Pisah Sambut Kepala Badan POM dengan Asosiasi Industri Pangan

Pada tanggal 24 Januari 2012, Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melantik dan mengambil sumpah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Dra. Lucky S. Slamet, Apt., M.Sc. menggantikan Dra. Kustantinah, Apt., M.App. Sc, yang telah memasuki masa purnabakti. Sebelumnya, Dra. Lucky S. Slamet, Apt., M.Sc. menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik, dan Napza, Badan POM.

Memanfaatkan momen yang masih hangat ini, beberapa asosiasi industri pangan yang dikoordinir oleh GAPMMI mengadakan acara pisah sambut dengan Kepala Badan POM. Bertempat di salah satu hotel di Jakarta Pusat, malam ramah tamah berlangsung meriah, dihadiri GAPMMI, PIPIMM, NAMPA,APPNIA, ASRIM, ASPADIN, AIKI, dan AIPS. Asosiasi mengundang Kepala Badan BPOM yang baru bersama jajaran eselon 1, hadir pula mentor Badan POM, Ibu Dra. Kustantinah, Apt, MAppSc.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman membuka acara dengan menyampaikan kata sambutan dan ucapan selamat datang kepada semua peserta, disusul kesan dan pesan oleh Dra. Kustantinah, Apt, MAppSc. selama menjabat sebagai Kepala Badan POM sejak Januari 2010 sampai masa purnabaktinya. Pemberian kenang - kenangan bersama dari Asosiasi diserahkan Ketua Umum GAPMMI bersama Ketua PIPIMM. Perkenalan, harapan serta permintaan dukungan dari Dra. Lucky S. Slamet, Apt., M.Sc. selaku Kepala Badan POM yang baru di hadapan Asosiasi, disusul sambutan dan perkenalan dari para Ketua Asosiasi atau perwakilannya.
Acara dilanjutkan dengan makan malam, ramah tamah, dan diakhiri foto bersama Asosiasi dan Badan POM sebagai kenang - kenangan. Sampai Jumpa Ibu Kustantinah. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat Kepala Badan POM.
 
 
Oleh  Fri-27

 

 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Maret 2012)

 

 

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...