Grand Opening of New Renovated Innovation Centre Puratos Indonesia

Setelah 6 bulan mengalami renovasi, akhirnya Senin, 7 Maret 2011 Puratos Indonesia membuka kembali Innovation Centre yang bertempat di perkantoran Grogol,  Jakarta. Acara yang mengusung tema “to hear, smell, see, touch, and taste…Create More Sense to Your Business” menghadirkan 3 Chef ahli di dalamnya, seperti Technical Bakery Consultant Puratos Belgium Benny Vervaeck, Patissier dari Puratos Japan Nubuo Arihara, dan Technical Manager Puratos Indonesia Adang Hendra.  
 
Seperti tema yang diusung “to Hear, Smell, See, Touch, and Taste”, Hear berarti harus mendengar keinginan konsumen, Smell yang berarti jika seseorang masuk kedalam lingkungan bakery harus mencium aroma bakery yang harum agar konsumen yang datang akan tertarik untuk mencobanya, See yang berarti melihat bagaimana penyajian dari suatu produk yang bisa menarik konsumen, Touch yang artinya menyentuh untuk mengetahui tekstur produk yang diinginkan oleh konsumen dan Taste yang berarti mencicipi rasa produk yang disukai oleh konsumen. 
“Saat ini hal terpenting adalah konsumen, bukan hanya sekedar menjual bahan tetapi kita juga harus mengetahui keinginan konsumen, karena pada ujungnya konsumen yang menentukan keberhasilan kita, untuk itulah Innovation Centre ini dibuat”, tutur General Manager Puratos Indonesia Suryati Susanto. 
 
Dalam kesempatan yang bersamaan Puratos Indonesia mempromosikan produk terbarunya, salah satunya adalah Magnifier yang memiliki 4 varian rasa seperti cappucino, white, natural dan magnifier cocoa.
 
Oleh :   Riefa
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...