IPB Gelar Teknologi dan Diseminasi Hasil Penelitian Pendukung Swasembada Pangan


Menyongsong program utama pemerintah dalam hal swasembada pangan, IPB beserta jajaran dari pemerintah dan pihak pendidikan mengadakan gelar teknologi dan diseminasi hasil penelitian I-MHERE yang diselenggarakan 16 Juli 2012 lalu, di persawahan Karawang Timur, Jawa Barat. Hal ini terkait juga dengan akhir tahun kedua program pendanaan I-MHERE yang berasal dari bantuan Dikti, World bank serta IPB dalam rangka untuk peningkatan berbagai platform penelitian yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Gelaran ini juga disertai dengan panen bersama hasil penelitian lapangan IPB di Karawang yang dilakukan oleh beberapa pihak baik akademisi, pemerintah serta stake holder. Beberapa program yang telah dilaksanakan dengan sokongan dari program I-MHERE diantaranya meningkatkan performa penelitian dalam adaptasi pertanian, memperkuat penelitian pertanian dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, menghubungkan antara pihak pertanian, pemerintah dan komunitas serta internasionalisasi performa akademik dalam pertanian.

Direktur utama I-MHERE IPB Yonny koesmaryono menjelaskan, program ini akan terus berkelanjutan dan IPB lebih memfokuskannya pada produksi padi, kedelai, jagung dan cabai untuk meraih swasembada pangan. Dipilihnya Karawang sabagai lokasi gelar teknologi kali ini, juga merupakan pilihan tersendiri. Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengatakan,“Karawang merupakan daerah bersejarah khususnya pada tahun 1963-1970 telah berjuang bersama IPB untuk program panca usaha tani dan merupakan pelopor dari terciptanya swasembada pangan nasional.” Oleh karena itu, gelaran yang diadakan di Karawang yang dikenal pula sebagai salah satu lumbung padi Indonesia dan kini daerah penghasil beras kedua setelah Indramayu pun diharapkan dapat mengulang kejayaan masa lalu dan diharapkan akan terus berkelanjutan.

Bupati Karawang Ade Swara memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IPB yang mendukung komitmen pihak daerah untuk terus mengembangkan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Karawang dari derasnya godaan alih fungsi lahan sawah yang kini mulai menimpa area sekitar Karawang. Ia pun berjanji untuk terus memegang komitmen tersebut. Wakil Menteri Pertanian RI Rusman Heriawan dalam pembukaan acara tersebut, menyambut positif gerakan yang dilakukan IPB ini sebagai event yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan diharapkan swasembada yag tercipta nanti tak hanya sekadar dianggap berkah namun juga didukung oleh manajemen dan teknologi yang berkelanjutan sehingga, harus disokong dengan fundamental pertanian yang kuat.

Hal ini mengingat hasil produksi padi dalam bentuk beras telah mencapai surplus, yang pada tahun 2012 kini mencapai 38 juta ton beras yang sanggup mencukupi konsumsi dari 245 juta penduduk ini dengan prakiraan 34 juta ton beras. “Produksi beras harus terus digenjot hingga mencapai harapan utama yaitu surplus 10 juta ton beras sebagai cadangan satu periode masa tanam untuk minimalisir penetrasi pasar yang berdampak naiknya harga beras”, ungkap Rusman. Dari hasil tersebut, sekiranya tidak sepatutnya ada lagi impor beras. Hal ini juga harus didukung dengan minimalisasi alih fungsi lahan sawah yang mulai menjamur di area sub-urban serta perbaikan lahan irigasi persawahan.

Berbagai produk unggulan IPB yang utamanya berbasis pertanian dan pangan yang khususnya penelitian dengan dukungan dana I-MHERE pun digelar dalam gelaran akbar kali ini meliputi produk biohayati untuk pertanian, sistem navigasi traktor, mesin penyebar pupuk, serta pengolahan pada tingkat hilir seperti beras analog, mie jagung, dan tepung jagung.

Dalam hal pengembangan beras analog yang dibuat dari olahan jagung dan sagu, riset tersebut diharapkan dapat membantu mengalihkan ketergantungan masyarakat Indonesia pada beras. Tidak hanya itu, beras jagung dan mi jagung kering dengan teknologi ekstrusi pun dikembangkan pula oleh Departemen Teknologi Pangan IPB untuk menurunkan tingkat ketergantungan konsumsi pada terigu yang merupakan komositi impor.

Dari output yang telah diperoleh dari kegiatan tersebut, IPB berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menindaklanjuti hasil-hasil yang telah diperoleh melalui penggalangan kerjasama dengan pemerintah, terutama dengan kemendikbud, kementan , kemenristek, serta pemda, fasilitas HKI, penyempurnaan regulasi/SOP studi pasca sarjana, kerjasama dengan mitra swasta untuk komersialisasi, kerjasama dengan masyarakat, adopsi teknologi dan pendampingan. Jalinan kerjasama juga telah dirintis dengan penguatan kerjasama dengan mitra internasional.Fri-35 (icha)

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...