Carton Packaging for Yoghurt Based Drink


 

Yoghurt merupakan salah satu produk berbasis susu yang perkembangannya cukup pesat di Indonesia.  Hal ini terlihat dengan banyaknya ragam dan varian yoghurt yang dapat ditemukan di pasaran, termasuk kedai-kedai yoghurt yang terdapat di mal.
 
Salah satu keunggulan yoghurt adalah manfaatnya bagi kesehatan yang telah dikenal secara luas oleh konsumen.  Selain mengandung zat gizi penting yang berasal dari susu, yoghurt juga mengandung bakteri probiotik.  Bakteri baik tersebut dapat mendukung kesehatan, terutama karena kemampuannya memberi keseimbangan mikroba dalam usus.
Selain itu, yoghurt juga memiliki cita rasa yang khas.  Rasa asam merupakan karakter yoghurt yang paling utama dan dapat memberi sensasi kesegaran bagi penikmatnya.  Rasa asam tersebut dapat dikombinasi dengan aneka rasa buah.
Rasa asam sebenarnya berasal dari asam laktat yang terbentuk dari hasil fermentasi laktosa oleh mikroba.  Asam laktat juga akan bereaksi dengan protein susu membentuk tekstur.
 
 
Suatu produk dikatakan sebagai yoghurt jika mengandung bakteri probiotik hidup dalam jumlah tertentu.  Sementara itu, juga dikenal susu fermentasi, yakni produk yang pada prinsipnya melalui proses fermentasi seperti yoghurt, namun tahapan prosesnya lebih singkat.  Contoh dari produk susu fermentasi adalah traditional sour milk, seperti kefir, laban, dan filmjolk (susu asam khas Swedia).
 
Inovasi produk yoghurt berkembang cukup cepat, mulai dari segi flavor, jenis bakteri probiotik yang digunakan, pengolahan, hingga kemasan.   Dari segi kemasan, inovasi mengarah kepada tuntutan konsumen untuk mendapatkan produk yoghurt lebih convenience dan ramah lingkungan, namun tetap aman.  Kemasan kertas Tetra Pak merupakan salah satu jawaban akan kebutuhan inovasi tersebut.
 
Tetra Pak menyediakan aneka kemasan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan produsen yoghurt dan yoghurt based drinks.  Diantaranya adalah Tetra Top yang telah digunakan dibanyak negara untuk mengemas yoghurt dalam berbagai variasi bentuk dan ukuran, Tetra Prisma Aseptic yang cukup sukses mengemas yoghurt smoothies, serta Tetra Brik Aseptic yang ideal untuk on the go yoghurt based drink.
 
Tetra Brik Aseptic
 
Tetra Brik Aseptic merupakan kemasan kertas yang memiliki penjualan terbaik di dunia untuk kategori liquid beverages.  Bentuknya yang sederhana membuat kemasan ini mudah disimpan.  Dapat digunakan, baik di rumah atau ketika bepergian, Tetra Brik Aseptic sangat cocok untuk ambient products.
Tetra Brik Aseptic sangat membantu penghematan biaya distribusi dan memiliki bentuk datar, serta dapat didesain sesuai kepentingan branding.  Tersedia dalam berbagai volume, yakni dari 80 ml hingga 2000 ml.  Sistem buka dan sedotannya pun cukup bervariasi.  Misalnya untuk strawhole-nya, bisa sistem FlexiCap, PullTab, ReCap, SlimCap, atau StreamCap.  
 
Tetra Prisma Aseptic
 
Tetra Prisma Aseptic memiliki bentuk yang unik, karena memiliki 8 sisi, kualitas printing yang optimal, dan bahan kemasan yang kuat.  Sangat cocok digunakan untuk berbagai jenis produk seperti jus buah, es teh, produk kaya protein, minuman energi, meal replacement, hingga minuman berbasis susu.  Penggunaan tipe kemasan ini dapat membantu produsen “tampil beda” di pasaran.
 
Dengan bentuknya tersebut, produk yang dikemas akan lebih mudah dituangkan.  Selain itu, juga membuat produk ini lebih mudah digenggam.  Tersedia dari volume 125 ml hingga 1000 ml.  Tetra Prisma Aseptic juga dilengkapi sistem pembuka kemasan dan sedotan yang bervariasi.  
 
