Cheese Powder : the Ultimate Solution Ingredient

 

alam mengembangkan satu produk baru, produsen pangan dituntut untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan situasi pasar dimana produk tersebut akan diluncurkan.  Diharapkan dengan melakukan analisa dan kajian secara mendalam terhadap kedua hal tersebut, maka produk yang dihasilkan akan mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh konsumen dan sekaligus mampu menjadi satu produk yang unggul di pasar bila dibandingkan dengan produk sejenis.
Kondisi ekonomi yang terus membaik terlihat dari pendapatan per kapita yang telah mencapai USD 3,015 pada tahun 2010 (dibandingkan dengan USD 2,327 pada tahun 2009) dan angka pertumbuhan GDP yang juga meningkat tajam dari 4.6% pada tahun 2009 ke 6.1% pada tahun 2010 memberi dampak positif kepada kemampuan konsumen untuk memiliki disposable income yang lebih baik.
 
Disposable income ini membuat konsumen mempunyai kesempatan untuk mencoba berbagai macam produk yang ditawarkan oleh para produsen.  Akibatnya kompetisi di antara para produsen pangan semakin tinggi, supaya konsumen tertarik membeli produk yang diluncurkan ke pasar. 
 
Pada gilirannya, produsen dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan konsep produk dan cara promosi, di lain pihak, produsen juga harus melakukan efisiensi biaya, baik dari sisi proses, maupun bahan baku.
Upaya untuk melakukan efisiensi biaya dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain penggunaan peralatan produksi berteknologi tinggi agar dapat meningkatkan yield dengan proses produksi yang lebih sederhana dan penggunaan bahan baku yang lebih efisien baik pada proses produksi maupun logistiknya.  
 
Dalam pemilihan bahan baku ini yang perlu dipertimbangkan adalah sejauh mana bahan baku ini mampu menjawab kebutuhan pasar baik dari sisi rasa, kandungan gizi maupun harga. Bahan baku tersebut harus dapat disimpan dalam suhu ruang dan mudah untuk diaplikasikan dalam berbagai proses penyiapan makanan.  Kemudahan transportasi bahan baku juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan. 
 
Cheese Powder
Kraft mempunyai satu solusi untuk menjawab kebutuhan konsumen untuk memperoleh produk yang convenient, sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri untuk memproleh bahan baku yang cost efficient : Kraft® cheese powder
 
Dari sisi konsumen :
  • Memberikan rasa dan aroma keju yang digemari oleh konsumen Indonesia 
  • Memberikan nilai gizi
  • Produk premix yang mengandung cheese powder mudah untuk disimpan dan diolah 
 
Dari sisi produsen :
  • Tersedia dalam berbagai variasi harga dan profil aroma
  • Digunakan untuk memberikan aroma keju dalam setiap aplikasi produk
  • Mempunyai umur simpan yang panjang tanpa memerlukan suhu rendah dan ideal untuk digunakan dalam aplikasi berkadar air rendah dan low-water-activity 
  • Format powder memudahkan penimbangan dan aplikasi di produksi
  • Beberapa produk dirancang khusus untuk saus keju yang mudah dilarutkan 
  • Kadar air rendah berarti biaya pengiriman dan penyimpanan yang lebih efisien
  • Dapat dikombinasikan untuk menciptakan profil aroma sebagai ciri khas produk
 
Produsen Kraft® cheese powder adalah Kraft Food Ingredients Corporation (KFIC) yang merupakan satu divisi dari Kraft Food Inc, salah satu perusahaan pangan terbesar di dunia, yang dikhususkan untuk menjual bahan baku dari Kraft.  KFIC mempunyai pemahaman yang menyeluruh atas proses pengolahan pangan dan tantangan yang dihadapi oleh para produsen makanan mulai dari pengembangan produk, proses produksi dan pemasaran produk jadi. 
KFIC berkantor pusat di Memphis, kota terbesar di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat. Kantor pusat ini dilengkapi dengan fasilitas produksi cheese powder, pusat teknologi dan fasilitas pilot plant.
Selain fasilitas di Memphis, KFIC juga mempunyai fasilitas produksi di Springfield, Beaver Dam, Waupaca, New Ulm, Albany, Champaign, Kendallville, Lowville, Philadelphia, dan Fairlawn.
 
KFIC menyediakan solusi untuk material keju yang inovatif :
  • Solusi produk : produk keju Kraft mempunyai banyak varian untuk aroma dan format, mulai dari grated cheese, soft cheese, pasteurized cheese, cheese powder, cheese flavors, untuk memenuhi kebutuhan produsen makanan. Solusi yang tepat seringkali merupakan kombinasi dari beberapa produk keju untuk mendapatkan hasil yang optimum.
  • Solusi teknologi : KFIC mempunyai akses untuk mendapatkan dan inovasi keju terkini dari Kraft basic research group.  Anggota tim R&D berfungsi sekaligus sebagai artis dan ilmuwan.  Pusat teknologi dan fasilitas pilot plant di Memphis didedikasikan untuk menggunakan inovasi ini untuk kebutuhan khusus setiap produsen sambil tetap menjaga kerahasiaan project.  Regulasi di lapangan, kualitas dan manajemen spesifikasi menjamin kontrol yang ketat untuk pelabelan dan keamanan makanan di dalam setiap produk Kraft. 
  • Solusi kuliner : KFIC selalu mempergunakan pengetahuan seperti riset pasar dan juga in-house chefs at Culinari Center untuk efisiensi waktu yang digunakan untuk pengembangan produk mulai dari konsep sampai ke skala produksi. Hubungan yang erat dengan teknologi dan para ahli dalam aplikasi food service adalah sebuah keuntungan besar.  KFIC selalu melakukan inovasi untuk konsep produk yang belum pernah ada di pasar, aplikasi dengan sentuhan teknologi dan seni, atau cara aplikasi lain yang lebih efisien.
 
Kraft cheese powder menggunakan produk keju retail Kraft sebagai bahan baku.  Tidak ada keju yang tidak memenuhi standar kualitas Kraft atau “opportunity cheese” yang digunakan di dalam Kraft® cheese powder. “Opportunity cheese”, adalah keju-keju yang sudah tidak terpakai di perusahaan-perusahaan produsen keju dan bisa diperoleh dengan harga yang murah.  Sehingga jenis dan kualitas cheese powder yang dihasilkan akan berbeda dari waktu ke waktu.
 
Aplikasi cheese powder
yai banyak aplikasi dalam produk makanan dan digunakan untuk memberikan karakter keju untuk produk dengan kadar air rendah. 
Snack (chips, extruded, noodle snack) seasoning adalah pasar terbesar untuk cheese powder di Indonesia. Kraft® cheese powder juga merupakan bahan utama untuk seasoning yang digunakan di : kacang, daging olahan, tepung bumbu, bubuk kaldu, saus (siap saji), premix saus & sup.
 
Selain seasoning, Kraft cheese powder juga digunakan dalam aplikasi bakery (in dough, cream filling, powder cake premix) 
Fungsi utama Kraft cheese powder dalam snack, kacang, tepung bumbu, bubuk kaldu dan bakery adalah membangun profil flavor, mouthfeel dan penampakan.
 
Di dalam aplikasi daging olahan, premix saus dan sup, cheese powder sangat mempengaruhi flavour, mouthfeel, tekstur dan warna.
 
Masalah utama dalam aplikasi daging olahan, saus (siap saji) dan bakery adalah ketahanan terhadap proses panas. Untuk itu perlu digunakan cheese powder dengan kandungan cheese solid yang tinggi. 
 
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juni 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...