Whats hot, whats not?


Inovasi tetap menjadi sumber kehidupan pasar yang dirasa semakin jenuh. Kendati terjadi resesi global pada tahun 2008, pertumbuhan tetap terjadi di sektor produk berbasis susu. Seperti yang telah diperkirakan, Eropa Barat memimpin dengan 4161 peluncuran produk susu baru pada tahun 2009, diikuti oleh Eropa Timur sebanyak 2110 produk baru, 1150 produk baru di Asia, 1114 produk baru di Amerika Utara dan 892 produk di daerah Amerika Latin. Bahkan pasar produk susu yang lebih kecil seperti Timur Tengah dan Afrika menunjukkan bahwa inovasi terus bertumbuh dengan 384 produk baru di Afrika and 351 produk di Timur Tengah.  

 
Pertumbuhan produk susu di Asia
Asia Pasifik merupakan wilayah peminum susu terbesar dan memiliki prospek pertumbuhan yang paling menarik. Secara umum, menurut Euromonitor, perkembangan produk susu di negara berkembang terlihat lebih baik dibanding di negara maju. Meskipun diperkirakan akan terdapat laju pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) di dunia sebesar 1,9% antara tahun 2011-2014 pada sektor produk susu, wilayah Asia Pasifik diperkirakan memiliki CAGR terbesar selama periode ini yaitu 3,5%. Sedangkan Eropa Barat diperkirakan hanya memiliki CAGR sebesar 0,2% untuk produk susu, disusul oleh Timur Tengah dan Afrika dengan CAGR sebesar 2,2%, Eropa Timur sebesar 2,4% dan Amerika Latin sebesar 2,8%.
 
Dalam kategori produk susu, menurut statistik Euromonitor, pertumbuhan terbesar antara tahun 2011-2014 akan ditempati minuman sari kedelai – dengan CAGR seluruh dunia sebesar 4,2%; disusul oleh minuman susu berperisa sebesar 3,8%, susu bubuk berperisa sebesar 2,5%, susu segar sebesar 1,4% dan susu bubuk sebesar 0,7%. Penambahan manfaat fungsional pada produk susu adalah sangat penting untuk meningkatkan minat konsumen pada produk susu. 
 
Perkembangan yoghurt secara global
Statistik Euromonitor menunjukkan bahwa Eropa Barat merupakan pasar terbesar untuk yoghurt dan acidified milk, disusul oleh wilayah Asia Pasifik dalam hal nilai dan volumenya. Meski demikian, tampaknya yang akan terjadi adalah Asia Pacific akan memimpin dengan tingkat CAGR sebesar 3.9% pada periode 2011-2014 sedangkan Eropa Barat hanya diprediksi memiliki CAGR sebesar 1% selama periode yang sama. Amerika Latin tampaknya juga akan sukses dalam kategori ini, dengan nilai pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 5,1%, dibandingkan 4,6% untuk Timur Tengah dan Afrika, dan 3,6% untuk Eropa Timur. 
 
Euromonitor juga memperkirakan bahwa yoghurt akan memperoleh pertumbuhan global yang jauh lebih besar dibandingkan minuman acidified milk pada periode 2011-2014. Namun, dalam kategori yoghurt, produk yoghurt berperisa dan plain set yoghurt memiliki tingkat pertumbuhan yg sangat terbatas selama periode 2011-2014. Sedangkan set yoghurt yang memiliki kandungan fungsionalmerupakan produk yang akan memiliki tingkat pertumbuhan CAGR tertinggi baik dari segi nilai dan volume secara global sebesar 6.9%. 
 
Market trend dan minat konsumen 
Inovasi terus menjadi penggerak pertumbuhan pasar dan menciptakan peluang bagi produsen makanan dan minuman untuk menciptakan market trend dalam sector produk susu.
 
Market trends utama pada tahun 2010 dan tahun-tahun selanjutnya berdasarkan analisa pasar adalah : ‘sense of simplicity’, produk ‘free from/terbebas dari’ dan fokus lanjutan pada kesehatan pencernaan dan solusi “weight management/ pengaturan berat badan. 
 
