Atasi Perubahan Iklim dengan Diversifikasi Pangan


Dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Indonesia menghadapi perubahan global.  Perubahan iklim ekstrim menurunkan produksi pangan di tengah permintaan pasar yang meningkat.  Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Prof. Ahmad Suryana beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, menurut dia akibat perubahan iklim global pada tahun 2010, FAO meramalkan produksi serealia menurun dari 2280 juta ton menjadi 2200 juta ton.  
 
Akibatnya suplai perdagangan pangan dunia menurun yang meningkatkan harga pangan dunia.  Gejolak harga pangan dunia perlu diwaspadai agar tidak berdampak negatif terhadap penduduk.
 
Program diversifikasi pangan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut.  Namun, staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB –Dr. Dahrul Syah, mengingatkan bahwa diversifikasi pangan harus mengacu pada sumber daya lokal.  “Jangan sampai diversifikasi pangan hanya menjadi diversifikasi impor, dari beras menjadi terigu,” kata Dahrul.   Agar diversifikasi pangan berhasil, Dahrul mengharapkan adanya kerja sama dan keterbukaan dari masing-masing pihak.  Selain itu, program diversifikasi pangan hendaknya dapat menggerakkan kegiatan ekonomi setempat, dan produk yang dihasilkannya merupakan produk yang unggul. 
 
Oleh :  Fri-09
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...

  • Ags 13, 2018

    Meningkatkan Cita Rasa Produk Minuman dengan Kombinasi Protein

    Protein menjadi salah satu zat gizi yang sering ditambahkan dalam beberapa produk pangan. Penambahan tersebut tidak lain untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk pangan yang dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Dalam persepsi konsumen, protein memberikan manfat untuk beberapa hal seperti untuk pertumbuhan otot, meningkatkan energi, pertumbuhan anak, dan dapat mencegah sarcopenia. Dari persepsi tersebut, protein menjadi salah satu ingridien yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan pada produk pangan.  ...