Enriched Dairy Beverage Mix


 

Milk is now part of our daily drinks. Correlation between milk and calcium and thus osteoporosis is widely known. Even more, milk is now has various functions, for babies as
well as for adults. Not only it is fortified with vitamins and minerals but also other functional ingredients beneficial for human health. Melambungnya biaya
pengobatan menjadi salah satu pendorong masyarakat mencari cara yang lebih murah untuk menjaga kesehatan. Dan hal ini meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap pangan fungsional, pangan atau bahan pangan yang memberikan manfaat fisiologis lebih dibandingkan pangan pada umumnya. Minuman berbasis susu
mengambil bagian yang cukup besar dalam pasar pangan fungsional, mendekati 43% dari pasar. Hasil survey yang ditampilkan pada seminar Vitafood Europe 2010 menunjukkan bahwa 98% responden Eropa merasa produk berbasis susu merupakan produk pangan fungsional yang penting bagimereka. Bagaimana dengan
masyarakat Indonesia?
 

 

 

Minuman berbasis susu  sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya lidah yang makin terbiasa dengan karakteristik susu namun juga pengetahuan akan manfaat susu makin meluas ke semua lapisan masyarakat. Sejalan dengan maraknya pangan fungsional, kini susu tak hanya berisi susu. Berbagai bahan pangan fungsional dapat ditambahkan untuk memberikan nilai lebih produk tersebut. Dalam International Journal of Dairy Technology, disebutkan bahwa secara garis besar, produk berbasis susu dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
• Basic milk products, seperti yogurt, keju, mentega, es krim dan lain-lain.
• Added value products, seperti produk rendah atau bebas laktosa, produk hypo-allergenic, produk yang difortifikasi dengan vitamin dan mineral.
• Functional dairy foods, minuman susu dengan probiotik. Produk di kelompok ini memberikan manfaat kesehatan lebih dari produk susu pada dasarnya. Berbicara mengenai functional dairy foods memang sangat menarik. Apalagi bahan pangan fungsional juga semakin beragam. Nah, bahan pangan apa saja yang sudah banyak digunakan dalam produk susu?
 
 Probiotik merupakan salah satunya. Produk berbasis susu mempunyai peranan khusus untuk mengantarkan bakteria
bermanfaat sampai di usus kita.
Susu merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan dan kemampuan hidup bakteri-bakteri baik tersebut. Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat probiotik bagi saluran pencernaan dan di Indonesia, probiotik banyak ditambahkan pada produk susu formula untuk bayi dan anak-anak.
 
 Di samping probiotik, prebiotik juga merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang digunakan dalam minuman berbasis susu. Contoh prebiotik yang telah diakui oleh BPOM adalah inulin karena kemampuannya menstimulasi perkembangbiakan bakteri baik di dalam usus. Selain berfungsi sebagai prebiotik, inulin sendiri sebagai serat larut juga mempunyai fungsi dalam membantu menurunkan kolesterol sehingga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Inulin ini banyak digunakan pada produk-produk susu yang menekankan fortifikasi serat serta mengutamakan klaim penurunan kolesterol maupun kesehatan jantung.
 
Oat juga merupakan sumber serat larut sekaligus tidak larut. Kandungan beta glukan pada oat, dalam jumlah yang mencukupi telah terbukti membantu penurunan kolesterol. Sementara itu kandungan serat tidak larutnya membantu melancarkan buang air besar serta memberikan efek kenyang. Karena itulah oat banyak ditambahkan ke dalam susu yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan juga susu pengganti makan.
 
Asam lemak tak jenuh seperti Omega 3 dan Omega 6 juga banyak digunakan pada susu ibu hamil, menyusui, bayi, anak-anak maupun dewasa. Hal ini karena manfaatnya yang cukup luas mulai dari membantu perkembangan otak hingga untuk kesehatan jantung dan kelancaran peredaran darah.
 
Senyawa sterol pada tanaman yaitu fitosterol dan fitostanol yang dalam dosis tertentu telah terbukti membantu menurunkan kolesterol, banyak digunakan dalam minuman susu yang mengutamakan klaim ke arah kesehatan jantung.
 
Asam lemak rantai sedang seperti CLA (Conjugated Linoleic Acid) juga banyak digunakan pada minuman susu dewasa. Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat CLA terkait dengan pembakaran lemak.
 
L-Carnitine, sejenis vitamin, banyak digunakan di produk susu dewasa terkait pembakaran lemak. L-Carnitine merupakan senyawa alami yang banyak terdapat apda daging-dagingan. Senyawa ini memfasilitasi pembakaran asam lemka rantai panjang di dalam otot kita.
 
Isoflavon yang diekstrak dari kedelai juga banyak digunakan untuk memfortifikasi susu dewasa. Hal ini terkait dengan manfaatnya membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
 
Glucosamine dan Chondroitin merupakan dua senyawa alami yang banyak digunakan pada susu dewasa. Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat kedua senyawa ini untuk kesehatan sendi. Sebelum kemunculannya di dalam produk susu, kedua senyawa ini sudah dikenal sebagai suplemen oleh penderita rematik.
 
Madu pun sekarang banyak ditemukan di dalam minuman berbasis susu. Madu dipercaya sebagai sumber energi dan baik untuk daya tahan tubuh serta kesehatan pada umumnya. Jika kita lihat di pasaran Indonesia, minuman berbasis susu yang difortifikasi dengan madu, kebanyakan adalah susu formula, susu anak-anak ataupun susu untuk pria.
 