Tetra Top
Tetra Top menawarkan kepraktisan dari kemasan botol, namun terbuat dari kertas.  Kemasan ini bisa ditutup kembali (reclosable) dan memiliki penutup yang luas, sehingga memudahkan dalam penuangan produk yang bersifat kental seperti yoghurt.  Selain itu, bagian luar Tetra Top dapat diprint untuk kebutuhan pelabelan ataupun branding.  Tetra Top dapat menjadi solusi untuk minuman yang harus disimpan dingin dan berada dalam lingkungan asam tinggi.
Tersedia dalam berbagai volume, memungkinkan produsen yoghurt untuk lebih berkreasi dengan Tetra Top.  Kemasan ini memiliki 4 bentuk dasar, yakni Base, Midi, Mini, dan Micro dengan kisaran volume antara 100 ml (untuk individu) hingga 1000 ml (untuk keluarga).
 
Kemasan Tetra Top juga memiliki berbagai sistem tutup buka kemasan.  Salah satunya adalah model one step opening yang diterima sangat baik oleh konsumen, karena kemudahan dan kepraktisannya. 
 
 
Sumber: Tetrapak.com
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juni 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Jun 20, 2018

    Regulasi produk seasoning di Indonesia

    Produk seasoning yang termasuk ke dalam kategori pangan 12.0 meliputi garam,  rempah, sup, saus, salad, dan protein yang telah diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan 01.0 ñ 16.0.  kategori produk seasoning tersebut merupakan jenis bahan-bahan yang sering ditambahkan pada pangan olahan. Untuk itu, pangan olahan yang mengandung produk seasoning juga sangat perlu memenuhi beberapa poin yang menjadi konsentrasi baik pihak produsen, konsumen, maupun pemerintah dalam pengawasan.  Beberapa poin tersebut adalah keamanan yang meliputi bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku, cemaran, bahan penolong, dan kemasan pangan; mutu, gizi, label, dan iklan.  ...

  • Jun 19, 2018

    Praktek higiene dan sanitasi dalam penanganan susu segar

    Berdasarkan standar kualitas susu segar (SNI 31411:2011) jumlah mikroba maksimum yang diperbolehkan adalah 1 juta koloni per mililiter (10 CFU/mL). Oleh sebab itu, susu segar pada umumnya akan mengalami kerusakan setelah 4-5 jam pada suhu kamar. Untuk menghasilkan susu segar dengan angka mikroba yang rendah harus dimulai dengan praktek higiene dan sanitasi yang baik sebelum pemerahan, saat pelaksanaan pemerahan, hingga penanganan pasca pemerahan. Pada waktu masih di dalam tubuh dan ambing ternak yang sehat, susu masih dalam keadaan steril. Kontaminasi mikroba di dalam susu terjadi pada saat proses pemerahan, yaitu berasal kulit tubuh ternak khususnya bagian seputar ambing dan puting, dari tangan pemerah, dari wadah/ peralatan penampungan susu, dan lingkungan tempat pemerahan. ...

  • Jun 18, 2018

    Potensi pemanfaatan peptida bioaktif dalam produk susu

    Meningkatnya perhatian akan hubungan asupan pangan terhadap kesehatan membuat konsumen menginginkan produk pangan yang bisa bermanfaat dalam mencegah  munculnya penyakit serta secara sinergi meningkatkan status kesehatan. Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang terdapat dalam asupan harian dan di samping  perannya dalam menyuplai gizi, protein juga mempunyai komponen fungsional yang memiliki fungsi positif bagi tubuh, yaitu berupa peptida bioaktif (bioactive peptide). ...

  • Jun 15, 2018

    Perancangan proses pengolahan susu untuk mengantisipasi ancaman foodborne pathogen

    Penyakit yang disebabkan oleh patogen (foodborne pathogen) masih menjadi permasalahan hampir di seluruh negara secara global. Penyakit  tersebut paling sering disebabkan oleh mikrobiologi seperti bakteri dan metabolitnya serta virus dan toksinnya.  ...

  • Jun 14, 2018

    Penggunaan laktoperoksidase untuk pengawetan susu segar

    Dewasa ini telah dikembangkan suatu metode pengawetan susu segar dengan cara mengaktifkan enzim laktoperoksidase (LPO) yang secara alami sudah ada di dalam susu. LPO merupakan salah satu dari puluhan jenis enzim di dalam susu segar dengan berat molekul berukuran sedang (78.000 Dalton) dan mengandung karbohidrat sekitar 10%. Di samping ada di dalam susu segar, LPO juga ditemukan pada cairan tubuh hewan mamalia dan manusia, seperti pada saliva dan kolostrum. Metode pengaktifan LPO untuk pengawetan susu segar dikenal dengan sebutan lactoperoxydase-system atau sistem laktoperoksidase (Sistem-LPO). Aktifnya LPO di dalam susu dapat menghasilkan efek antibakteri pada susu segar (Legowo et al., 2009). ...