Fruit Flavor Pada Produk Permen, Tantangan & Perkembangan


Flavor is extraordinary gift of God given to us, with a flavor you can use the sense of taste (tongue) and smell (nose) to feel how wonderful and enjoyable food that we eat. In general, the use of flavor in confectionery products can be categorized based on the target age segment of the candy market. For adult consumers usually leads to mint flavor while for the kids more toward the fruit flavor. On this occasion, we will focus on the fruit flavor, challenge and development.

Permen merupakan makanan ringan yang tidak asing dan bisa dengan mudah ditemui. Pada produk permen, flavor memegang peranan penting untuk menentukan tingkat kesukaan saat dikonsumsi. Oleh karena itu artikel ini akan membahas flavor pada produk permen, khususnya fruit flavor.

 

Saat ini fruit flavor yang paling banyak terdapat di pasar adalah rasa jeruk, stroberi dan tutti frutty. Beberapa produsen permen menjadikan rasa ini sebagai core produknya. Seiring berjalannya waktu, konsumen memerlukan pilihan varian baru. Atas dasar ini lah kemudian muncul tantangan untuk pengembangan flavor. Beberapa contoh dan arah pengembangan fruit flavor pada produk permen sebagai berikut ;
 
1. Memberikan banyak pilihan jenis untuk satu kategori buah.
Satu kategori buah bisa memiliki banyak jenis varian, misalnya buah mangga. Industri bisa memproduksi permen dengan banyak pilihan jenis rasa buah mangga seperti mangga harum manis, cengkir, kweni, gedong, cengkir, ataupun manalagi. Dengan banyaknya pilihan flavor konsumen akan lebih tertarik untuk memilih permen sesuai dengan kesukaannya.
 
2. Mencampur dua atau lebih flavor pada satu produk.
Pencampuran dua atau lebih flavor pada satu produk memberikan kesan baru yang cukup unik. Pengalaman menunjukan konsep ini disukai oleh konsumen. Kini sudah bisa ditemui di pasar permen dengan menggunakan pencampuran dua flavor atau lebih. Tantangannya adalah harus mencari kombinasi rasa buah yang pas sehingga bisa diterima dan disukai oleh konsumen.
 
3. Flavor dengan
sensasi rasa unik.
Sebagai bagian inovasi aplikasi flavor pada produk permen, dapat ditambahkan sensasi unik, misalnya sensasi rasa dingin dengan menambahkan cooling long lasting dengan optimalisasi formulasi dan penggunaan jenis flavor yang tepat. Bahkan di luar Indonesia terdapat permen dengan rasa tanda tanya, konsumen diberikan tantangan untuk menebak rasa dari permen yang mereka konsumsi.
 
4. Flavor yang dapat
berubah rasa saat dimakan.
Saat ini sudah dimungkinkan untuk membuat permen yang rasanya dapat berubah dengan sendirinya saat dikonsumsi. Konsepnya adalah penggunaan teknik mikroenkapsulasi pada flavor yang digunakan. Flavor A di coating dengan flavor B, sehingga waktu pelepasan rasa saat dimakan jadi bertahap. Suatu konsep yang sangat menarik untuk diaplikasikan pada permen yang dikunyah seperti soft candy dan permen karet.
 
5. Penggunaan flavor natural.
Untuk pasar ekspor, terdapat banyak permintaan untuk memproduksi permen dengan menggunakan flavor natural. Meningkatnya kepedulian konsumen untuk back to nature menjadi peluang tersendiri dimasa yang akan datang. Saat ini harga menjadi pertimbangan utama untuk pasar lokal di Indonesia, akan tetapi bukan hal yang mustahil. Sejalan dengan waktu, pasar lokal pun akan mulai ada permintaan.
Ke depan masih banyak peluang untuk pengembangan flavor pada permen. Beberapa potensi lain yang bisa dimanfaatkan diantaranya :
• Optimalisasi potensi lokal. Misalnya Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis bisa mengoptimalkan pemanfaatan flavor buah-buahan tropis.
• Pemanfaatan perkembangan teknologi proses untuk menghasilkan produk dengan citarasa yang unik dan menarik.
• Konsumen semakin peduli terhadap kesehatan. Pengembangan flavor natural dengan harga yang lebih terjangkau juga merupakan tantangan tersendiri untuk dilakukan.
Oleh Iwa Sudarmawan
New Product Development Manager
Perfetti Van Melle Indonesia
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 5/MEI 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...