Sosialisasi Peraturan Kepala BPOM


Setelah sukses mengadakan acara pisah sambut Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan training/uji coba e-registration, GAPMMI berupaya terus meningkatkan sinergi dengan BPOM dengan melakukan audiensi dengan Kepala BPOM yang baru. Di samping untuk lebih menjalin hubungan baik, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi industri terkait segala hal yang berhubungan dengan BPOM guna mendapatkan perhatian dari Kepala Badan yang baru dilantik. Tidak berhenti disitu saja, pada awal Maret, BPOM bekerjasama dengan GAPMMI menyelenggrakan Sosialisasi beberapa Peraturan Kepala BPOM yang terkait dengan pangan olahan. Adapun peraturan tersebut adalah :

 • Peraturan Kepala Badan POM No.HK.03.1.23.11.11.09605 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala BPOM No.HK.00.06.51.0475 Tahun 2005 tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan. Peraturan ini merupakan amandemen dari peraturan sebelumnya. Adapun materi yang direvisi mengenai Format Informasi Nilai Gizi dan Informasi Nilai Gizi untuk Formula Bayi. Sedangkan materi yang ditambahkan mengenai Batas Toleransi Hasil Analisis Zat Gizi.

• Peraturan Kepala Badan POM No.HK.03.1.23.11.11.09909 Tahun 2011 tentang Pengawasan Klaim Dalam Label Dan Iklan Pangan Olahan
Peraturan ini merupakan Revisi dari Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK. HK.00.05.52.0685 Tahun 2005 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. Jenis klaim yang diizinkan untuk digunakan pada label dan iklan pangan terdiri dari: klaim kandungan gizi; klaim perbandingan zat gizi; klaim fungsi zat gizi; Klaim fungsi lain; klaim penurunan risiko penyakit; dan klaim indeks glikemik. Produk pangan yang mencantumkan klaim, per saji harus memenuhi persyaratan tidak lebih dari 13 g lemak total, 4 g lemak jenuh, 60 mg kolesterol atau 480 mg natrium. Klaim kandungan zat gizi dan klaim perbandingan zat gizi yang diizinkan adalah yang terkait dengan energi, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, serta turunannya yang telah ditetapkan dalam Acuan Label Gizi (ALG). Pangan yang secara alami rendah atau bebas dari zat gizi atau komponen pangan tertentu tidak boleh memuat klaim yang terkait dengan zat gizi atau komponen pangan tersebut.
 
• Peraturan Kepala Badan POM No.HK.03.1.23.11.11.09657 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Penambahan Zat Gizi Dan Zat Non Gizi Dalam Pangan Olahan. Peraturan ini merupakan revisi dari Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.1.52.3572 Tahun 2008 tentang Penambahan Zat Gizi dan Non Gizi Dalam Produk Pangan. Zat Gizi dan Zat Non Gizi yang diatur terdiri atas: Asam Dokosaheksaenoat (Docosahexaenoic Acid/DHA); Asam Arakidonat (Arachidonic Acid/ARA); Lutein; Sphingomyelin; dan Gangliosida. Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah : 1). Sumber Bahan baku DHA dan ARA dari Minyak Ikan ( berupa: Sediaan Minyak DHA dan Sediaan Serbuk DHA) dan Minyak sel tunggal (berupa: Sediaan Minyak DHA dan Sediaan Minyak ARA). Informasi tentang kandungan DHA dan ARA hanya dapat dicantumkan dalam label pada bagian Informasi Nilai Gizi. 2). Harus memenuhi spesifikasi bahan baku yang ditetapkan, misal: karakteristik umum; kandungan; karakteristik kimia; dan cemaran. 3). Harus dibuktikan dengan sertifikat hasil analisis yang diterbitkan oleh laboratorium pengujian yang terakreditasi. Peraturan ini juga mengatur larangan penambahkan Lutein, Sphingomyelin, dan Gangliosida pada Formula Bayi dan Formula Lanjutan; dan/atau pencantumkan dan pengiklankan klaim gizi dan klaim kesehatan tentang DHA dan ARA pada Formula Bayi dan Formula Lanjutan;
• Pangan Produk Rekayasa Genetik
Pangan Produk Rekayasa Genetik yang telah mendapatkan izin edar berjumlah 11 komoditas, yang terdiri dari kedelai (2), jagung (7), tebu (1) dan bahan tambahan pangan (1). Peraturan terkait pelabelan pangan PRG sedang dalam tahap pengesahan (>5%, berdasarkan persentase kandungan Asam Deoksiribonukleat (Deoxyribo Nucleic Acid/DNA) PRG terhadap kandungan Asam Deoksiribonukleat non PRG untuk masing-masing pangan PRG, wajib dilabel). Revisi Pedoman Pengkajian Keamanan Pangan PRG sedang dalam tahap pengesahan.
Informasi lebih lanjut
silakan menghubungi :
Gabungan Pengusaha
Makanan dan Minuman
Seluruh Indonesia (GAPMMI)
Kantor Pusat : Departemen Pertanian, Gedung F Lt. 2
No. 224 – A, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan,
Jakarta Selatan 12550 -
Telp. (+62 21) 70322626-27,
Fax. (+62 21) 7804347,
email. gapmmi@cbn.net.id

(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 4/APRIL 2012)

Artikel Lainnya

  • Jan 16, 2019

    Kolaborasi dalam Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan

    Sistem rantai nilai pangan berkelanjutan tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara petani kecil, pelaku industri, pemerintah, dan institusi riset. ìSemua tantangan ini bisa kita jawab secara bersama-sama, untuk itu kita semua perlu untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi, ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri. ...

  • Jan 15, 2019

    Potensi Kearifan Lokal Indonesia

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menegaskan bahwa Indonesia perlu fokus dalam membenahi agrobisnis utamanya dalam mendukung produksi bahan baku industri dari dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sekaligus kearifan lokal. Kekayaan budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga kini menjadi sebuah optimisme dalam mengembangkan berbagai produk pangan berdaya saing global.  ...

  • Jan 14, 2019

    Menggali Keunggulan Kompetitif dan Komparatif Industri Pangan

    Industri pangan memiliki nilai ekspor terbesar dalam kelompok hasil industri. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilainya mencapai 26.27 juta USD pada 2016. Tantangan nyata bagi agroindustri Indonesia adalah bagaimana meningkatkan keseimbangan perdagangan agroindustri, yakni membuat nilai ekspor lebih besar dari nilai impor ...

  • Jan 13, 2019

    Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

    Tantangan di era 4.0 terus menjadi topik bahasan yang menarik. Kali ini dunia agrobisnis menjawabnya dengan beberapa sistem yang dapat diterapkan pada industri pangan seperti sistem rantai nilai pangan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dari pihak praktisi industri, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Stefanus Indrayana memaparkan bahwa konsep sistem rantai nilai pangan berkelanjutam berbasis kearifan lokal sebagai langkah terbaik yang dapat dilakukan industri pangan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.   ...

  • Jan 12, 2019

    Pangsa Ekspor bagi Eropa

    Angka pasar global halal yang jauh lebih besar dibanding region lain ñbahkan dibanding sebuah negara besar seperti India dan Cinaómembuat banyak perusahaan produk pangan Eropa yang membidik pasar ekspor. Secara data, komoditas halal pun banyak didatangkan dari Eropa. Khusus daging halal, pada 2017 negara Prancis, Belanda, Spanyol, dan Turki termasuk negara 10 besar eksportir terbesar yang tujuannya mayoritas ke negara Muslim seperti Arab Saudi, Indonesia, dan Mesir.  ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland