PT Unilever Indonesia, Tbk Luncurkan Dua Varian Es Krim



Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-10 dengan tingkat ekonomi yang baik dan diperkirakan pada tahun 2030 Indonesia akan menduduki peringkat ke-5. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia merupakan tempat yang sangat bagus untuk peluang bisnis. “Di tengah melambatnya pertumbuhan pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia, Industri es krim yang dalam hal ini dipimpin oleh Magnum tetap berhasil memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan. Dengan diluncurkannya dua varian sekaligus, yakni Magnum Pink dan Magnum Black dapat dilihat bahwa inovasi ini dihadirkan di Indonesia melalui sebuah pleasurable journey,” tutur Ira Noviarti, Director of Ice Cream, Media & Consumer Market Insight PT Unilever Indonesi, Tbk. dalam acara peluncuran varian es krim Magnum Pink & Magnum Black pada 15 Agustus lalu di Jakarta.


Kedua varian terbaru es krim ini menawarkan karakter pleasure yang berbeda, yaitu Magnum Pink yang dibuat dari es krim premium dengan rasa pomegranate berpadu dengan pomegranate swirl kemudian dilapisi dengan cokelat putih tebal berwarna pink. Sedangkan Magnum Black dibuat dari es krim vanilla premium yang berpadu dengan rasa espresso lalu dilapisi dengan dark chocolate.
“Untuk tetap bertahan dan bertumbuh di atas dari rata-rata pasar kuncinya adalah inovasi. Magnum sendiri melakukan inovasi dengan cukup agresif. Inovasi yang paling penting adalah harus mudah diingat oleh konsumen,” tambah Ira. Inovasi ini dari Magnum Pink dan Magnum Black yang dihadirkan di Indonesia melalui sebuah pleasurable journey. Diawali dengan national vote selama bulan April-Mei untuk memilih varian mana yang akan diluncurkan di Indonesia, hasil vote menunjukkan bahwa Magnum Pink memiliki pemilih terbanyak. Namun, perbedaan hasil voting kedua varian begitu tipis, untuk mengapresiasi antusiasme para pleasure seekers, akhirnya memutuskan untuk meluncurkan kedua varian tersebut secara bersamaan di Indonesia. K-15

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...