Sosialisasi Permentan No.3/2012


 

Baru-baru ini Kementerian Pertanian RI mengadakan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian No.3 tahun 2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura yang akan efektif mulai tanggal 19 Juni 2012. Dalam peraturan ini salah satunya mewajibkan importir produk hortikultura memegang izin Kementerian Perdagangan dan rekomendasi dari Kementerian Pertanian untuk menghindari persaingan tidak sehat antara produk lokal dan produk impor. Setidaknya ada 51 pos tariff yang diatur dalam peraturan ini. Berdasarkan kategorinya, produk segar hortikultura yang diatur dalam peraturan tersebut ditunjukkan pada Tabel 1.
Sebagai informasi, jika sebelumnya importir cukup melaporkan realisasi impor setiap tahun, sekarang diwajibkan untuk melaporkan hasil impornya paling lambat 2 minggu setelah realisasi. Berdasarkan salah satu pasalnya, ketentuan impor produk ini harus memperhatikan beberapa hal penting seperti:
• Keamanan pangan produk hortikultura;
• Ketersediaan produk hortikultura dalam negeri;
• Penetapan sasaran produksi dan konsumsi produk hortikultura;
• Persyaratan kemasan dan pelabelan;
• Standar mutu ;
• Ketentuan keamanan dan perlindungan terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan.
 
Selain itu, Kementerian Pertanian juga membatasi jalur masuk produk impor hortikultura ke Indonesia.
 
 
Sayuran                                        Buah                                              Florikultura
Kentang                                       Pisang                                               Anggrek
Bawang Bombay                       Nanas                                                 Krisan
Bawang Merah                          Mangga                                               heliconia
Bawang Putih                             Jeruk
Kubis                                           Anggur
Wortel                                           Melon
Cabe                                           Pepaya
                                                       Apel
                                                     Durian
                                                  Lengkeng
Informasi lebih lanjut
silakan menghubungi :
Gabungan Pengusaha
Makanan dan Minuman
Seluruh Indonesia (GAPMMI)
Kantor Pusat : Departemen Pertanian, Gedung F Lt. 2
No. 224 – A, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan,
Jakarta Selatan 12550 -
Telp. (+62 21) 70322626-27,
Fax. (+62 21) 7804347,
email. gapmmi@cbn.net.id
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 5/MEI 2012)
 
 

 

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...