Teknologi Filtrasi Air Terkini




Air bersih kini makin sulit didapat, terutama di kota-kota besar. Pencemaran oleh limbah pabrik, kotoran hewan, kotoran manusia, sampah rumah tangga menyebabkan makin sulitnya mendapatkan air berkualitas. Hal tersebut diungkap dalam seminar “Water Crisis...Air Anda Sumber Penyakit Anda” yang diseleggarakan oleh Yuki Water Treatment di Jakarta kemarin (21/5/2014). Seminar yang ditujukan untuk para pelaku bisnis di bidang pangan, rumah sakit, farmasi, perumahan dan kontraktor ini mengungkap pentingnya air bersih dan berkualitas dalam proses produksi.


Kebutuhan manusia akan air semakin tinggi, salah satunya adalah untuk minum. Tak hanya sebagai penghilang dahaga, peran air cukup krusial dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti misalnya untuk mencuci, memasak, pengairan (sawah dan kebun), peternakan, termasuk memenuhi kebutuhan industri penyedia pangan seperti pabrik, restoran, katering, bakery dan caf.
Rina Septania, pakar air dari Yuki Water Treatment mengategorikan air menjadi tiga jenis, yakni air bersih saja, air steril (langsung bisa diminum), dan air dengan standar tertentu berdasarkan permintaan atau kebutuhan. Untuk keperluan rumah tangga seperti untuk cuci-cuci, mandi dan membersihkan peralatan, kategori air bersih saja sudah bisa digunakan. Lain halnya jika air diperuntukan untuk konsumsi.


Ciri air bersih dan berkualitas secara fisik adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Semakin tinggi tingkat pencemaran, semakin sulit pula mendapatkan air bersih. Proses mengolah air akhirnya dibutuhkan untuk mendapatkan air bersih dan layak kosumsi, salah satunya yakni proses filtrasi. Proses filtrasi atau penjernihan air adalah proses pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan. Tujuannya adalah untuk me-recycle air kotor atau limbah menjadi air bersih supaya bisa digunakan kembali. Air yang sudah bersih belum tentu bisa digunakan sebagai air konsumsi, karena belum steril. Oleh sebab itu, air harus melalui rangkaian proses filtrasi yang lebih lengkap supaya steril, bebas kuman dan bisa diminum. Jika kandungan metal atau logam dalam air tinggi, maka proses demineralisasi atau proses penghilangan kandungan logam dengan reverse osmosis perlu dilakukan. Rangkaian sistem filtrasi inilah yang ditawarkan oleh Yuki Water Treatment untuk memastikan ketersediaan air bersih dan berkualitas untuk skala rumah tangga maupun industri.


Cara mensterilkan air ternyata bukan hanya dengan rangkain proses fltrasi, tetapi menurut Phil Jones, Pakar air dari Viqua, Kanada, cara yang sama efektifnya untuk mensterilkan air yakni dengan menggunakan sinar ultra violet (UV). Dengan menggunakan sinar UV, proses desinfeksi menjadi lebih instan; bebas bahan kimia; tidak ada efek samping proses desinfeksi; tidak mengubah rasa, pH, dan bau; efektif menghilangkan 99,9% bakteri (E.coli, Salmonella, Giardia), virus, jamur; lebih efisien daripada menggunakan klorin, dan metode ini telah terbukti, terpercaya dan tersertifikasi. Ita

Artikel Lainnya

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...

  • Mei 18, 2018

    Granola Bar sebagai salah satu produk confectionery

    Di pasar, golongan granola bar dimasukkan dalam countline, yaitu  produk-produk yang dijual secara individual dalam bungkusan kecil  dan diperuntukkan untuk konsumen langsung. ...

  • Mei 17, 2018

    Aplikasi pewarna alami larut minyak untuk produk pangan

    Berdasarkan sifat kelarutannya, pewarna alami dibedakan menjadi pewarna larut air dan pewarna larut minyak. Pewarna larut air dan pewarna larut minyak diperoleh dari proses ekstraksi yang berbeda. Keduanya juga memiliki pemanfaatan yang berbeda-beda tergantung pada aplikasi produknya. Menurut Technical Industry Manager, Natural Color division Global Marketing CHR Hansen Denmark, Rikke Sakstrup Frandsen pada acara In-depth Seminar Unleashing The Potency of Oil Soluble Food Coloring yang diadakan oleh Foodreview Indonesia, 19 April 2018 lalu, produk berbasis lemak secara umum membutuhkan pewarna larut minyak untuk menghasilkan pewarnaan yang optimal dan lebih stabil. Pewarna larut minyak dalam bentuk bubuk memiliki kelebihan pada aplikasinya dalam produk berbasis lemak atau rendah air, beberapa di antaranya yaitu mudahnya aplikasi bubuk pewarna baik dalam bentuk bubuk maupun bentuk suspensi, menghasilkan pewarna alami yang mudah larut, dapat disimpan pada suhu ruang, umur simpan mencapai 6 ñ 9 bulan, stabil dan tidak menimbulkan migrasi warna. ...

  • Mei 16, 2018

    Food wastage dalam industri pangan

    Food wastage merupakan istilah gabungan dari food loss dan food waste, atau dengan kata lain, food wastage adalah hasil dari food loss dan food waste yang menjadi permasalahan hampir di seluruh dunia. Total pemborosan dari food wastage secara global mencapai 32 persen dari rantai pasok pangan yang 16 persennya disebabkan oleh food loss yang banyak terjadi di negara berkembang. Sedangkan sisa 16 persen disebabkan oleh food waste di negara-negara maju. Secara istilah, food loss merupakan produk pangan yang terbuang selama produksi pascapanen, tidak sampai pada rantai konsumen. Dalam tahap ini, sisa produk pangan dapat terjadi karena proses pascapanen yang kurang baik sehingga terjadi pembusukan sebelum proses selanjutnya, maupun sisa-sisa potongan yang terlalu besar pada saat produksi. Sedangkan food waste adalah produk pangan yang sudah tidak diinginkan atau dibuang oleh konsumen. ...

  • Mei 15, 2018

    Cara industri 4.0 dalam menangani food wastage

    ìSensor, keseluruhan data, artificial intelligence, dan internet of things merupakan kemampuan dari industri 4.0 yang harus dioptimalkan untuk menekan food wastage,î Direktur The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Indonesia, Archie Slamet dalam Seminar Strategi dan Inovasi Sektor Pangan: Menjawab Tantangan Era Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh IFIC di Jakarta, 21 Maret 2018.  ...