Kesehatan pencernaan & merasakan manfaat
Pada tahun 2010, klaim “kesehatan saluran cerna” dan kemampuan konsumen merasakan “manfaat” menjadi megatrend dan menjadi pesan pemasaran yang sangat diminati.  Oleh sebab itu, produsen produk susu dan minuman berlomba mencari bahan baku yang menawarkan klaim fungsional yang manfaatnya dapat dirasakan oleh para konsumennya. Salah satu contohnya adalah pada minuman produk susu kesehatan, yang menguasai mayoritas pengembangan produk baru yang diluncurkan pada tahun terakhir.  Dan lagi, sebagai salah satu produk yang memimpin dengan berbagai klaim kesehatan, yoghurt semakin sering digunakan untuk menyampaikan klaim di kemasannya, mulai dari pesan ’membantu pencernaan’ dan ’menjaga keseimbangan pencernaan’ hingga ’membantu kekebalan tubuh’ dan ’menguatkan tulang’.
Dengan mengaplikasikan sejumlah inulin BENEO dan/atau oligofruktosa (tersedia di pasaran sebagai Orafti®inulin dan Orafti®oligofruktosa) ke dalam minuman produk susu dan yoghurt, produsen dapat menghasilkan produk yang menawarkan manfaat nyata terhadap kesehatan pencernaan konsumen. Dengan asupan inulin dan oligofruktosa secara berkala (sebanyak lima gram setiap harinya), bifidobakteria yang menguntungkan akan terstimulasi dan meningkat jumlahnya lima hingga sepuluh kali lipat. Di lain pihak, jumlah organisme berbahaya seperti klostridia di dalam sistem pencernaan juga akan berkurang. Sementara itu regularitas buang air besar membaik yang juga berperan besar dalam menjaga kesehatan system saluran cerna. Lebih jauh, produk BENEO yaitu Oligofruktosa atau enriched- inulin, yang merupakan patent dari BENEO (tersedia di pasaran sebagai Orafti® Synergy 1) telah terbukti secara klinis mampu meningkatkan penyerapan kalsium untuk meningkatkan kekuatan tulang. 
 
Weight Management
Dalam hal weight management, yoghurt dan produk susu diperkirakan akan semakin memegang peranan penting. Slogan ‘sedikit itu lebih baik’ (rendah kalori, rendah lemak, rendah natrium, dan rendah gula) akan tetap menjadi tema utama pada peluncuran produk baru; contoh bagus mengenai ini adalah yoghurt bebas-lemak Vitalinea dari Danone, yang mengkombinasikan antara pesan rendah-lemak dan pesan ‘kenyang’. Produk susu juga menjadi lebih fungsional berkenaan dengan  pengelolaan berat badan, melalui peluncuran produk seperti minuman yoghurt rendah-lemak Hunger Shot Strawberry Flavour High Protein & Fibre dari Slim Fast dan susu minuman rendah-lemak berperisa Silhouette Active dari Candia menjadi lebih umum dijumpai.
 
Terdapat serangkaian produk yang mendorong klaim weight management melalui penggunaan inulin dan oligofruktosan dari BENEO. Terdapat bukti ilmiah yang menyatakan bahwa inulin dan oligofruktosa, sebagai bahan baku tunggal  dapat menurunkan asupan energi setelah makan dan secara menguntungkan dapat mempengaruhi metabolisme gula dan lemak. 
 
Selain itu, Isomaltulosa BENEO (tersedia di pasaran sebagai Palatinose™) merupakan satu-satunya karbohidrat yang menyediakan asupan energi bagi tubuh untuk jangka waktu yang jauh lebih lama dibanding sukrosa dan sekaligus memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap kadar glukosa darah. Dengan demikian, karena menyediakan energi yang seimbang dan berkesinambungan, bahan ini juga dianggap sebagai karbohidrat yang menyediakan “kalori lambat”. Bahan ini ideal untuk digunakan pada produk makanan dan minuman, terutama produk susu. Selain itu, karena hygroscopicity yang rendah, Palatinose™ juga cocok untuk produk instan seperti susu bubuk.
 
Sense of simplicity
Tren lain yang terlihat akan menyusul adalah ‘all things simple’ dan ‘natural’/alami’. Kita melihat adanya pertumbuhan yoghurt tanpa aditif dan yoghurt tanpa bahan pengawet, dan juga segala yang berbau ‘organik’ dan ‘alami’ yang semakin populer. Untuk meyakinkan bahwa pesan ‘alami’ yang dipromosikan adalah “dapat dipercaya” – berkaitan dengan produk pangan fungsional – para produsen produk makanan dan minuman yang menawarkan klaim fungsional tersebut, harus memilih bahan baku yang tepat dengan sangat selektif. Itulah sebabnya BENEO, misalnya, hanya menggunakan komposisi alami yang paling murni seperti beras, chicory dan gula bit.
 
‘Free from’
Tahun 2009 dianggap sebagai tahun klaim ‘free from/terbebas dari’, dengan semakin banyaknya produk laktosa baru dan produk bebas-produk susu yang memenuhi rak-rak supermarket utama. Tren ‘terbebas dari’ sekali lagi mendapatkan momentum pertumbuhannya di tahun 2010. Produk alternatif susu – seperti produk berbahan dasar susu kambing, susu kedelai dan susu berbasis beras (rice-milk). akan berkembang pesat dan campuran kreatif ‘terbebas dari’ dan ‘klaim sehat’ juga akan terbukti semakin populer. Sebagai contoh, di sini adalah minuman sari kedelai Alpro Soya dengan inulin, yang mengkombinasikan pesan ‘bebas-laktosa’ dan ‘kesehatan usus’ untuk pemasaran minuman campuran yang maksimal.  
 
