Penyusunan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia 2012


Kementerian Perindustrian sedang megumpulkan masukan dari dunia usaha terkait penyusunan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia 2012.  BTBMI merupakan pengklasifikasian barang tertentu ke dalam sebuah pos tariff yang digunakan dalam perdagangan dunia dan berlaku secara umum di seluruh dunia. BTBMI disempurnakan setiap 5 (lima) tahun sekali berdasarkan ketentuan di WCO (World Custom Organization).  Terdapat 228 klasifikasi barang yang diamandemen (dihapus dan/atau ditambah) untuk  HS (harmonized system) 2012.  Selanjutnya, telah disusun AHTN (ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature) berdasarkan amandemen WCO 2012. Di tingkat WCO, apabila nilai perdagangan suatu barang mencapai ≥  USD 1 juta ( 6 digit), di tingkat Asean, apabila nilai perdagangan suatu barang mencapai ≥  USD 200 ribu (8 digit) dan di tingkat Nasional, pemunculan pos tarif untuk klasifikasi barang yang baru dimaksudkan untuk kepentingan statistik  atau data impor dan ekspor (10 digit). 
 
Capacity Building Codex Indonesia
Codex Alimentarius Commission didirikan pada tahun 1963 oleh FAO dan WHO untuk mengembangkan standar makanan, pedoman dan teks terkait seperti kode praktek di bawah Joint FAO/WHO Food Standards Programme.  Tujuan utama dari program adalah melindungi kesehatan konsumen dan memastikan praktek perdagangan yang adil dalam perdagangan pangan, dan meningkatkan koordinasi semua standar pangan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi pemerintah dan non-pemerintah internasional.
Guna meningkatkan wawasan stakeholder di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Codex Contact Point di Indonesia menyelenggarakan workshop Capacity Building Codex Indonesia.  Dalam workshop tersebut peserta diberikan wawasan dan prosedur-prosedur pengajuan standar Codex guna lebih meningkatkan peran aktif Indonesia dalam kegiatan-kegiatan Codex ke depan, termasuk simulasi pelaksanaan sidang Codex.
 
Transparansi informasi suku bunga dasar kredit
 
Bank Indonesia telah mengeluarkan surat edaran (SE Ekstern) bernomor  No 12/5/DPNP tentang transparansi suku bunga dasar kredit.  Latar belakang dan tujuan dikeluarnya Surat Edaran Bank Indonesia ini adalah untuk lebih meningkatkan transparansi mengenai karakteristik produk perbankan (manfaat, biaya dan risiko) dan meningkatkan good governance dan mendorong persaingan yang sehat dalam industri perbankan antara lain melalui terciptanya disiplin pasar (market discipline) yang lebih baik.  Bank wajib menerapkan transparansi informasi mengenai karakteristik  Produk Bank sebagaimana disebutkan pada Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 8 ayat 1 di dalam PBI No.7/6/PBI/2005.  Dalam hal ini, kewajiban penerapan transparansi informasi produk Bank yang dimaksud adalah hal-hal yang mencakup aspek perhitungan dan penetapan suku bunga untuk kredit, khususnya Suku Bunga Dasar Kredit (prime lending rate).  
 
Kajian pasar ekspor komoditi strategis  
 
  Kajian Market Intelligenece ini bertujuan untukmenganalisis karakteristik dan preferensi konsumen terhadap produk pertanian yang dikaji, menganalisis potensi dan peluang pasar komoditas pertanian di negara tujuan ekspor, menganalisis kebijakan, aturan perdagangan dan persyaratan impor dari negara tujuan.  Tujuan lainnya adalah menganalisis jaringan distribusi dan importir di negara tujuan, menganalisis data harga dan biaya freight di negara tujuan ekspor, menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif komoditas pertanian Indonesia, menganalisis tren permintaan komoditas dan spesifikasi produk yang diminta negara pengimpor (buyer), menganalisis kondisi negara-negara pesaing utama serta menyusun kebijakan dan strategi dalam rangka meningkatkan akses dan pengembangan pasar.  Ruang lingkup kajian ini meliputi 4 negara (Amerika Serikat, Belamda, China dan Arab Saudi) dan 22 komoditas (Minyak Nilam, Minyak Cengkeh, Kacang Mete, Kopi, The, Kayu Manis, Pala, Lada, Mangga & Manggis, Pisang, Rambutan, Salak, Turmerik, Jahe, Kencur, Temulawak, Anggrek, Tanaman Hias, Beras dan Tapioka.
 
Informasi lebih lanjut 
silakan menghubungi :
Gabungan Pengusaha 
Makanan dan Minuman 
Seluruh Indonesia (GAPMMI)
 
Kantor Pusat : Departemen Pertanian, Gedung F Lt. 2 
No. 224 – A, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, 
Jakarta Selatan 12550 - 
Telp. (+62 21) 70322626-27, 
Fax. (+62 21) 7804347, 
email. gapmmi@cbn.net.id
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edis April 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...