Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pangan dan Hasil Pertanian


Tantangan globalisasi informasi dan perdagangan sudah di depan mata.  Industri pangan harus menghasilkan produk yang bermutu tinggi dengan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang berkualitas.  Kondisi industri pangan dalam negeri perlu terus dikembangkan guna meningkatkan daya saing.  Salah satunya adalah melalui kompetensi kerja bagi SDM (Sumber Daya Manusia) industri pangan.  Kompetensi kerja memuat 3 unsur yaitu skill (cakupan keterampilan), knowledge (cakupan/asal pengetahuan), dan attitude (sikap). Untuk itu diperlukan sistem kompetensi kerja profesional dan hal ini telah lama berjalan di negara-negara industri.
 
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, stakeholder industri pangan sedang membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pangan dan Hasil Pertanian (LSP IPHP).  LSP IPHP adalah lembaga independen dan badan hukum nirlaba yang diakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk membina, mengembangkan dan menyelenggarakan uji kompetensi tenaga kerja profesional yang mempunyai kompetensi bertaraf international dan menjadi  acuan nasional dalam bidang industri pangan dan hasil pertanian. Sasaran LSP IPHP ini adalah : (1) terwujudnya sertifikasi profesi di bidang industri pangan dan hasil pertanian; (2) terwujudnya standarisasi kompetensi kerja di bidang industri pangan dan hasil pertanian; dan (3) terwujudnya penegakan kode etik profesi di bidang industri pangan dan hasil pertanian.  
LSP IPHP ini di dukung oleh kementerian/instansi Pembina terkait dan partisipasi dari : Asosiasi Dunia Usaha/Industri (GAPMMI dan AGRIN); Asosiasi Pakar (PATPI, PERGIZI, dan BBIA); Pakar Dunia Bisnis; dan Pengusaha/Industriawan.  Lembaga Sertifikasi Industri Pangan dan Hasil Pertanian ini sedang dalam proses lisensi di BNSP.  Semoga nantinya keberadaan LSP IPHP dapat menciptakan tenaga kerja professional yang kompeten dalam industri pangan dan hasil pertanian sehingga mampu menciptakan produk-produk yang bermutu dan berdaya saing tinggi.
 
 
Informasi lebih lanjut 
silakan menghubungi :
Gabungan Pengusaha 
Makanan dan Minuman 
Seluruh Indonesia (GAPMMI)
 
Kantor Pusat : Departemen Pertanian, Gedung F Lt. 2 
No. 224 – A, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, 
Jakarta Selatan 12550 - 
Telp. (+62 21) 70322626-27, 
Fax. (+62 21) 7804347, 
email. gapmmi@cbn.net.id
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Jan 16, 2019

    Kolaborasi dalam Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan

    Sistem rantai nilai pangan berkelanjutan tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara petani kecil, pelaku industri, pemerintah, dan institusi riset. ìSemua tantangan ini bisa kita jawab secara bersama-sama, untuk itu kita semua perlu untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi, ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri. ...

  • Jan 16, 2019

    PT Abadi Nusa: Optimalkan Layanan Setelah Penjualan

    Proses atau layanan setelah penjualan (after sale services) merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen jika akan membeli atau menggunakan suatu alat analisis. Rumit dan kendala teknis sering menjadi salah satu faktor terbesar untuk memperoleh layanan setelah penjualan.  ...

  • Jan 15, 2019

    Potensi Kearifan Lokal Indonesia

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menegaskan bahwa Indonesia perlu fokus dalam membenahi agrobisnis utamanya dalam mendukung produksi bahan baku industri dari dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sekaligus kearifan lokal. Kekayaan budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga kini menjadi sebuah optimisme dalam mengembangkan berbagai produk pangan berdaya saing global.  ...

  • Jan 14, 2019

    Menggali Keunggulan Kompetitif dan Komparatif Industri Pangan

    Industri pangan memiliki nilai ekspor terbesar dalam kelompok hasil industri. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilainya mencapai 26.27 juta USD pada 2016. Tantangan nyata bagi agroindustri Indonesia adalah bagaimana meningkatkan keseimbangan perdagangan agroindustri, yakni membuat nilai ekspor lebih besar dari nilai impor ...

  • Jan 13, 2019

    Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

    Tantangan di era 4.0 terus menjadi topik bahasan yang menarik. Kali ini dunia agrobisnis menjawabnya dengan beberapa sistem yang dapat diterapkan pada industri pangan seperti sistem rantai nilai pangan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dari pihak praktisi industri, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Stefanus Indrayana memaparkan bahwa konsep sistem rantai nilai pangan berkelanjutam berbasis kearifan lokal sebagai langkah terbaik yang dapat dilakukan industri pangan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.   ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland