Cheese Based Ingredients


Ingridien pangan berbahan dasar keju dibuat dari satu atau lebih jenis keju dan produk tersebut berbentuk bubuk. Cheese based powder ini dihasilkan melalui teknik pengolahan pangan spray dried. Selain bahan dasar keju tersebut ditambahkan pula berbagai ingridien pangan lain seperti pengemulsi, protein whey atau kasein atau lainnya untuk membantu pembentukan produk akhir yang homogen, konsisten, mengalir layaknya bubuk yang homogen atau tidak menggumpal.

Ingridien pangan ini dapat dikelompokkan berdasarkan komponen penyusunnya yaitu pure cheese powder, cheese booster, cheese based powder, pure cheese blends, dan blend of natural cheese. Sesuai dengan namanya pure cheese powder dibuat dari keju murni saja tanpa penambahan apapun. Cheese booster dibuat dari keju matang yang diberi tambahan beberapa jenis komponen penegas rasa keju seperti asam amino, asam lemak dan lemak susu. Cheese based powder dibuat dari keju dan berbagai jenis komponen/ingridien susu. Pure cheese blends dibuat dari keju dan maltodextrin. Blends of natural cheese dibuat dari keju ditambah komponen susu, lemak nabati dan maltodextrin (Lactosan). Jenis keju yang digunakan dapat satu atau lebih dari satu jenis keju tergantung dari cita rasa yang akan dihasilkan.

Cheese based powder selain sebagai sumber cita rasa juga memberikan fungsionalitas dari kandungan berbagai metabolit primer dan sekunder hasil fermentasi untuk tubuh. Bentuk bubuk kering memberikan kemudahan penyimpanan karena lebih awet secara alami dengan sedikitnya kadar air yang dikandung dan mudah dalam penggunaannya. Cheese based powder dapat digunakan untuk hampir semua jenis pangan. Sup, saus, snack, biskuit, cake, confectionery, dan makanan penutup. Satu jenis cheese based powder bila ditambahkan dalam jenis sup tertentu dapat meningkatkan cita rasa sup tersebut dari berbagai segi. Penambahan pada jenis makanan lain dapat memiliki efek yang berbeda. Kecocokannya terhadap berbagai jenis makanan atau masakan memerlukan eksperimen, dan kombinasi yang paling baik memberikan manfaat yang terbesar untuk berbagai tujuan yang dapat dieksplorasi.
Misalnya apakah cheese based powder dapat meningkatkan asupan masakan sayuran untuk anak-anak? Sayuran yang banyak mengandung serat dan senyawa polifenol cenderung memiliki cita rasa kurang disukai karena agak getir atau pahit. Mungkinkah ingridien pangan tersebut mengatasi hal tersebut? Pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah bersama dalam rangka meningkatkan pemanfaatan ingridien pangan untuk kesehatan.

 

 

Oleh Dr. Retno Murwani

 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juli 2011)

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...