Masih ada banyak lagi bahan pangan fungsional yang saat ini sudah diaplikasikan di berbagai minuman berbasis susu, misalnya kolin, spingomielin dan kolagen.
 
Sebagian besar masyarakat sudah tahu bahwa susu baik untuk mencegah osteoporosis karena kandungan kalsium dan mineral-mineral lainnya. Namun dapat kita lihat, dengan semakin berkembangnya ilmu gizi dan teknologi pangan, minuman berbasis susu tak lagi hanya untuk kesehatan tulang. Banyak sekali manfaat lain yang dapat dirasakan oleh kita melalui produk minuman berbasis susu yang telah difortifikasi bahan pangan fungsional.
 
Seperti yang dituliskan di awal artikel ini, perkembangan minuman berbasis susu sebagai pangan fungsional masih akan terus berlanjut. Tak hanya dari jenis fortifikasi, namun kini sudah marak susu rendah atau tanpa lemak, susu tanpa penambahan gula dan bahkan susu organik.
 
Referensi
• Vitafood Europe Conference. 2010
• Ocer, B.H and Kirmaci, H. A. 2009. Functional Milks and Dairy Beverages. Int. J of Dairy Tech.
Oleh Susana
Head of Nutrition
Research Center for Diet and Sport Nutrition
PT Nutrifood Indonesia
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 6/JUNI 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Jun 20, 2018

    Regulasi produk seasoning di Indonesia

    Produk seasoning yang termasuk ke dalam kategori pangan 12.0 meliputi garam,  rempah, sup, saus, salad, dan protein yang telah diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan 01.0 ñ 16.0.  kategori produk seasoning tersebut merupakan jenis bahan-bahan yang sering ditambahkan pada pangan olahan. Untuk itu, pangan olahan yang mengandung produk seasoning juga sangat perlu memenuhi beberapa poin yang menjadi konsentrasi baik pihak produsen, konsumen, maupun pemerintah dalam pengawasan.  Beberapa poin tersebut adalah keamanan yang meliputi bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku, cemaran, bahan penolong, dan kemasan pangan; mutu, gizi, label, dan iklan.  ...

  • Jun 19, 2018

    Praktek higiene dan sanitasi dalam penanganan susu segar

    Berdasarkan standar kualitas susu segar (SNI 31411:2011) jumlah mikroba maksimum yang diperbolehkan adalah 1 juta koloni per mililiter (10 CFU/mL). Oleh sebab itu, susu segar pada umumnya akan mengalami kerusakan setelah 4-5 jam pada suhu kamar. Untuk menghasilkan susu segar dengan angka mikroba yang rendah harus dimulai dengan praktek higiene dan sanitasi yang baik sebelum pemerahan, saat pelaksanaan pemerahan, hingga penanganan pasca pemerahan. Pada waktu masih di dalam tubuh dan ambing ternak yang sehat, susu masih dalam keadaan steril. Kontaminasi mikroba di dalam susu terjadi pada saat proses pemerahan, yaitu berasal kulit tubuh ternak khususnya bagian seputar ambing dan puting, dari tangan pemerah, dari wadah/ peralatan penampungan susu, dan lingkungan tempat pemerahan. ...

  • Jun 18, 2018

    Potensi pemanfaatan peptida bioaktif dalam produk susu

    Meningkatnya perhatian akan hubungan asupan pangan terhadap kesehatan membuat konsumen menginginkan produk pangan yang bisa bermanfaat dalam mencegah  munculnya penyakit serta secara sinergi meningkatkan status kesehatan. Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang terdapat dalam asupan harian dan di samping  perannya dalam menyuplai gizi, protein juga mempunyai komponen fungsional yang memiliki fungsi positif bagi tubuh, yaitu berupa peptida bioaktif (bioactive peptide). ...

  • Jun 15, 2018

    Perancangan proses pengolahan susu untuk mengantisipasi ancaman foodborne pathogen

    Penyakit yang disebabkan oleh patogen (foodborne pathogen) masih menjadi permasalahan hampir di seluruh negara secara global. Penyakit  tersebut paling sering disebabkan oleh mikrobiologi seperti bakteri dan metabolitnya serta virus dan toksinnya.  ...

  • Jun 14, 2018

    Penggunaan laktoperoksidase untuk pengawetan susu segar

    Dewasa ini telah dikembangkan suatu metode pengawetan susu segar dengan cara mengaktifkan enzim laktoperoksidase (LPO) yang secara alami sudah ada di dalam susu. LPO merupakan salah satu dari puluhan jenis enzim di dalam susu segar dengan berat molekul berukuran sedang (78.000 Dalton) dan mengandung karbohidrat sekitar 10%. Di samping ada di dalam susu segar, LPO juga ditemukan pada cairan tubuh hewan mamalia dan manusia, seperti pada saliva dan kolostrum. Metode pengaktifan LPO untuk pengawetan susu segar dikenal dengan sebutan lactoperoxydase-system atau sistem laktoperoksidase (Sistem-LPO). Aktifnya LPO di dalam susu dapat menghasilkan efek antibakteri pada susu segar (Legowo et al., 2009). ...