Komersialisasi Inovasi


 

Ahli pengemasan dari International Union of Food Science & Technology (IUFoST), Prof. Gordon L. Robertson, mengungkapkan bahwa banyak penemuan yang telah dilakukan di bidang kemasan, namun hanya beberapa yang bisa dikomersialisasikan. “Inovasi bukan hanya sekedar penemuan, tetapi juga harus memasuki tahap komersialisasi,” ujar Gordon bebarapa waktu lalu.
 
Menurut catatan Gordon, ada beberapa inovasi dalam bidang kemasan yang saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh industri, di antaranya adalah sebagai berikut:
 
Nanotechnology
 
Nanotechnology banyak menarik minat perhatian industri pangan dunia. “Teknologi ini sebenarnya merupakan penemuan bangsa Yunani,” kata Gordon. Ukuran partikelnya yang sangat kecil (10-9 m) membuat teknologi ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kemasan.Contoh aplikasi nanotechnology adalah nanocomposite. Berbeda dengan microcomposite  yang layered silicate dan polimer berada dalam fase terpisah, dalam nanocomposite polimer dan layered silicate dapat disusun berselang seling atau menyebar. Gordon menyatakan bahwa penggunaan nanocomposite
tersebut dapat menurunkan oxygen transmission rate (OTR). Di Eropa, sudah ada yang menggunakan teknologi ini, di antaranya untuk produk bir yang menggunakan botol PET.
 
Smart Packaging
 
Smart packaging merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia kemasan. Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi dan jaminan keamanan pangan produk yang dikemasanya. Terdapat dua jenis smart packaging, yakni active dan intelligent packaging. Active packaging merupakan kemasan yang mengandung senyawa tertentu yang
mampu meningkatkan performa kemasan. Contoh dari active packaging antara lain kemasan yang mengandung O2, CO2, dan ethylene scavenger; ethanol emitters; moisture absorbers; flavor / odour absorbers; atau  preservative releasers (antimicrobial films). Sementara itu intelligent packaging merupakan kemasan yang mengandung indikator eksternal dan internal untuk memberikan informasi mengenai kemasan atau produk yang dikemasnya. Contoh dari intelligent packaging antara lain kemasan yang dilengkapi oleh indikator konsentrasi udara, kematangan, suhu atau waktu. Banyak inovasi yang
dilakukan dalam intelligent packaging tersebut. Salah satunya Gordon menyontohkan CO2 intelligent pigment. Di mana
pigmen disatukan dengan polimer termoplastik untuk menghasilkan film plastik yang sensitive terhadap CO2 dan tahan lama. Inovasi menarik lainnya adalah telah dikembangkannya nanosensors untuk mendeteksi keberadaan Salmonella dan
Listeria. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan deteksi cepat keberadaan dua patogen tersebut. Sensor dilengkapi dengan fluorescent organic dye yang akan menempel pada Salmonella atau Listeria, sehingga akan menimbulkan warna.
Deteksi ini sangat mudah dan cepat. Adapula indikator tingkat kematangan yang dikembangkan berdasarkan aroma. Teknologi ini memudahkan konsumen untuk menentukan tingkat kematangan yang diinginkan. Dalam kesempatan tersebut, Gordon banyak memberikan contoh lainnya seperti thermocromic ink, ultra label temperature recorder, dan lainnya.
 
Closure
 
Closure (penutup) memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan bagian kemasan lainnya. “Kesesuaian closure akan
sangat menentukan keberhasilan pengemasan,” kata Gordon. Gordon menambahkan, bahwa secara umum terdapat lima
jenis closure untuk botol kaca -antara lain cork, crown cork, aluminium ROPP, moulded plastic cap, dan ring pull. Penelitian tentang closure pun menarik banyak pihak.
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2011)

 

Artikel Lainnya

  • Jul 17, 2018

    Macam-macam Mesin Sangrai Nib Kakao

    Mesin sangrai untuk nib kakao ada dua macam, yaitu mesin sangrai batch dan mesin sangrai kontinu. Mesin sangrai batch pada dasarnya sama dengan mesin sangrai untuk biji kakao. Pada mesin ini biasanya ditambahkan mesin alkaliser pada bagian atas. Dalam mesin alkaliser tersebut ditambahkan larutan alkali atau larutan lainnya sebelum disangrai. Mesin sangrai ini banyak dipakai di berbagai pabrik cokelat dan kakao. Mesin ini sangat fleksibel pemakaiannya di mana dapat dipakai untuk  sangrai biji kakao maupun nib kakao. Karena berbentuk tabung besar dan dibuat licin, maka tidak perlu pembersihan dari hasil sangrai bermacam nib ataupun biji kakao. Proses sangrai akan bertambah waktunya dengan proses alkalisasi. Adapun pada alkalisasi dengan jumlah air yang banyak, maka diperlukan waktu sangrai yang lama. Untuk mempercepat sangrai, dalam hal ini dipakai mesin pengering diletakkan di atas mesin sangrai sehingga kadar air dapat dikurangi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin sangrai. Hal ini dipakai pada waktu pembuatan kakao berwarna merah. ...

  • Jul 17, 2018

    Speciality & Fine Food Asia Tawarkan Inovasi Food Services, Artisan dan Gourmet.

    Speciality & Fine Food Asia akan diselenggarakan pada 18-20 Juli di Singapura dengan menampilkan 161 exhibitor dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 3000 pelaku usaha dari Asia Tenggara dan lainnya. Pameran ini akan fokus menampilkan perkembangan dan inovasi artisan,gourmet, makanan dan minuman untuk industri. Fresh Montgomery telah berhasil menyelenggarakan Speciality & Fine Food Fair edisi Inggris selama 17 tahun. Bersama Montgomey Asia, Fresh Montgomery mendesain Speciality & Fine Food Fair yang berfokus pada membangun hubungan antara suplier dan trade buyer dan menawarkan ide-ide yang inovatif.   ...

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...