Cara Seru Ajak Anak Puasa



Berpuasa bagi anak yang belum memasuki masa pubertas memang tidak diwajibkan, namun banyak keluarga di Indonesia yang mulai memperkenalkan ibadah wajib ini sejak usia anak balita. Alasannya adalah supaya anak lebih mengenal dan terbiasa melaksanakan ibadah puasa.


Melaksanakan ibadah puasa sejak dini boleh boleh saja, namun menurut Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutritionist Manager dari Fonterra Brands Indonesia, dalam acara Puasa Emang Seru yang digelar oleh Fonterra Brands Indonesia, kemarin (16/7/2014) di Jakarta, sebaiknya jangan terlalu dipaksakan. Sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak. Jika dipaksakan, khawatir anak trauma, dan mungkin malah tidak mau berpuasa nantinya. Bahkan bisa muncul perasaan takut, seperti takut nanti lapar, takut tidak kuat, bahkan takut dimarahi oleh orang tua. Agar pengalaman belajar puasa menyenangkan dan tetap menyehatkan, diperlukan pengawasan dan kreativitas orang tua serta pemantauan asupan gizi yang seimbang untuk si kecil.


Wishnu Harmono, Marketing Manager Anchor Boneeto, Fonterra Brands Indonesia yang juga hadir di acara yang sama memberikan tips agar para orang tua sukses mengajak anaknya berpuasa. “Cara mengajarkan puasa pada anak adalah memberikan pengertian bahwa berpuasa merupakan hal positif juga menyenangkan. Tonjolkan kesan bahwa puasa emang seru!” jelas Wishnu. Pastikan tubuh anak siap dengan cara memberikan gizi yang tepat serta istirahat cukup. Ciptakan hal-hal kreatif yang mendukung kesan seru, seperti misalnya melibatkan anak secara langsung dalam menyusun menu dan menyiapkan hidangan sahur dan berbuka. ita

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...