Purity Food Grade Lubricants in Beverage Industries

 

Dalam industri minuman ada dua kemasan yg secara umum ditemukan di pasaran, yakni
  • Kemasan Canned (Kaleng)
  • Kemasan PET-Bottle Drink (Botol)
Kedua proses kemasan tersebut mempunyai sistem produksi yang hampir sama atau serupa, yang membedakan adalah pada proses capper atau seamer.
Proses capper atau seamer ialah proses penutupan  pada kemasan Kaleng atau Botol.
 
 
Pada Proses Kaleng 
 
(Canned Drink Process)
Tahap proses yang terjadi yakni: Preparation Tank → De-Palletizer → Can Sanitation → Filler → Can Lid Seaming Machine → Retort Pasteurizer → Inspector → Printer & Inspection → Packing machine  → Palletizer. 
 
Pada proses botol 
(PET-Bottling Process)
Tahap proses yang terjadi yakni: Preparation Tank → Plate & UHT Pasteurizer → Kneader Room → De-Palletizer → Rinser (Bottle Sanitation) →  Filler → Capper → Tunnel Pasteurizer → Labeling machine → Inspector → Printer & Inspection → Packing machine → Palletizer. 
 
Kebutuhan pelumas di industri minuman
 
Secara umum, terdapat dua jenis proses pengolahan minuman, yakni yang dikemas dingin dan yang dikemas panas.  Dikarenakan desain atau standar dari permesinan akan berbeda-beda.  Pada mesin can seaming, ada dua sistem pelumasan:
Centralized Lubrication system  
  • Grease Type NLGI # 00 (Kemasan Dingin)
  • Grease Type NLGI # 0 (Kemasan Panas)
  • Oil Type ISO VG 80 s/d 100
 
Manual Application
 
  • Grease Type NLGI # 1 or 2 
  • Oil Type ISO VG 100
 
Untuk sistem pelumasan otomatis berkala, yakni grease dipompa ke seluruh bagian mesin seaming kecuali roll.
Kemasan kopi dan teh harus panas ketika mengisi dan hal ini disebut “HOT PAC.” Temperatur bagian dari seaming roll sampai dengan 1700 C.
 
 

Capper

Capper digunakan pada jenis proses PET-Bottle baik dengan bahan plastic (PET) maupun bahan beling. Proses penutupan dari capper sendiri ada 2 tipe : Plastik & Pelat atau lempengan besi.
Proses Capper terjadi setelah proses filler, ada 2 bagian yang amat fital untuk dilumasi dikarenakan gesekan dan pertemuan 2 bagian yang saling bergesekan yaitu Cylinder dan rol.
Dua bagian vital tersebut mempunyai standar kekentalan ISO VG yg berbeda-beda :
  • Cylinder :Grease nya menggunakan NLGI #0 Oli nya menggunakan ISO VG 320 - 460
  • Roll :Oli nya menggunakan ISO VG 150 - 460 
Filler
 
Dalam proses filler atau pengisian hampir semua jenis memiliki design yang sama, dan yang membedakan adalah bentuk dari kemasan itu sendiri.  Ada tiga komponen atau bagian penting pada system filler yaitu : Lifter, Rotary joint dan Bearing.
Ketiga komponen tersebut memiliki standards oem yg berbeda-beda:
  • Lifter :  Grease menggunakan NLGI 1 Oil menggunakan ISO VG 32 - 150
  • Rotary Join :Grease menggunakan NLGI 1 dan 2
  • Bearing :Grease menggunakan NLGI 1 
 
Dari keseluruhan proses pada industri minuman tersebut sangatlah penting untuk memperhatikan masing-masing sistem pemprosesan.  Baik proses untuk kemasan dingin atau proses kemasan panas.  Juga rekomendasi pelumas atau grease dari tiap proses.  Efek dari penggunaan pelumas atau grease terlalu encer dan atau terlalu kental bisa berakibat mesin mengalami kebuntuan atau mampat terutama pada sentralized system.  Tidak terkecuali pada aplikasi manual juga dapat mengalami kebuntuan/mampat. Petro-Canada Lubricants
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Februari 2011)

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2018

    Sejarah Pembuatan Produk Bakeri dengan Enzim

    Selama ratusan tahun, gandum digunakan untuk pembuatan roti dan proses pemanggangan roti telah dilakukan oleh Bangsa Mesir kuno.  Enzim pertama yang digunakan pada pembuatan roti adalah malted barley lebih dari 100 tahun yang lalu untuk meningkatkan kandungan amilase dalam tepung terigu dan memperbaiki proses pembuatan roti. a-amilase dari jamur mulai digunakan pada industri bakeri pada tahun 1960an. Enzim ini efektif dalam mendegradasi sebagian damaged starch dan sering ditambahkan ke dalam tepung sebagai suplemen untuk meningkatkan sifat yang diinginkan seperti oven spring dan warna cokelat pada crust. Namun enzim ini mempunyai keterbatasan efek antistaling karena keterbatasan pada stabilitas suhu tinggi.  ...

  • Jan 23, 2018

    Cita Rasa Buah Kalengan Sebagai Ingridien Pangan

    Sebagai bahan pangan, buah tidak hanya dikonsumsi sebagai bahan mentah saja, namun juga sebagai produk olahan yang dapat diaplikasikan pada produk pangan lain. Misalnya pada produk bakeri dan patiseri, buah olahan bisa menjadi pilihan topping yang manarik. Penambahan ingridien buah memberikan nilai tambah pada sensoris produk, baik cita rasa maupun kenampakan. Salah satu produk olahan yang mudah ditemui di pasar adalah buah kalengan. ...

  • Jan 22, 2018

    Produk Roti Berlabel Khusus Menjadi Tren di Eropa

    Selain klaim-klaim kesehatan, Euromonitor (2015) juga mencatat di sektor roti di Eropa bahwa sebagian besar produk bakeri menjual label khusus karena melihat bahwa konsumen Eropa akan membayar lebih untuk produk semacam itu. Produk seperti roti vegetarian, bersertifikat kosher atau halal pun bermunculan sebagai alternatif meski pangsa pasarnya masih terbatas. Namun demikian, tren makanan sehat tetap masih yang utama. ...

  • Jan 20, 2018

    Preferensi Konsumen Terhadap Produk Bakeri

    Konsumen mempunyai kriteria tertentu terhadap mutu roti terutama kesegaran (freshness) dan aroma roti. Bread staling merupakan perubahan fisiko-kimia yang kompleks yang terjadi secara perlahan sehingga menyebabkan pengerasan crumb dan pelunakan crust sehingga roti kehilangan kesegarannya. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga kelembutan roti sehingga kesegaran roti dapat terjaga dalam waktu yang lebih lama. Di samping itu, tingkat kesukaan konsumen terhadap roti juga berbeda-beda, misalnya roti sandwich Inggris mempunyai struktur crumb yang lembut dan tekstur sangat halus, namun tidak populer di Perancis yang menyukai baguettes dengan crust yang renyah, berlubang besar dan crumb yang kenyal.  ...

  • Jan 19, 2018

    Perlunya Pendekatan Keamanan Pangan untuk Kontaminan Hasil Proses

    Menurut Codex Alimentarius, kontaminan merupakan setiap substansi yang tidak sengaja ditambahkan ke dalam bahan pangan atau pakan yang akan muncul sebagai hasil proses produksi, pengolahan, penyiapan, pengemasan, transportasi dan penyimpanan sebelum distribusi, ataupun hasil dari kontaminasi lingkungan. Pengertian tersebut tidak termasuk bagian serangga, rambut, hewan pengerat, dan bahan dari lingkungan eksternal lainnya. ...