Dukungan Pemerintah bagi Dunia Usaha


 

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini mencapai 6,4 persen. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan optimistisme ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan membaiknya sisi eksternal. Prospek ekonomi dunia terus membaik dan diprakirakan lebih tinggi dari perkiraaan semula. Kecenderungan ini memperkuat keyakinan Bank Indonesia terhadap prospek perekonomian Indonesia pada 2011 bisa mencapai 6,0 - 6,5 persen. Keyakinan tersebut didasarkan pada kinerja ekspor yang masih cukup tinggi sejalan mulainya pemulihan ekonomi global. Meningkatnya aktivitas perekonomian di dalam negeri akan mendorong peningkatan impor. Dengan perkembangan tersebut, transaksi berjalan pada kuartal pertama 2011 diperkirakan masih akan mencatat surplus meskipun ada kecenderungan menurun. 
 
Senada dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan Indonesia di Q1 2011 akan tumbuh sebesar 6,5 persen. Dibandingkan Q1 tahun 2010, angka tersebut meningkat sekitar 0,9 persen, dimana Q1 2010 angka pertumbuhan adalah 5,6 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sektor konsumsi, investasi, dan ekspor. Konsumsi cukup dominan, tetapi yang melegakan adalah pertumbuhan di investasi maupun ekspor. 
Tren pertumbuhan ini akan semakin positif karena pemerintah juga menyatakan dukungannya untuk dunia usaha. Bentuk dukungan itu antara lain adalah pemberlakuan tarif listrik industri yang kembali pada sistem capping, dan penundaan PMK 241. 
 
Tarif Listrik Industri  kembali gunakan capping
 
Sesuai dengan harapan dunia industri, DPR memutuskan agar PLN menunda pencabutan capping (batas) tarif listrik industri, dengan alasan bahwa pelepasan capping tersebut belum seizin DPR sebelumnya. Keputusan ini membuat pengusaha semakin positif menjalankan kegiatan bisnisnya, setelah sebelumnya Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pernah menyampaikan kepada pengusaha agar tidak cemas terhadap usulan PLN yang akan mencabut tarif dasar listrik untuk industri. Darwin memberi jaminan bahwa PLN tidak jadi menaikkan tarif, apapun alasannya, karena PLN harus mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM bersama Komisi VII DPR. 
 
Menanggapi dukungan pemerintah ini, Sekretaris Jenderal GAPMMI Franky Sibarani menyampaikan bahwa kenaikan TDL dan pencabutan kesepakatan capping akan memberatkan industri makanan minuman karena bahan baku mengalami kenaikan yang signifikan hingga 60% dan juga kenaikan pada bahan kemasan yang mencapai 50%. Hal ini akan memicu kenaikan pada harga jual produk jadi.
 
PMK 241 ditunda, dunia usaha lega
 
Kalangan industri kini boleh dikatakan bisa sedikit merasa tenang dengan penundaan pemberlakukan Peraturan Menteri Keuangan No. 241/PMK.011/2010, tentang penerapan sistem klarifikasi barang dan pemberlakuan tarif dan bea masuk atas barang impor. Dalam masa penundaan ini diharapkan ada komunikasi antara pemerintah dengan para pelaku industri untuk membahas dalam memilah produk apa saja yang bea masuknya dinaikkan sesuai PMK No. 241, dan produk apa saja yang tarifnya ditinjau untuk menjadi nol persen (0 %). ”Jumlah produk yang diberitahukan ke pengusaha yang bakal dibebaskan bea masuknya, kisaran 10 komoditi,” kata Sekretaris Jenderal GAPMMI Franky Sibarani. Pemerintah sedang menggodok seberapa banyak komoditi yang akan direvisi bea masuknya dan berapa besaran bea masuknya. Kebutuhan pokok juga merupakan bahan baku industri di industri lain, artinya yang diselamatkan ini bukan hanya masyaraktnya, tapi juga industrinya supaya bisa berkompetisi dengan baik.
 
“Dunia Usaha menuntut bahan pangan yang juga menjadi bahan pokok industri untuk di nol persen kan. Yang di-nol persenkan jangan hanya yang untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum, tapi juga kebutuhan industri, karena industri juga membutuhkan dukungan dari pemerintah,”tegas Franky.

 

Oleh :   Fri-27
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Maret 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...