Flavor Cokelat Profil dan Aplikasi

 

Chocolate and Cocoa are a very interesting food. It has the characteristic of flavor as well as the texture. The flavor of chocolate and cocoa are determined by the type of cacao beans being used. We have to make a profile either for the roasted cacao mass as well as for the finished products. Knowing the process of the making of chocolate and cocoa will help to improve the flavor of the finished products.

 

Banyak konsumen yang suka mengonsumsi produk cokelat dan minuman cocoa, karena flavornya yang unik dan khas.
Jika cokelat dan cocoa diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang kurang baik, tentu akan menyebabkan perbedaan rasa bila dibandingkan dangan produk yang diproduksi dengan kualitas bahan baku baik.
Flavor merupakan gabungan dari aroma dan rasa. Aroma tidak dirasakan oleh lidah tetapi dari penciuman hidung. Aroma cokelat/cocoa sangat kompleks dan akan dibahas dalam artikel ini. Sedangkan rasa diekspresikan dari lidah. Flavor merupakan sifat yang menyeluruh dari aroma dan rasa.
 
Terbentuknya flavor
Fermentasi dalam biji kakao merupakan proses
penting untuk pembentukan flavor yang baik. Pada tahapan inilah prekursor dari flavor terbentuk. Prekursor adalah senyawa-senyawa yang nantinya akan membentuk flavor setelah proses penggorengan berlangsung.
Berarti selama fermentasi dan pengeringan biji kakao mentah, sebenarnya flavor cocoa belum terbentuk. Pada tahap awal fermentasi dimana terbentuk alkohol dan asam asetat, prekursor belum tercipta di dalam biji. Barulah setelah fermentasi pulp biji kakao pada hari ketiga dan seterusnya, biji kakao diresapi oleh asam asetat dan sel-sel biji kakao mulai pecah. Disinilah mulai terbentuk prekursor dari flavor kakao. Enzim-enzim dalam biji kakao yang mula-mula berada dalam sel dan tertutup, mulai keluar dan bercampur dengan komponen lainnya dalam biji kakao. Adanya enzim hidrolitik mendorong terbentuknya senyawa prekursor ini.
 
Enzima hidrolitik dalam biji kakao antara lain adalah amylase, lipase, asam amino- dekarboksilase, peroksidase, dan poligalakturonase.
 
Sementara itu senyawa gula pereduksi mulai terbentuk dengan berkurangnya kadar gula di dalam biji kakao. Juga senyawa nitrogen yang mudah larut (asam
amino bebas dan polipeptida) terbentuk dengan pecahnya senyawa protein di dalam biji. Kedua senyawa inilah yang disebut prekursor dan nantinya akan diubah menjadi
flavor kakao di dalam proses penggorengan.
 
gallery/coklat1.jpg        gallery/coklat2.jpggallery/coklat 3.jpg
 
 
 
 
 
 
 
 
Pembentukan rasa
Dalam fermentasi, selain terbentuk prekursor, juga terjadi perubahan pH atau keasaman biji. Dalam proses tersebut, keasaman biji kakao dipengaruhi oleh kadar pulp, dalam buah kakao. Makin banyak kadar pulp, maka makin asam biji kakao setelah fermentasi. Dan inilah sebabnya biji kakao Malaysia dan Indonesia pada umumnya mempunyai pH yang rendah (pH 4.8).
Proses pengeringan biji kakao setelah fermentasi, perlu dilakukan dengan benar. Pengeringan yang dilakukan terlalu cepat dengan pembakaran kayu akan menimbulkan rasa asap pada biji kering. Dan bau asap ini akan terus melekat dalam biji kakao biarpun sudah digoreng dengan baik.
 
Proses penggorengan
biji kakao
Dalam proses penggorengan inilah prekursor akan diubah lewat reaksi Maillard, Amadori dan Strecker menjadi senyawa aromatik yang berjumlah sekitar 400 jenis. Lewat proses penggorengan akan terbentuk senyawa phenyl acetaldehida, isovaleraldehida, isopentanal dan pyrazine. Dan senyawa-senyawa inilah yang membentuk flavor kakao.
 
Selain itu penting pula diketahui jenis kakao yang tidak difermentasi dan jenis kakao yg difermentasi. Kakao yang tidak difermentasi tidak akan mempunyai aroma dan rasa kakao yang kuat. Dan juga jenis biji kakao yang dipakai akan mempunyai aroma dan rasa yang berbeda. Misalnya dari Afrika rasanya, kuat dan pahit, sedangkan dari Malaysia dan Indonesia lemah dan sepet.
 
Profil flavor cokelat/cocoa dinyatakan dalam bentuk grafik, yang dapat dibuat berupa lingkaran atau dalam bentuk grafik datar. Bentuk lingkaran akan lebih rumit dalam diskusinya sedangkan bentuk datar sangat mudah dilihat profil rasanya.
 
Gambar 1 dan 2 menunjukkan profil biji kakao yang sudah digoreng dari dua perkebunan(Ivory Coast dan Rajamandala/Jabar).
 
Profil flavor dari cokelat sangat bergantung pada formulasi cokelatnya, termasuk bahan-bahan yang dipakai seperti biji kakao dan susu, serta
proses pembuatan bahan cokelatnya (Gambar 3). Profil flavor cokelat akan lebih rumit dari flavor kakao, karena cokelat memiliki lebih banyak variasi resep, misalnya cokelat susu ataukah dark cokelat.
 
Dan masing-masing dapat dibuat variasi yang berbeda.
 
Aplikasi
Dari profil cokelat dapatlah dibuat kombinasi untuk mencapai resep yang dikehendaki. Apakah kita akan menambahkan kakao massanya ataukah susu bubuknya dan gula, sehingga dapat terbentuk rasa yang dikehendaki.
 
Terkadang resep cokelat diubah dengan komposisi biji
kakao yang berbeda pula. Banyaknya biji kakao dari Afrika akan menimbulkan rasa kakao yang lebih kuat dibandingkan dengan biji kakao dari Sulawesi ataupun Jawa Barat. Aplikasi dari profil cokelat akan sangat menarik untuk dikaji dan diteliti oleh industri cokelat.
 
Dari profil cokelat dan cocoa akan terlihat perbedaan atau persamaan dari produk-produk yang ada di pasaran. Pemakaian profil ini akan sangat berguna untuk tim pemasaran dan produksi dalam melihat konsistensi produk.
Oleh Susanto Purwo
Consultant PT CERES
Bandung
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 5/MEI 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...