Info GAPMMI


 

Peraturan Menteri Perdagangan No. 30/M-Dag/Per/5/2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura
Kementrian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 30/M-Dag/Per/5/2012 tentang Ketentuan Impor Produk Holtikultura pada 7 Mei 2012. Permendag ini didasarkan pada UU 13 tahun 2010 tentang hortikultura. Permendag tersebut mewajibkan importir produk hortikultura memperhatikan aspek keamanan pangan, ketersediaan produk dalam negeri, penetapan sasaran produksi dan konsumsi hortikultura. Permendag ini juga memuat mengenai kemasan & label bahasa Indonesia, serta ketentuan verifikasi di pelabuhan muat barang. Di samping itu, pemerintah juga membatasi gerbang masuk produk hortikultura. Jika selama ini produk impor lebih banyak masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok, kedepannya produk hortikultura impor hanya dibolehkan masuk melalui pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Pelabuhan Belawan dan Bandara Sokarno Hatta. Kemendag akan membentuk tim terpadu yang terdiri dari wakil masing-masing instansi terkait. Pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan label dan kemasan akan dilakukan dua tahun setelah pemberlakuan Permendag terhitung mulai 15 Juni 2012.
Kenaikan HargaGas Industri
Perusahaan Gas Negara (PGN) telah melakukan pemberitahuan ke industri mengenai kenaikan harga gas. Namun kenaikan harga gas industri tersebut mulai mendapat reaksi keberatan dari berbagai
P, selain bisa melakukan impor bahan baku, boleh mengimpor barang jadi dengan 2 alasan, yaitu test market dan komplementer. Untuk mendapatkan Produsen Importir dari Kementerian Perdagangan, pemilik API P harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pembina (makanan dan minuman ke Kementerian Perindustrian). Permendag 27/2012 yang berlaku 2 Mei ini mengakibatkan tidak ada waktu untuk transisi.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan update regulasi pangan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Regulasi Ning
asosiasi industri yang menaungi anggotanya. PGN menaikkan harga gas sampai 55 persen per 1 Mei 2012, menjadi 10,2 dolar AS per MMBTU (million british thermal units), dari semula 6,6 dolar AS per MMBTU tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada industri. Sedangkan pemberitahuannya sendiri baru diterima di kalangan industri tanggal 8 Mei 2012.
Informasi lebih lanjut
silakan menghubungi :
Gabungan Pengusaha
Makanan dan Minuman
Seluruh Indonesia (GAPMMI)
Kantor Pusat : Departemen Pertanian, Gedung F Lt. 2
No. 224 – A, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan,
Jakarta Selatan 12550 -
Telp. (+62 21) 70322626-27,
Fax. (+62 21) 7804347,
email. gapmmi@cbn.net.id
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 6/JUNI 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...