Optimisme Industri Pangan Indonesia


 

Industri pangan Indonesia menutup tahun 2010 dengan catatan yang sangat manis. Menurut Adhi, pertumbuhan industri pangan tahun lalu cukup bagus. “Namun bukan berarti tanpa kendala, jika hingga Juni kondisinya masih aman,pada Juli-agustus industri pangan dihadapkan pada berbagai ancaman,” kata Adhi menggambarkan situasi pada 2010. Ancaman tersebut terutama adalah kekurangan bahan baku akibat climate change. Bahan baku yang dimaksud mulai dari yang kecil seperti gula dan garam hingga yang besar seperti minyak goreng dan gandum. “Untuk gandum misalnya,kenaikan harganya cukup besar,hampir mencapai dua kali lipat,”tambah Adhi. Oleh sebab itu,kemudian banyak industri yang mengatasinya dengan menaikkan harga, atau dengan mencari alternatif lain, seperti mengurangi ukuran dan mencari bahan baku pengganti. Kondisi yang dialami pada industri pangan mulai Juli-Agustus tahun lalu tidak berbeda jauh dengan yang pernah dihadapi industri pangan pada tahun 2008. Dan kemungkinan besar masih akan dihadapi pada 2011 ini. Artinya, kesulitan pasokan bahan baku akan tetap terjadi.
 
Tantangan industri pangan 2011
 
Selain climate change,Adhi menyebutkan bahwa setidaknya ada 6 tantangan utama lainnya yang akan dihadapi industri pangan ke depannya. Pemanfaatan sumber daya alam yang belum optimal. Saat ini sebenarnya telah banyak variasi dan pengembangan bahan baku lokal, namun belum mencapai skala ekonomis. Selain itu, penanganan pasca panennya juga belum optimal.
 
Keamanan pangan
 
 Selain masalah klasik yang sering didengar berkaitan dengan keamanan pangan (seperti penggunaan formalin, boraks, dan sebagainya; serta kondisi sanitasi dan hygiene yang masih rendah), isu ini juga bisa menjadi trade barrier dalam perdagangan internasional.
 
Biaya tinggi dan saya saing
 
 Saat ini, produk pangan Indonesia menurut Adhi masih kesulitan bersaing “head to head” dengan produk Cina, dikarenakan industri pangan Indonesia masih memiliki efisiensi yang rendah. Permasalahan lainnya adalah suku bunga perbankan masih tinggi, biaya ekonomi besar, dan peredaran produk pangan ilegal.
 
Infrastruktur
 
Indeks kinerja logistik Indonesia masih rendah, ditambah lagi biaya distribusi yang mahal. Selain itu, pasokan energi juga kurang terjamin.
 
Kebijakan (deinstruslisasi)
 
 Berkaitan dengan tata ruang nasional dan daerah, pembiayaan, kebijakan energi, harmonisasi tarif, dan tataniaga.
 
Dampak ACFTA
 
ASEAN - China Free Trade Area (ACFTA) telah dijalankan oleh Indonesia. Namun, Indonesia belum bisa memanfaatkannya secara optimal. “Saat ini ACFTA hanya baru bisa terasa manfaatnya bagi ekspor bahan baku dan barang semi jadi ke Cina. Belum dirasakan untuk produk jadi,” kata Adhi yang juga Direktur PT Niramas Utama. Permasalahannya adalah belum adanya harmonisasi dan persamaan persepsi mengenai standar, sertifikasi, sampling, dan laboratorium penguji. Sehingga hal tersebut menjadi technical barrier bagi produk-produk jadi Indonesia. Untuk itu diperlukan segera perundingan untuk mencapai MRA.
 
Tetap Cerah
 
Banyaknya tantangan dan kendala yang akan dihadapi industri pangan, ternyata tidak membuat Adhi pesimis, “Industri pangan semakin pandai dan mampu mengantisipasi kesulitan yang akan dihadapinya. Pengalaman membuat kita semakin tangguh. Bahkan saya optimis, pada 2011 ini industri pangan Indonesia akan tetap tumbuh double digit,” lanjut Adhi. Namun demikian, industri pangan Indonesia harus tetap waspada menghadapi situasi 2011. Adhi menyarankan agar industri memperkuat research and development untuk memberi nilai tambah pada produk. Industri juga harus meningkatkan variasi, mutu, dan keamanan produk pangan yang dihasilkannya.
 
Berkenaan dengan keamanan pangan, Adhi mengingatkan agar produsen mampu mengelolahnya dengan serius dan bijaksana. Mengingat saat ini konsumen sangat mudah terpancing dengan isu-isu tersebut. Hendry Noer F
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2011)

 

Artikel Lainnya

  • Jul 17, 2018

    Macam-macam Mesin Sangrai Nib Kakao

    Mesin sangrai untuk nib kakao ada dua macam, yaitu mesin sangrai batch dan mesin sangrai kontinu. Mesin sangrai batch pada dasarnya sama dengan mesin sangrai untuk biji kakao. Pada mesin ini biasanya ditambahkan mesin alkaliser pada bagian atas. Dalam mesin alkaliser tersebut ditambahkan larutan alkali atau larutan lainnya sebelum disangrai. Mesin sangrai ini banyak dipakai di berbagai pabrik cokelat dan kakao. Mesin ini sangat fleksibel pemakaiannya di mana dapat dipakai untuk  sangrai biji kakao maupun nib kakao. Karena berbentuk tabung besar dan dibuat licin, maka tidak perlu pembersihan dari hasil sangrai bermacam nib ataupun biji kakao. Proses sangrai akan bertambah waktunya dengan proses alkalisasi. Adapun pada alkalisasi dengan jumlah air yang banyak, maka diperlukan waktu sangrai yang lama. Untuk mempercepat sangrai, dalam hal ini dipakai mesin pengering diletakkan di atas mesin sangrai sehingga kadar air dapat dikurangi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin sangrai. Hal ini dipakai pada waktu pembuatan kakao berwarna merah. ...

  • Jul 17, 2018

    Speciality & Fine Food Asia Tawarkan Inovasi Food Services, Artisan dan Gourmet.

    Speciality & Fine Food Asia akan diselenggarakan pada 18-20 Juli di Singapura dengan menampilkan 161 exhibitor dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 3000 pelaku usaha dari Asia Tenggara dan lainnya. Pameran ini akan fokus menampilkan perkembangan dan inovasi artisan,gourmet, makanan dan minuman untuk industri. Fresh Montgomery telah berhasil menyelenggarakan Speciality & Fine Food Fair edisi Inggris selama 17 tahun. Bersama Montgomey Asia, Fresh Montgomery mendesain Speciality & Fine Food Fair yang berfokus pada membangun hubungan antara suplier dan trade buyer dan menawarkan ide-ide yang inovatif.   ...

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...