The 39th International Food and Beverage Exhibition - Foodex Japan 2014




FOODEX JAPAN 2014 merupakan pameran perdagangan makanan dan minuman terbesar di Asia. Pameran ini telah diselenggarakan sejak tahun 1976. Pameran berlangsung selama 4 hari mulai 4 Maret 7 Maret 2014 di Makuhari Messe, Chiba. Tahun ini, adalah yang ke-39 dari FOODEX JAPAN, diikuti 2.808 peserta dan 75.000 professional trade dari 78 negara dari seluruh dunia. Jumlah total pengunjung yang tercatat selama penyelenggaraan pameran adalah 73.000 orang.


Seperti halnya tahun lalu Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini. Tahun ini paviliun Indonesia lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Perindustrian cq. Direktorat Industri Agro sebagai pembina industri memfasilitasi industri pangan dengan menyediakan booth pameran yang lebih besar. Kementerian Perindustrian menyewa 252 m2 yang dihadiri 28 peserta asosiasi/industri pangan Indonesia.


Paviliun Indonesia kali ini mengusung tema “Remarkable Indonesia, Branding of Indonesian Food, ‘’Safety” “Tasty” “Valuable” “Compliance’’. Paviliun Indonesia telah berhasil menarik perhatian masyarakat Jepang, sehingga Stasiun TV Tokyo meliput secara khusus Paviliun Indonesia dan ditayangkan secara Nasional di Jepang. Tayangan tersebut telah memberikan dampak yang signifikan terhadap jumlah calon pembeli yang diperoleh pengusaha Indonesia karena dalam tayangan disajikan informasi bahwa Indonesia memiliki produk pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Rata-rata pengunjung Paviliun Indonesia termasuk pembeli potensial dari food service, retail, wholesale, manufacturing sejumlah 300 calon pembeli per hari, naik 3 kali lipat dibanding penyelenggaraan Foodex di tahun 2013. Total transaksi yang diperoleh selama pameran berlangsung sebesar USD 1.776.195 dan jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat masih banyak permintaan dari calon pembeli potensial yang sedang ditindak lanjuti oleh masing-masing perusahaan. Tayangan tersebut juga masuk dalam website TV Tokyo melalui http://www.tv-tokyo.co.jp/mv/wbs/newsl/post_61470/ .


Sejak tahun 2011 volume ekspor produk pangan Indonesia ke Jepang mengalami peningkatan sebagaimana terlihat pada Tabel 1.
Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman bersama beberapa anggota GAPMMI yang ikut berpartisipasi dalam Foodex Japan 2014, diantaranya adalah PT Dea & Jes Tirta Segar Beverages; PT Kalbe International; PT Kelola Mina Laut; PT Niramas Utama;


PT Agar Swallow; PT Dua Kelinci; PT Garuda Putra-Putri Jaya; PT Gandum Mas Kencana; PT Gunung Subur; PT Helmigs Perindustrian Panggah Susanto bersama Wakil Kepala Perwakilan RI di Jepang Jonny Sinaga. Selama pameran berlangsung juga diselenggarakan beberapa acara seperti Gala Dinner Buyers Night Meeting di Hotel Sheraton Miyako, Tokyo, Jepang yang juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra. Fri-27

Artikel ini dimuat di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi April 2014. Artikel lain dapat dibaca di www.foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Jul 17, 2018

    Macam-macam Mesin Sangrai Nib Kakao

    Mesin sangrai untuk nib kakao ada dua macam, yaitu mesin sangrai batch dan mesin sangrai kontinu. Mesin sangrai batch pada dasarnya sama dengan mesin sangrai untuk biji kakao. Pada mesin ini biasanya ditambahkan mesin alkaliser pada bagian atas. Dalam mesin alkaliser tersebut ditambahkan larutan alkali atau larutan lainnya sebelum disangrai. Mesin sangrai ini banyak dipakai di berbagai pabrik cokelat dan kakao. Mesin ini sangat fleksibel pemakaiannya di mana dapat dipakai untuk  sangrai biji kakao maupun nib kakao. Karena berbentuk tabung besar dan dibuat licin, maka tidak perlu pembersihan dari hasil sangrai bermacam nib ataupun biji kakao. Proses sangrai akan bertambah waktunya dengan proses alkalisasi. Adapun pada alkalisasi dengan jumlah air yang banyak, maka diperlukan waktu sangrai yang lama. Untuk mempercepat sangrai, dalam hal ini dipakai mesin pengering diletakkan di atas mesin sangrai sehingga kadar air dapat dikurangi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin sangrai. Hal ini dipakai pada waktu pembuatan kakao berwarna merah. ...

  • Jul 17, 2018

    Speciality & Fine Food Asia Tawarkan Inovasi Food Services, Artisan dan Gourmet.

    Speciality & Fine Food Asia akan diselenggarakan pada 18-20 Juli di Singapura dengan menampilkan 161 exhibitor dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 3000 pelaku usaha dari Asia Tenggara dan lainnya. Pameran ini akan fokus menampilkan perkembangan dan inovasi artisan,gourmet, makanan dan minuman untuk industri. Fresh Montgomery telah berhasil menyelenggarakan Speciality & Fine Food Fair edisi Inggris selama 17 tahun. Bersama Montgomey Asia, Fresh Montgomery mendesain Speciality & Fine Food Fair yang berfokus pada membangun hubungan antara suplier dan trade buyer dan menawarkan ide-ide yang inovatif.   ...

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...