Pemerintah Upayakan Penguatan Pasar Domestik

Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar yang cukup menarik, termasuk bagi produk impor. Oleh sebab itu, produk dalam negeri harus mampu bersaing, diantaranya dengan penerapan standar.

 

Di tengah krisis yang melanda Amerika Serikat dan Eropa, Indonesia menjadi negara yang menarik minat investor asing. Selain jumlah penduduknya yang cukup besar, -mencapai 240 juta jiwa, Indonesia juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang sangat menggembirakan. “Disaat pertumbuhan ekonomi dunia melambat dan turun, Indonesia bahkan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5%,” kata Managing Director dan Ekonom Senior Standard Chartered, Fauzi Ichsan beberapa waktu lalu di Jakarta. Lebih lanjut Fauzi menjelaskan bahwa hal tersebut masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. “Tidak lain karena Indonesia memiliki tiga pilar, yakni pasar domestik yang besar, kepemilikan komoditas yang tinggi, dan potensi pembangunan infrastruktur”. Dengan kondisi yang mengagumkan itu, kini Indonesia menjadi pasar yang cukup menggiurkan investor dunia.
 
Senada dengan Fauzi,menurut Wakil Menteri Perdagangan RI -Dr. Bayu Krisnamurthi, Indonesia diuntungkan karena memiliki surplus demografi. “Artinya, usia produktif lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif,” tutur Bayu. Lebih lanjut Bayu mengungkapkan, bahwa usia produktif Indonesia berani bereksplorasi di pasar, sehingga menjadikan pasar Indonesia sangat menarik dan prospektif. Karakter tersebut dapat menjadi pendorong bagi para pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya secara bertanggung jawab. Dari data yang ada, pendapatan Pemerintah dari sektor perdagangan mencapai Rp. 8000 T, dimana Rp. 5500 T berasal dari rumah tangga. “Dan di dalamnya, Rp. 3500 T berasal dari barang konsumsi dengan tingkat pertumbuhan 7 hingga 8%,” ungkap Bayu. 
 
Menurut Bayu, kini Pemerintah tengah melakukan upaya penguatan pasar domestik. Beberapa hal yang dilakukan antara lain
•  Penguatan pasar domestik agar tahan guncangan eksternal 
•  Penguatan pasar domestik agar dapat dimanfaatkan sebesar mungkin oleh produk dalam negeri. Saat ini total impor untuk barang konsumsi hanya sebesar 4,6%. Namun lonjakannya cukup tinggi, yakni mencapai 56%.
•  Perlindungan konsumen. Yakni dilakukan dengan tiga cara, promosi, pencegahan (prevention), dan proteksi.
 
Bayu juga menjelaskan bahwa tidak mungkin untuk menutup impor. Oleh sebab itu, produsen juga harus meningkatkan daya saing produknya, termasuk dengan memberikan jaminan keamanan dan mutu bagi konsumen melalui menjalankan peraturan yang berlaku serta menerapkan SNI. Kementerian Perdagangan RI akan membantu mempromosikan produk-produk domestik yang telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menerapkan SNI.
 
Hanya saja, penerapan SNI di Indonesia masih tergolong rendah. Saat ini realisasi kewajiban SNI baru sekitar 1%. Berdasarkan data dari BSN, hingga awal September 2011 total berlaku sejumlah 7086 SNI, terdiri dari 6083 SNI baru, 990 SNI revisi, dan 13 SNI amandemen. Sedangkan 1633 SNI telah ditarik.
 
Menurut Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi, SNI sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri bangsa. Dan untuk menjaga kesesuaiannya, BSN selalu terbuka terhadap stakeholder produk terkait, termasuk industri pangan. “Oleh sebab itulah, ada SNI yang baru, direvisi, diamandemen, bahkan ditarik,” kata Bambang.
 
 
Oleh : Fri-09
 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2012)

Artikel Lainnya

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...