International Workshop for Islamic Scholars Agribiotechnology


 

Dengan fokus mengurangi masalah pangan dan kemiskinan, Malaysian Biotechnology Information Centre (MABIC) dan International Halal Integrity Alliance (IHIA) menyelenggarakan International Workshop for Islamic Scholars “Agribiotechnology: Shariah Compliance” di Penang, Malaysia pada tanggal 1-2 Desember 2010. Hadir dalam acara tersebut para Pakar dan Ulama beberapa Negara seperti: Afghanistan, Egypt, Indonesia, Iran, Malaysia, Philippines, Saudi Arab dan USA. Indonesia diwakili oleh Prof. Dr. Umar Anggara Jenie (Member of Technical Committee on Health & Medicine National Research Council of Indonesia/ DRN), Prof. Dr. Suranto Human Lecturer, Faculty of Science and Technology, State Moslem University/ BATAN, dan Adhi S Lukman (GAPMMI).
 
Pengembangan Agribiotech product (GM Food) telah dilakukan oleh sekitar 25 negara sebagai strategi ketahanan pangan untuk mengatasi kekurangan pangan akibat meningkatnya populasi, kebutuhan pangan & energi, dan menurunnya produksi pangan serta perubahan iklim. Beberapa negara Muslim telah mengadopsi teknologi ini dan bahkan telah membuat aturan yang jelas untuk menerima pengembangan Produk Agribiotech (GMO). Pandangan Tokoh Ulama dari beberapa negara Muslim sangat mendukung pengembangan produk Agribiotech (GMO), terutama untuk tujuan mengatasi kekurangan pangan dan memberi kebaikan bagi umat manusia. Pertemuan menghasilkan 6 rekomendasi, yaitu :
• Islam dan ilmu pengetahuan saling melengkapi dan mendukung inovasi ilmiah yang bermanfaat bagi umat manusia. Bioteknologi modern dan rekayasa genetika adalah perkembangan penting untuk dipromosikan kepada semua Anggota OKI. Regulator harus memfasilitasi langkah-langkah penerimaan dan penggunaan produk transgenik terutama oleh umat Islam. Modifikasi genetik dan produk GM adalah halal selama sumber dari mana mereka berasal adalah Halal. [Satu-satunya Haram kasus yang terbatas pada produk yang berasal dari asal Haram mempertahankan karakteristik asli mereka dan tidak substansial berubah.]
• Bioteknologi modern dan rekayasa genetika adalah metode perbaikan tanaman dan intrinsik tidak berbeda dari teknik perbaikan tanaman lainnya dari sudut pandang syariah.
• Dalam menjamin keamanan pangan, merekomendasikan untuk semua negara Muslim, pemerintah, organisasi internasional dan lembaga penelitian, untuk mendukung penelitian dan pengembangan dan penggunaan bioteknologi modern, rekayasa genetik dan produk mereka.
• Karena dampak positif pada sektor pertanian dan urgensi ketahanan pangan untuk umat muslim, promosi bioteknologi modern dan rekayasa genetika dianggap “fardhu Kifayah” (kewajiban kolektif) dan tidak boleh diabaikan dari sudut pandang syariah.
• Kesadaran publik dan pendidikan tentang bioteknologi modern dan rekayasa genetika, interaksi permintaan terus-menerus dengan para ulama Islam, ilmuwan dan masyarakat umum.
• Transparan dan informasi ilmiah yang lengkap harus tersedia bagi para pemangku kepentingan yang tertarik untuk membuat keputusan.FRI-27
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2011)

 

Artikel Lainnya

  • Jul 17, 2018

    Macam-macam Mesin Sangrai Nib Kakao

    Mesin sangrai untuk nib kakao ada dua macam, yaitu mesin sangrai batch dan mesin sangrai kontinu. Mesin sangrai batch pada dasarnya sama dengan mesin sangrai untuk biji kakao. Pada mesin ini biasanya ditambahkan mesin alkaliser pada bagian atas. Dalam mesin alkaliser tersebut ditambahkan larutan alkali atau larutan lainnya sebelum disangrai. Mesin sangrai ini banyak dipakai di berbagai pabrik cokelat dan kakao. Mesin ini sangat fleksibel pemakaiannya di mana dapat dipakai untuk  sangrai biji kakao maupun nib kakao. Karena berbentuk tabung besar dan dibuat licin, maka tidak perlu pembersihan dari hasil sangrai bermacam nib ataupun biji kakao. Proses sangrai akan bertambah waktunya dengan proses alkalisasi. Adapun pada alkalisasi dengan jumlah air yang banyak, maka diperlukan waktu sangrai yang lama. Untuk mempercepat sangrai, dalam hal ini dipakai mesin pengering diletakkan di atas mesin sangrai sehingga kadar air dapat dikurangi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin sangrai. Hal ini dipakai pada waktu pembuatan kakao berwarna merah. ...

  • Jul 17, 2018

    Speciality & Fine Food Asia Tawarkan Inovasi Food Services, Artisan dan Gourmet.

    Speciality & Fine Food Asia akan diselenggarakan pada 18-20 Juli di Singapura dengan menampilkan 161 exhibitor dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 3000 pelaku usaha dari Asia Tenggara dan lainnya. Pameran ini akan fokus menampilkan perkembangan dan inovasi artisan,gourmet, makanan dan minuman untuk industri. Fresh Montgomery telah berhasil menyelenggarakan Speciality & Fine Food Fair edisi Inggris selama 17 tahun. Bersama Montgomey Asia, Fresh Montgomery mendesain Speciality & Fine Food Fair yang berfokus pada membangun hubungan antara suplier dan trade buyer dan menawarkan ide-ide yang inovatif.   ...

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...