TUV NORD Indonesia Menggelar Seminar FOOD SAFETY

Sebagai wujud keseriusan PT TÜV NORD INDONESIA  dalam memberikan jasa Food Safety & Laboratory Services terhadap bisnis dan industri pangan di Indonesia, pada hari Rabu 2 Maret 2011 yang bertempat di Hotel Aryaduta Semanggi Jakarta, PT TÜV NORD INDONESIA menggelar Open House dan Seminar  tentang Food Safety. Seminar yang diselenggarakan membahas tentang perkembangan sistem keamanan pangan dan kebijakan pemerintan Republik Indonesia terhadap jaminan keamanan pangan. Seminar tersebut didukung oleh para pembicara yang telah ahli didalamnya dan dibuka langsung oleh Caroline Dupont selaku Food Business Development Manager PT TÜV NORD Indonesia.
 
Seminar yang dihadiri sebanyak 40 peserta dari berbagai perusahaan ini membahas beberapa materi menarik seperti  Regulasi dan Sistem Pengawasan Keamanan Pangan yang dibahas oleh Ir. Tetty Helfery Sihombing, MP (Direktur Direktorat Standarisasi Produk Pangan – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI),  Pentingnya Implementasi ISO 22000:2005 pada Industri Pangan oleh Ramot Sihotang (Lead Auditor FSMS – PT TÜV NORD Indonesia).Beberapa poin yang dibahas, antara lain latar belakang dan prinsip food safety management system, food chain philosophy, keterkaitan dengan sistem manajemen mutu (QMS) dan ISO 22000, HACCP serta pre-requisite Program.
 
 
Materi menarik lainnya adalah Pentingnya Implementasi ISO/IEC 17025 dalam laboratorium penguji pangan yang dibahas oleh Dr. Sunarya (Sekretaris Jenderal Komite Akreditasi Nasional –KAN periode tahun 2000-2009) dan pentingnya pengujian mikrobiologi dalam penjaminan keamanan pangan dibahas oleh D.P. Kartikaningtyas (R&D Manager  Laboratorium PT TÜV NORD Indonesia).
 
Oleh :  Riefa
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...