Grand Final Health Agent Award 2012

Di usianya yang ke 33 Tahun, Nutrifood untuk ketiga kalinya mengadakan salah satu program CSR-nya yaitu Health Agent Award 2012. Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi proyek gaya hidup sehat yang diadakan bagi SD di wilayah Jakarta. Acara ini terdiri dari 2 kategori yaitu Kategori Siswa & Guru SD Sehat yang bekerjasama dengan Departemen Kesehatan RI serta Kategori Pedagang Sehat yang bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Health Agent Award 2012, merupakan kegiatan lanjutan dari kampanye Balanced Nutrition for a Longer Healthy Life yang dicanangkan sejak tahun 2010 dengan tujuan menginspirasi ,mengedukasi, memfasilitasi hingga mendampingi pengembangan dan peningkatan gaya hidup sehat di usia sekolah dasar. Tidak hanya menyasar pada siswa dan guru saja, namun juga pedagang kantin sekolahnya adalah salah satu target dari program ini. Pada kategori siswa & guru sehat, Health Agent Award 2012 memilih 10 tim finalis berdasarkan essay proyek gaya hidup sehat yang bertema peningkatan asupan gizi atau dan peningkatan aktivitas fisik di sekolah. Setiap tim terdiri dari 1 orang guru pendamping dan 3 orang murid kelas 4 atau 5.Setelah terpilih menjadi finalis, ke-10 SD terpilih telah mendapatkan banyak kesempatan dari Nutrifood.

Kesempatan pertama yang mereka dapatkan adalah Gathering bersama yang telah dilaksanakan pada 23 Mei 2012 bertempat di kantor Nutrifood berisikan berbagai materi edukasi sebagai bekal mereka untuk menjalani proyek serta serta menginspirasi lingkungannya melalui proyeknya tersebut. Pada acara ini mereka mendapat edukasi gizi seimbang dari Nutrifood Reserach Center sebagai materi utama, Optimalisasi Penggunaan Internet dan Social Media dalam bidang kesehatan, materi Public Speaking, materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dari Pusat Promosi Kesehatan, Departemen Kesehatan RI serta berkenalan dengan Boneka Pompi yang mengampayekan keamanan pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Kemudian mereka telah menjalankan proyeknya di SD-nya masing-masing selama bulan September 2012 dengan sejumlah dana dari Nutrifood. Dari sepuluh project yang telah dilaksanakan, pada akhirnya terpilih 3 tim Health Agent terbaik yang menjadi pemenang Health Agent Award 2012. Juara pertama diraih oleh Tim Health Agent dari SD Santo Vincentius. Lalu juara kedua adalah tim Health Agent dari SDN Johar Baru 01 Pagi serta SDN Cempaka Putih Barat 03 Pagi menjadi juara ketiga.

Arninta Puspitasari, Public Relations Associate Manager Nutrifood mengatakan, “Seluruh finalis membuat proyek yang inovatif dan inspiratif. Pemenang Health Agent Award 2012 dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu kreatifitas proyek, tingkat partisipasi seluruh sekolah, bagaimana proyek dapat menginspirasi gaya hidup sehat serta konten edukasi yang tepat sasaran. Melalui program ini Nutrifood berharap para finalis khususnya bagi para pemenang dapat menjadi inspirasi bagi SD-SD lainnya bahwa untuk membentuk gaya hidup sehat di lingkungan SD dapat dilaksanakan dengan cara yang sederhana dan mudah. Proyek-proyek yang mereka lakukan juga kami dokumentasikan dalam sebuah video yang dapat disaksikan di akun You Tube Nutrifood agar dapat diduplikasi oleh SD lainnya“.

Tidak hanya itu, 10 SD yang menjadi finalis Health Agent Award 2012 juga telah mendapatkan edukasi keamanan pangan bagi pedagang kantinnya oleh Tim dari Direktorat Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Melalui edukasi ini, diharapkan pemahaman gaya hidup sehat termasuk yang berasal dari jajanan sekolah yang terjamin kemanan pangan dan kebersihannya dapat didukung oleh seluruh pihak di sekolah baik murid, guru dan pedagangnya. Sehingga dalam melakukan perubahan, dapat terjadi secara menyeluruh di setiap aspek sekolah.

Oleh karena itu, para pedagang kantin ini pun berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan Health Agent Award 2012 dalam kategori pedagang sehat sebagai apresiasi mereka dalam mendukung gaya hidup sehat di sekolah. Pemenang pada kategori ini dinilai berdasarkan proses audit yang dilaksanakan juga oleh Tim BPOM tersebut sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah edukasi. @hendryfri


Caption: Tim Health Agent dari SD Santo Vincentius didampingi Arninta Puspitasari (kiri)

Artikel Lainnya

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...

  • Feb 09, 2018

    Ekstraksi Senyawa Flavor Menggunakan CO2 Superkritis

    Sebuah fluida dikatakan superkritis jika berada pada kondisi suhu dan tekanan yang melebihi suhu dan tekanan kritis untuk fluida tersebut. Untuk CO2 superkritis, suhu dan tekanan superkritisnya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu dan tekanan CO2 cair. Hal ini berdampak pada kemampuannya sebagai solven menjadi lebih besar. Metode ini sudah diterapkan untuk mengekstraksi herba dan rempah, misalnya pada suhu sekitar 400C dan tekanan antara 200 - 250 bar. ...