Minuman Teh Hijau 1x Proses Penyeduhan




Popularitas teh hijau di Indonesia sampai saat ini tampaknya masih cukup tinggi, hal ini terbukti dari banyaknya produk makanan dan minuman, bahkan kosmetik yang bermunculan dengan komposisi yang terbuat dari teh hijau. Dengan mengonsumsi teh hijau dipercaya dapat memberikan banyak manfaat, dari sekian banyak manfaat salah satu yang populer yaitu, sebagai antioksidan. Selain itu, saat ini dikalangan masyarakat mengonsumsi teh hijau dijadikan sebagai salah satu bagian dari gaya hidup sehat.

 

Berkaitan dengan tren gaya hidup sehat tersebut, PT Indofood Asahi Sukses Beverage yang merupakan perusahaan joint venture antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte meluncurkan Ichi Ocha. Adalah produk minuman ready to drink yang terbuat dari teh hijau dan diproduksi sesuai dengan standar mutu dan keamanan pangan, yang telah diatur oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan, serta Badan Internasional seperti Codex Alimentarius dan sudah mendapatkan sertifikat halal oleh Majelis Ulama Indonesia. 

 

 “Untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat, kami berkomitmen untuk menghasilkan produk dengan kualitas nomor satu, sesuai dengan stempel “Ichiban” pada kemasan itu sendiri yang berarti nomor satu,”kata Anastasia Sutadji Direktur PT Indofood Asahi Sukses Beverage.

 

Menariknya, produk Ichi Ocha ini diklaim diproduksi dengan satu kali proses penyeduhan, menjadikan produk ini terlihat lebih unggul dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, “Kami menggunakan daun teh hijau yang kami pilih dari berbagai daerah di Jepang dengan kualitas terbaik. Selain itu, Ichi Ocha di produksi dengan satu kali proses penyeduhan, atau daun teh hijau hanya digunakan dan di ekstrak satu kali saja. Sehingga, aroma asli daun teh hijau masih terasa dan manfaat yang ada pada daun teh tersebut lebih banyak,”jelas Yoshimi Miyano Direktur PT Indofood Asahi Sukses Beverage.

 

Menurut Anastasia, hal lain yang melatar belakangi produk ini diluncurkan yaitu, dengan melihat pasar minuman nonalkohol yang menjanjikan, yang dilihat dari data penjualan pada tahun 2012 yang mencapai 40 triliun dan diperkirakan akan terus berkembang. Selain itu, minuman kemasan ready to drink merupakan segmen kedua terbesar setelah minuman air mineral. Walaupun banyak minuman ready to drink berupa minuman teh hijau, Ichi Ocha tetap percaya diri dengan dua keunggulan yang dimiliki.
Pada peluncuran produk tersebut hadir pula Emilia E. Achmadi, MS Nutrition & Food Expert Disease Prevention & Sport Nutrition yang memaparkan keunggulan teh hijau. “Diantara semua jenis teh, teh hijau yang memiliki jumlah katekin yang tinggi, katekin tersebut berguna sebagai super antioksidan yang baik jika dikonsumsi secara rutin setiap hari. sehingga memiliki kemampuan untuk mencegah, penyumbatan pembuluh darah, penuan dini fungsi syaraf, dan meningkatkan metabolisme tubuh,”jelas Emilia.

 


Karakteristik dari teh hijau yang tidak melalui proses fermentasi dan oksidasi ini membuat teh hijau ini diharapkan tidak mendapat banyak penyerapan oksigen dan tidak di simpan pada tempat dengan temperatur tinggi, agar tidak merusak kandungan katekin didalamnya, “Dengan cara satu kali proses penyeduhan merupakan bentuk dari pencegahan kandungan katekin tersebut hilang. Jika teh hijau sudah diseduh satu kali, kemudian diseduh kembali, aroma, rasa, dan kandungan katekin tersebut akan hilang. Jadi, orang yang mengonsumsi seduhan kedua tidak akan mendapatkan manfaat,”kata Emilia.

 

“Untuk minuman ready to drink teh hijau ini sendiri, sebaiknya botol yang sudah dibuka untuk segera diminum dan jangan disimpan terlalu lama, agar tidak terjadi exposure oksigen didalamnya yang mengakibatkan kandungan katekin tersebut dapat berkurang,”tambah Emilia. Emilia menganjurkan, untuk mengonsumsi teh hijau yang baik adalah 2-3 kali sehari. Riska

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...