Mahasiswa UI Raih Health Agent Award 2011


 

Nutrifood bekerja sama dengan Badan POM RI kembali mengadakan program Health Agent Award 2011. Program ini terdiri dari dua kategori yaitu Mahasiswa dan Pedagang Sehat.
Menurut Public Relations Associate Manager Nutrifood, Arninta Puspitasari, Health Agent Award 2011 merupakan kegiatan lanjutan dari kampanye Nutrifood-Balanced Nutrition for a Longer Healthy Life yang dicanangkan sejak dua tahun yang lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya gaya hidup sehat bagi para mahasiswa dan memberikan pemahaman mengenai gizi seimbang serta manfaatnya bagi tubuh.
 
Health Agent Award kategori mahasiswa merupakan kompetisi proyek gaya hidup sehat melalui social media yang diadakan bagi Mahasiswa di berbagai Universitas. Social media dipilih sebagai tools utama, karena gerakan-gerakan sosial termasuk informasi gaya hidup sehat seperti ini dapat dicapai secara efektif dan mudah dengan meningkatkan penggunaan social media yang semakin berkembang sekarang ini.
 
Pemenang Health Agent Award 2011 dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu inovasi dan implikasi proyek, optimalisasi penggunaan social media dan engagement serta bagaimana proyek tersebut dapat menginspirasi gaya hidup sehat dengan materi-materi edukasi yang berkualitas. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, terpilih 3 pemenang yaitu tim Nutri Box dari Jurusan Gizi Universitas Indonesia sebagai pemenang, tim Smart ways for a healthier life dari Prasetya Mulya Business School sebagai 1 st Runner Up dan Nutricios dari Jurusan Ilmu Ekonomi & Manajemen Universitas Indonesia sebagai 2 nd runner up. Lalu tim Rainbow for food juga terpilih sebagai The Best Concept Health Agent Award 2011.

Oleh : Fri-09

 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Agustus 2011)

Artikel Lainnya

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...

  • Ags 13, 2018

    Meningkatkan Cita Rasa Produk Minuman dengan Kombinasi Protein

    Protein menjadi salah satu zat gizi yang sering ditambahkan dalam beberapa produk pangan. Penambahan tersebut tidak lain untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk pangan yang dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Dalam persepsi konsumen, protein memberikan manfat untuk beberapa hal seperti untuk pertumbuhan otot, meningkatkan energi, pertumbuhan anak, dan dapat mencegah sarcopenia. Dari persepsi tersebut, protein menjadi salah satu ingridien yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan pada produk pangan.  ...

  • Ags 12, 2018

    Peningkatan Probiotik Sebagai Pangan Fungsional

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mendefinisikan pangan fungsional, termasuk di dalamnya probiotik, sebagai pangan yang secara alami maupun telah mengalami proses (produk olahan) yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang berdasarkan kajian ilmiah memiliki sifat fisiologis tertentu, terbukti tidak membahayakan, serta bermanfaat bagi kersehatan. ...