Agro &Food Expo ke-14, Tawarkan Produk Spesial




Upaya untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor produk pertanian adalah promosi. Cara inilah yang terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian, salah satunya promosi melalui pameran.  Pameran Agro & Food Expo ke -14 yang dilaksanakan 1-4 Mei 2014 di JCC merupakan tempat yang pas untuk memfasilitasi promosi tersebut. 

Menteri Pertanian, Suswono melalui pidato pembukaannya berharap agar pameran ini bisa meningkatkan kehandalan dalam menghadapi persaingan dan tantangan di era globalisasi khususnya dalam  masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Mengangkat tema Organic & Specialty Products, pameran ini diharapkan dapat lebih mengangkat sistem pangan organik yang ramah lingkungan dan menghasilkan pangan yang lebih menyehatkan. Produk organik dapat menjadi andalan agribisnis, baik untuk pasar dalam dan luar negeri. Sedangkan   specialty products dimaksudkan agar potensi produk dari berbagai daerah makin diapresiasi dan mendapat pasar yang lebih baik di dalam negeri. 

Pameran ini diikuti oleh 141 peserta. Peserta pameran berasal dari para pelaku usaha sektor agribisnis baik skala besar, UKM serta instansi pemerintahan (pusat, provinsi, kabupaten/kota) dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Masing-masing daerah menampilkan produk unggulan yang berkarakter. Karakteristik produk dihasilkan dari pengaruh lingkungan, geografis, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat sehingga membuat produk tersebut menjadi khas. Kekhasan produk yang disebabkan oleh kondisi geografis inilah yang membuat produk memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Bahkan berpotensi untuk mendapatkan sertifikasi GI products atau produk IG (indikasi geografis). 

Produk spesial khas masing-masing daerah banyak ditawarkan dalam pameran ini diantaranya adalah kopi, rempah-rempah, dan buah-buahan tropis. Seperti Dinas Perkebunan  Pemerintah Aceh menampilkan Kopi Gayo jenis arabika, Dinas Peternakan Sulawesi Selatan menawarkan produk olahan dari dangke, seperti keripik dan kerupuk dangke. Dinas Perindagkop-UMKM Kota Cirebon menampilkan berbagai olahan produk asal laut seperti abon ebi, ikan belah goreng, dan keripik kepiting. Berbagai minuman siap seduh berbahan daun sirsak, daun pegagan, daun jati belanda, bunga rosela, dan kulit manggis juga banyak ditawarkan oleh beberapa UMKM.

Agro & Food Expo 2014 diharapkan dapat menjadi fasilitator para pelaku agribisnis dalam mempromosikan produknya, peluang investasi juga diharapkan terwujud dalam pameran ini. Pameran ini juga memberikan  informasi  mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing untuk pasar ekspor. Fitria

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...