Perkembangan Non Tariff Measures Uni Eropa dan Indonesia


 

Semua ketentuan/peraturan yang ada diperlakukan sama terhadap perusahaan/produsen di Uni Eropa dan eksportir ke Uni Eropa. Non Tariff Measures di Uni Eropa dapat berupa licencing (perijinan) dan kuota, persyaratan teknis (CE Mark), standar organisasi Eropa, REACH, SPS (Undang-Undang Pangan), standar phytosanitary (residu pestisida dan kesehatan tumbuhan), dan ketentuan khusus untuk GMO. Terhadap produk tertentu seperti kendaraan bermotor, kimia, bahan makanan, kosmetika, kristal, kayu, tekstil dan alas kaki diberlakukan Peraturan Uni Eropa yang spesifikasi teknis diterapkan sangat detil berikut persyaratan pengujiannya.
 
Non Tariff Measures di Uni Eropa meliputi : (a) Ketentuan/directives yang menetapkan persyaratan penting untuk keselamatan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, (b) Prosedur conformity assessment proporsional sesuai dengan tingkat risiko (risiko rendah hanya memerlukan pernyataan dari perusahaan sedangkan risiko tinggi memerlukan inspeksi dari pihak ketiga, sertifikasi dan pengujian, (c) Ketentuan untuk mencantumkan CE Marking yang memperbolehkan peredaran barang (diproduksi atau di impor ke Uni Eropa). Uni Eropa membatasi intervensi pemerintah hanya terhadap hal-hal yang penting. Sistem keamanan pangan Uni Eropa pada awalnya memiliki standar aturan yang berbeda. Pendekatan terintegrasi Uni Eropa untuk keamanan pangan dan kesehatan hewan/tumbuhan berdasarkan penilaian risiko yang berkelanjutan, mencakup seluruh rantai makanan. Tanggung jawab untuk keamanan pangan ditujukan pada industri, produsen dan pemasok serta transportasi yang dapat ditelusuri keseluruhan rantai pangan. Uni Eropa telah menerapkan sistem harmonisasi untuk produk impor makanan asal hewan dan hewan hidup, tumbuhan dan produk tumbuhan dari Negara di luar Uni Eropa dan ketentuan yang ada sesuai dengan WTO rules.
 
Non Tariff Measures di Indonesia antara lain proses penyusunan peraturan yang tidak transparan, persiapan Implementasi (pedoman dan kapasitas laboratorium), hambatan perdagangan (ex. SNI), custom valuation, pengendalian impor, standar yang tidak sesuai dengan standar internasional, perijinan yang beragam dan prosedur registrasi yang panjang. Bantuan Uni Eropa kepada Indonesia antara lain perdagangan dan investasi merupakan prioritas Indonesia dan Uni Eropa.
 
Proyek yang dikerjakan antara lain: EU-Indonesia trade support programme II kontribusi untuk PNPM, fasilitas kerjasama perdagangan Indonesia dan Uni Eropa yang membantu komunitas sipil Indonesia. Perdagangan global setelah adanya WTO mengakibatkan adanya harmonisasi tariff bea masuk, hambatan non tariff dan pesyaratan pembeli.
 
Hambatan non tariff – hambatan teknis meliputi: (a) standard sanitary dan phytosanitary - residu pestisida, kebersihan pangan dan standar sanitasi, (b) spesifikasi teknis – standar proses, standar produk dan standar teknis, dan (c) persyaratan informasi – standar label, pengendalian terhadap klaim sukarela. Referensi standar pangan antar lain Codex Alimentarius Commision (CAC), standar pangan dari negara pengimpor, dan standar dari importir/pembeli. FRI-27  


(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2011)

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...