Pendekatan Produsen
Sejalan dengan permintaan produk fungsional yang semakin meningkat dalam beberapa tahun, produksi dan pemasaran menjadi semakin kompleks. Selain itu, diskusi terakhir mengenai dampak peraturan menunjukkan betapa kompleks hubungan antara makanan dan minuman, gizi, undang-undang dan komunikasi terhadap konsumen. 
Hal ini berarti bahwa pendapat yang dapat diandalkan dan informasi yang jelas akan menjadi lebih penting dibanding sebelumnya. Institut BENEO yang baru saja didirikan memfasilitasi akses konsumen ke riset terbaru dalam bidang gizi, dan dapat menganjurkan atau memberi saran tentang klaim dan juga hal-hal yang berhubungan dengan peraturan pemerintah setempat mengenai klaim tersebut. Dengan demikian, produsen diharapkan akan termotivasi untuk terus mengembangkan pendekatan inovatif terhadap makanan fungsional. 
 
Oleh : im Van der Schraelen, 
            Manajer Komunikasi Pemasaran, BENEO 
           dan Koen van Praet, Direktur Pengelola, Beneo Asia.
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juni 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Jun 20, 2018

    Regulasi produk seasoning di Indonesia

    Produk seasoning yang termasuk ke dalam kategori pangan 12.0 meliputi garam,  rempah, sup, saus, salad, dan protein yang telah diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan 01.0 ñ 16.0.  kategori produk seasoning tersebut merupakan jenis bahan-bahan yang sering ditambahkan pada pangan olahan. Untuk itu, pangan olahan yang mengandung produk seasoning juga sangat perlu memenuhi beberapa poin yang menjadi konsentrasi baik pihak produsen, konsumen, maupun pemerintah dalam pengawasan.  Beberapa poin tersebut adalah keamanan yang meliputi bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku, cemaran, bahan penolong, dan kemasan pangan; mutu, gizi, label, dan iklan.  ...

  • Jun 19, 2018

    Praktek higiene dan sanitasi dalam penanganan susu segar

    Berdasarkan standar kualitas susu segar (SNI 31411:2011) jumlah mikroba maksimum yang diperbolehkan adalah 1 juta koloni per mililiter (10 CFU/mL). Oleh sebab itu, susu segar pada umumnya akan mengalami kerusakan setelah 4-5 jam pada suhu kamar. Untuk menghasilkan susu segar dengan angka mikroba yang rendah harus dimulai dengan praktek higiene dan sanitasi yang baik sebelum pemerahan, saat pelaksanaan pemerahan, hingga penanganan pasca pemerahan. Pada waktu masih di dalam tubuh dan ambing ternak yang sehat, susu masih dalam keadaan steril. Kontaminasi mikroba di dalam susu terjadi pada saat proses pemerahan, yaitu berasal kulit tubuh ternak khususnya bagian seputar ambing dan puting, dari tangan pemerah, dari wadah/ peralatan penampungan susu, dan lingkungan tempat pemerahan. ...

  • Jun 18, 2018

    Potensi pemanfaatan peptida bioaktif dalam produk susu

    Meningkatnya perhatian akan hubungan asupan pangan terhadap kesehatan membuat konsumen menginginkan produk pangan yang bisa bermanfaat dalam mencegah  munculnya penyakit serta secara sinergi meningkatkan status kesehatan. Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang terdapat dalam asupan harian dan di samping  perannya dalam menyuplai gizi, protein juga mempunyai komponen fungsional yang memiliki fungsi positif bagi tubuh, yaitu berupa peptida bioaktif (bioactive peptide). ...

  • Jun 15, 2018

    Perancangan proses pengolahan susu untuk mengantisipasi ancaman foodborne pathogen

    Penyakit yang disebabkan oleh patogen (foodborne pathogen) masih menjadi permasalahan hampir di seluruh negara secara global. Penyakit  tersebut paling sering disebabkan oleh mikrobiologi seperti bakteri dan metabolitnya serta virus dan toksinnya.  ...

  • Jun 14, 2018

    Penggunaan laktoperoksidase untuk pengawetan susu segar

    Dewasa ini telah dikembangkan suatu metode pengawetan susu segar dengan cara mengaktifkan enzim laktoperoksidase (LPO) yang secara alami sudah ada di dalam susu. LPO merupakan salah satu dari puluhan jenis enzim di dalam susu segar dengan berat molekul berukuran sedang (78.000 Dalton) dan mengandung karbohidrat sekitar 10%. Di samping ada di dalam susu segar, LPO juga ditemukan pada cairan tubuh hewan mamalia dan manusia, seperti pada saliva dan kolostrum. Metode pengaktifan LPO untuk pengawetan susu segar dikenal dengan sebutan lactoperoxydase-system atau sistem laktoperoksidase (Sistem-LPO). Aktifnya LPO di dalam susu dapat menghasilkan efek antibakteri pada susu segar (Legowo et al., 2009). ...