Atasi Perubahan Iklim dengan Diversifikasi Pangan


Dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Indonesia menghadapi perubahan global.  Perubahan iklim ekstrim menurunkan produksi pangan di tengah permintaan pasar yang meningkat.  Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Prof. Ahmad Suryana beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, menurut dia akibat perubahan iklim global pada tahun 2010, FAO meramalkan produksi serealia menurun dari 2280 juta ton menjadi 2200 juta ton.  
 
Akibatnya suplai perdagangan pangan dunia menurun yang meningkatkan harga pangan dunia.  Gejolak harga pangan dunia perlu diwaspadai agar tidak berdampak negatif terhadap penduduk.
 
Program diversifikasi pangan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut.  Namun, staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB –Dr. Dahrul Syah, mengingatkan bahwa diversifikasi pangan harus mengacu pada sumber daya lokal.  “Jangan sampai diversifikasi pangan hanya menjadi diversifikasi impor, dari beras menjadi terigu,” kata Dahrul.   Agar diversifikasi pangan berhasil, Dahrul mengharapkan adanya kerja sama dan keterbukaan dari masing-masing pihak.  Selain itu, program diversifikasi pangan hendaknya dapat menggerakkan kegiatan ekonomi setempat, dan produk yang dihasilkannya merupakan produk yang unggul. 
 
Oleh :  Fri-09
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...