World Standard Day, Ingatkan pentingnya Standar




World Standard Day atau Hari Standar Dunia pada tanggal 14 Oktober diperingati oleh seluruh anggota ISO termasuk Indonesia. Hari Standar Dunia dirayakan oleh berbagai Negara untuk mengampanyekan pentingnya standar bagi kehidupan. Peringatan Hari Standar Dunia ini pun selalu dikatikan dengan Bulan Mutu Indonesia pada Bulan November.


Perkembangan yang terjadi di tingkat global, regional maupun nasional telah membuktikan standardisasi memegang peranan penting di berbagai aspek kehidupan. Dalam, kaitannya dengan ekonomi dan perdagangan, standardisasi menjadi salah satu faktor yang berperan di dalam meningkatkan keunggulan kompetitif mutu barang maupun jasa. Menurut Bambang Prasetya, Ketua Badan Standardisasi Nasional, pentingnya standar dan mutu dari suatu barang dan jasa perlu disuarakan mengingat makin derasnya arus perdagangan barang dan jasa. Belum lagi produk impor yang makin marak merajai pasar Indonesia yang terkadang menimbulkan masalah tersendiri di negeri ini. “Pentingnya standar dan mutu harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Barang atau jasa berstandar itu sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan,” jelas Bambang.


Tahun ini, BSN mengadakan Indonesia Quality Expo (IQE) untuk memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional. Rangkaian kegiatan IQE ini dimulai sejak tanggal 3 Oktober dengan Focus Discussion Group yang membahas Rencana Strategi Standardisasi 2015-2025 sampai dengan Rakornas nanti tanggal 12 November 2013. Acara puncak IQE dilaksanakan kemarin (17/10/2013) hingga 19 Oktober 2013 di Balai Sidang Jakarta, dengan acara utama yakni seminar nasional standardisasi yang mengambil tema “Standar Meningkatkan Keunggulan Kompetitif dan Kualitas Kehidupan Bangsa”. Tema tersebut diangkat dalam rangka menyongsong ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Lebih dari 600 orang dari berbagai stakeholder turut serta dalam seminar ini, dan diharapkan acara ini dapt membangu daya saing nasional ditengah hiruk pikuknya pasar global termasuk pasar AEC 2015. Ita

Artikel Lainnya

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...

  • Ags 13, 2018

    Meningkatkan Cita Rasa Produk Minuman dengan Kombinasi Protein

    Protein menjadi salah satu zat gizi yang sering ditambahkan dalam beberapa produk pangan. Penambahan tersebut tidak lain untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk pangan yang dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Dalam persepsi konsumen, protein memberikan manfat untuk beberapa hal seperti untuk pertumbuhan otot, meningkatkan energi, pertumbuhan anak, dan dapat mencegah sarcopenia. Dari persepsi tersebut, protein menjadi salah satu ingridien yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan pada produk pangan.  ...