Lebih Peduli dengan Sampah


Mempertegas komitmennya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, penyedia air minum dalam kemasan termuka di Indonesia yakni Danone Aqua, kemarin (10/8) menggelar kampanye “Semua Berawal dari Kita” di sebuah restoran di daerah Blok M. Acara silahturahmi dan bincang santai dengan media ini merupakan langkah Aqua untuk terus mengampanyekan gerakan hidup sehat yang telah dimulai sejak tahun 1993.

'“Untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat, harus ada komitmen dan implementasi dalam hal itu. Kami melakukan pengelolaan sumber daya air dari hulu sampai hilir. Dari sisi hulu kami melakukan pengelolaan sumber daya air, dan di sisi hilir adalah pengelolaan sampah yang terintegrasi,” jelas Parmaningsih Hadinegoro, Pimpinan Danone Aqua. “Karena itu kami mengedukasi masyarakat melalui iklan komersial di televisi cara tepat membuag sampah botol plastik, yakni di buka tutupya, diremukkan botolnya, dan dicabut labelnya,” tutur Joshua Gunawan, Senior Brand Manager Aqua.

'Bekerjasama dengan Indonesia Business Link (IBL), Aqua menggadakan program GEMAS (Gerakan Membuang Sampah) yang merupakan program edukasi membuag sampah yang benar danfun.

Menurut Yanti Triwadiantiini, Direktur Eksekutif IBL, edukasi dalam membuang sampah yang benar diperlukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. “Edukasi ini sebaiknya dilakukan sejak dini,” tambah Yanti. “Untuk mewujudkan hidup sehat, haruslah dimulai dari diri kita. Sejak kecil saya sudah dibiasakan memilah sampah organic dan anorganik, dan hal ini saya teruskan kepada keluarga kecil saya untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.” Ujar Artika Sari Devi dalam acara yang tersebut. Ita

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...