Konsumen Makin Menghendaki Transparansi


 

Unilever Food Solutions baru-baru ini mempublikasikan hasil penelitian terbarunya yang terangkum dalam World Menu Report.  Penelitian yang melibatkan 3500 responden dari tujuh Negara di dunia bertujuan untuk mengukur dan mengetahui sikap dan tingkah laku konsumen saat makan di luar (eating out). Negara yang menjadi target survei dalam penelitian tersebut antara lain Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Cina, Brazil, Rusia, dan Turki.  
 
Salah satu temuan penting dalam survei tersebut adalah semakin besarnya keinginan konsumen untuk mengetahui apa yang dimakannya.  Konsumen menghendaki transparansi berupa bagaimana makanan tersebut disiapkan, kandungan gizi, dan keamanannya.  Menurut Managing Director Unilever Food Solutions Indonesia –Adam Djokovic, informasi kandungan gizi dari menu yang disajikan di industri jasa boga dapat membantu konsumen dalam mencapai hidup sehat.  “Alasan kunci kenapa informasi gizi menjadi sangat penting, karena dapat membantu konsumen menentukan pilihan yang lebih sehat,” ujar Adam.  Sebanyak 87% responden menyatakan akan memilih makanan yang lebih sehat, jika mendapatkan informasi gizi yang dikandungnya.
 
Lalu siapa yang bertanggung jawab menyediakan informasi?  Hasil survei tersebut menunjukkan, bahwa sebagian besar konsumen beranggapan pelaku industri food service lah yang seharusnya menyediakan informasi yang dimaksud.
 
Oleh : Fri-09
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...