Menimbang Dapat Berisiko !


 

Apakah aturan yang berlaku sudah diimplementasikan ?
 
Produsen akan selalu berusaha untuk menghasilkan produk-produk berkualitas,mengefisienkan biaya-biaya dan mengikuti aturan-aturan yang berlaku seperti GxP/ USP/ ISO, HACCP. 
Bagaimana saya mengimplementasikan aturan  tersebut dalam kegiatan sehari-hari ?
Apakah kita melakukannya terlalu sering atau terlalu jarang?
Bagaimana pendapat Anda, apakah aturan tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan dalam kegiatan menimbang sehari-hari Anda dan apakah kegiatan menimbang Anda dapat membantu Anda untuk mengimplementasikan aturan-aturan tersebut diatas ?
 
Menimbang dapat berisiko
 
Sebuah produk terdiri dari komponen-komponen kecil yang saling mempengaruhi untuk menciptakan kualitas yang diinginkan.  Menimbang adalah salah faktor penentu tercapainya kualitas yang ditetapkan atau diinginkan sebuah produsen, dengan kualitas yang prima produsen akan mendapatkan pengakuan dan kepercayaan dari konsumen yang pada akhirnya akan mempengaruhi proses bisnis perusahaan tersebut. 
Kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan penimbangan akan berdampak dengan produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam menimbang, dan perlu diperhatikan bahwa menimbang dapat berisiko terhadap kualitas produk, keamanan/kesehatan  konsumen dan kelangsungan bisnis.  Turunnya kualitas produk akan berakibat berpindahnya konsumen ke produk lain, yang pada akhirnya akan berdampak pada kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.
Apakah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini terlintas di benak Anda ?
  • Timbangan yang seperti apa yang cocok untuk saya ?
  • Bagaimana kita tahu bahwa kita telah mengikuti sistem kualitas dan syarat-syarat yang ditetapkan oleh auditor eksternal?
  • Bagaimana kita menghindari pemborosan biaya dalam usaha mengikuti aturan yang berlaku atau menghindari pengerjaan ulang akibat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku ?
  • Apa keuntungan mengkalibrasi timbangan ? Masih akuratkah timbangan yang saya pakai?
  • Haruskan kita menguji timbangan ? Bagaimana caranya?
  • Bisakah saya tidak selalu menguji timbangan, karena timbangan yang saya beli memiliki fitur lebih ?
 
Good Weighing PracticeTM
 
Good Weighing PracticeTM sebuah panduan global pertama yang diciptakan oleh METTLER TOLEDO untuk mengevaluasi dan menguji sistem penimbangan.
Good Weighing PracticeTM adalah sebuah pendekatan berbasis risiko yang menginterpretasikan aturan-aturan yang diikuti oleh setiap pelaku industri dengan jelas dan langsung mengimplementasikannya dalam praktek sehari-hari.  Program ini telah disederhanakan yang menjamin Anda dapat mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku setiap waktu. Berkaitan dengan evaluasi risiko, Anda menjamin bahwa penimbangan dilakukan dengan aman karena tingginya risiko dan menghemat biaya saat risikonya rendah.
 
Good Weighing PracticeTM menuntun kita dengan beberapa tahap untuk mencapai keamanan dalam menimbang :
 
1. Evaluasi 
 
Mengevaluasi proses penimbangan menurut risiko-risiko dan akurasi.  Menentukan akurasi sesuai proses penimbangan Anda akan membantu Anda untuk menentukan spesifikasi timbangan yang dibutuhkan dan menyelaraskan dengan standar kualitas yang diikuti.
 
2. Pemilihan
 
Kompetensi timbangan adalah hal yang mendasar untuk memilih timbangan yang terbaik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Daya baca sebuah timbangan secara elektronik dapat diatur nilainya yang tidak merefleksikan akurasi dari peralatan penimbangan.
 
3. Instalasi
 
Instalasi dan konfigurasi oleh tenaga profesional akan menjamin pengukuran yang tepat dari awalnya.
 
4. Kalibrasi
 
Penentuan nilai ketidakpastian dan nilai penimbangan terkecil menjamin timbangan akan menimbang sesuai dengan nilai akurasi yang dipersyaratkan
Disarankan kalibrasi dilakukan dimana timbangan itu akan di letakkan.
 
5. Kegiatan rutin
 
Disarankan untuk melakukan kombinasi 3 metode kegiatan pengujian yang membantu Anda minimalkan risiko dan memastikan tetap akurat, yakni:
  • Kalibrasi oleh teknisi yang bersertifikat
  • Tes rutin oleh pengguna
  • FACT (Fully Automated Calibration Technology) oleh timbangan yang memiliki fitur tersebut.
Pastikan kegiatan rutin tersebut dilaksanakan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan hasil penimbangan yang selalu akurat.
 
Dengan Good Weighing PracticeTM, Anda dapat dipastikan telah membuat keputusan yang baik untuk proses penimbangan yang aman dan dengan risiko yang terkendali. Sebagai keuntungan, pengguna akan memperoleh :
  • Kualitas yang terjamin
  • Efisiensi biaya
  • Proses Audit yang aman
  • Meminimalisasi resiko
  • Dokumentasi yang tertelusur

 

 
Untuk informasi detil tentang Good Weighing PracticeTM, silahkan hubungi :
PT. ALMEGA SEJAHTERA
Jakarta : 021-65833731 
Bandung: 022-6125412-4 Semarang : 024-7610104 Surabaya : 031-5026547

 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Februari 2011)

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...