dipakai untuk  sangrai biji kakao maupun nib kakao. Karena berbentuk tabung besar dan dibuat licin, maka tidak perlu pembersihan dari hasil sangrai bermacam nib ataupun biji kakao. Proses sangrai akan bertambah waktunya dengan proses alkalisasi. Adapun pada alkalisasi dengan jumlah air yang banyak, maka diperlukan waktu sangrai yang lama. Untuk mempercepat sangrai, dalam hal ini dipakai mesin pengering diletakkan di atas mesin sangrai sehingga kadar air dapat dikurangi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin sangrai. Hal ini dipakai pada waktu pembuatan kakao berwarna merah. ...

  • Jul 17, 2018

    Speciality & Fine Food Asia Tawarkan Inovasi Food Services, Artisan dan Gourmet.

    Speciality & Fine Food Asia akan diselenggarakan pada 18-20 Juli di Singapura dengan menampilkan 161 exhibitor dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 3000 pelaku usaha dari Asia Tenggara dan lainnya. Pameran ini akan fokus menampilkan perkembangan dan inovasi artisan,gourmet, makanan dan minuman untuk industri. Fresh Montgomery telah berhasil menyelenggarakan Speciality & Fine Food Fair edisi Inggris selama 17 tahun. Bersama Montgomey Asia, Fresh Montgomery mendesain Speciality & Fine Food Fair yang berfokus pada membangun hubungan antara suplier dan trade buyer dan menawarkan ide-ide yang inovatif.   ...

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...