Badan Litbang Pertanian Kenalkan Teknologi Pasca Panen Terkini



Kebutuhan akan pangan dipastikan bertambah setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2050 dunia ini memerlukan tambahan pangan hingga 70% dan energi sebesar 36%. Untuk memenuhi kebutuhan tambahan pangan tersebut diperlukan cara-cara yang dapat meningkatkan kapastitas dan produktivitas penyediaan pangan tersebut tanpa harus ada perusakan terhadap lingkungan.


Untuk memenuhi kebutuhan akan pangan di masa mendatang, Badan Penelitaian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian didukung oleh FAO dan International Comission of Agricultural and Biosystems Engineering (CIGR) mengadakan konferensi internasional dengan tema “Breakthrough in Postharvest and Processing Technology as The Backbone of Tomorrow Green Economy” di Jakarta (19/11/2013).


Tujuan dari diadakannya konferensi ini adalah untuk memperkenalkan dan mendiskusikan teknologi penanganan segar dan pengolahan hasil pertanian dengan teknologi yang baru dan canggih. Menurut Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr.Ir. Haryono, MSc., sesuai dengan tema yang diangkat, diharapkan pertanian Indonesia dengan teknologi terkini dan terbarunya dapat menjadi pilar green economy. Selain itu, melalui konferensi ini, riset terbaru pasca panen dan emerging teknologi pasca panen ditampilkan oleh peserta, seperti teknologi bubuk kulit manggis (KBM), teknologi kopi luwak artifisial, teknologi sup instan, teknologi tempe koro pedang pengganti kedelai, teknologi stick test kit untuk determinasi kerusakan susu, teknologi kemasan ramah lingkungan yakni biofoam yang terbuat sari ampok jagung, dan formula wax coating untuk memperpanjang umur simpan buah. Dalam kesempatan yang sama pula, Badan Litbang me-launching buah mangga kualitas premium yang akan diekspor ke Dubai.


Tak hanya dari Indonesia, peserta konferensi ini datang dari berbagai negara, antara lain Jepang, Korea, dan Belanda. Topik yang dibahas oleh pemakalah utama dalam konferensi ini antara lain “Emerging Food Chain System in Developing Rural Agroindustries”, “Plant Factory: Environmentally Friendly Processing and Food Safety”, “Non Destructive Quality Analysis”, “Active and Smart Packaging”, dan “Halal Food: Market and Regulation”. Ita

Artikel Lainnya

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...

  • Feb 09, 2018

    Ekstraksi Senyawa Flavor Menggunakan CO2 Superkritis

    Sebuah fluida dikatakan superkritis jika berada pada kondisi suhu dan tekanan yang melebihi suhu dan tekanan kritis untuk fluida tersebut. Untuk CO2 superkritis, suhu dan tekanan superkritisnya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu dan tekanan CO2 cair. Hal ini berdampak pada kemampuannya sebagai solven menjadi lebih besar. Metode ini sudah diterapkan untuk mengekstraksi herba dan rempah, misalnya pada suhu sekitar 400C dan tekanan antara 200 - 250 bar. ...