Selamat Datang Kepala Badan POM Terpilih, Roy A. Sparringa



Berlokasi di Shangri La Hotel Jakarta, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) kemarin (19/12/2013) mengadakan acara penyambutan kepada Kepala Badan POM terpilih. Dihadiri oleh lebih dari 50 anggotanya, GAPMMI menggelar pesta selamat datang untuk Ir. Roy A. Sparringa, M.App.Sc., Ph.D yang baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Berbagai harapan pun disampaikan oleh beberapa ketua asosiasi terkait bidang pangan mengenai peran BPOM ke depannya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua National Meat Processor Association Indonesia (NAMPA), Ishana Mahisa yang mengharapkan agar regulasi terkait industri pengolahan daging bisa lebih harmonis. Karena menurut Ishana, tahun ini pertumbuhan industri pengolahan daging tanah air mencapai 25%, jangan sampai disharmonisasi regulasi membuat industri pengolahan daging Indonesia tidak ‘bergairah’. Hal sama juga disampaikan oleh Hendro Baroeno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN). Hendro berharap agar hubungan antara BPOM dan industri dapat terjalin lebih baik lagi. Hendro menyarankan agar komunikasi serta pembinaan terhadap industri terutama industri skala kecil dan menengah dapat dilakukan, karena menurut Hendro tidak semerta-merta industri kecil dapat langsung menerapkan peraturan Badan POM.

Hal ini harus dilakukan guna menyambut masyarakat ekonomi ASEAN 2015. Menurut Sekjen GAPMMI, Franky Sibarani, orientasi BPOM kini sudah banyak berubah, yakni sangat mendukung industri, tetapi tidak mengesampingkan kepentingan konsumen mengenai keamanan pangan. Hal ini sangat baik untuk iklim industri pangan di Indonesia. Hubungan antara BPOM dan industri juga dalam posisi yang baik. Industri dan BPOM hendaknya bersiap untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, karena peran BPOM sangat penting untuk industri pangan kedepannya. Ita

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...