BENEO Tawarkan Smart Ingridient untuk Snack




Menampilkan “Smart ingredients for healthy snacks” adalah yang akan Beneo lakukan dalam event HiE Europe (HiE) di Frankfrut tahun ini. Sekarang, 4 dari 10 konsumen lebih memilih untuk mengonsumsi healthy snack, pasar untuk nyemil ‘bebas dari rasa bersalah’ terlihat meningkat. BENEO akan menunjukkan kepada visitor tentang snacking sehat setiap hari tanpa rasa bersalah.

Dalam even ini BENEO akan menawarkan kepada perusahaan serat, sweetener dan texturiser untuk dapat meningkatkan gizi dan karakteristik teknik baik untuk produk makanan atau minuman, seperti misalnya produksi snack yang menyehatkan. BENEO akan menyediakan sampel, yakni fibre enriched savoury snacks, gluten-free cereals dan fat-reduced sausages, juga untuk minuman seperti  “energising” fruit juice and allergen-free rice drink. BENEO menawarkan ingridien alami dan bersifat fungsional untuk solusi pembuatan healthy snack.

Segala macam jenis snack untuk berbagai umur dan kalangan sangat memungkinkan untuk dibuat, tanpa masalah untuk rasa dan tekstur produk akhir. Berikut beberapa sampel yang diperkenalkan BENEO selama HiE berlangsung:  

  • A strawberry flavoured, fermented rice drink, with BENEO’s rice blend Nutriz, cocok untuk minuman saat sarapan. Minuman rendah lemak ini bersifat bebas allergen, laktosam dan kolesterol serta memiliki rasa sedikit manis, mudah dicerna, dan mengandung asam amino esensial. Minuman yang lain, seperti fruit juice with BENEO’s next generation carbohydrate, Palatinose™. Minuman ini nilai glisemik-nya rendah.
  • Healthy snack lain cocok untuk makan siang yakni BENEO’s fat-reduced sausages, yang mengandung BENEO’s prebiotic fibre inulin.
  • Untuk snack di sore hari, BENEO memperkenalkan savoury cracker snacks yang mengandung BENEO’s dietary fibre inulin dan tepung beras. Bersama dengan olesan keju rendah lemak dan menggunakan tepung beras.

Dengan pengalaman yang mumpuni, customer  BENEO akan di-support dalam proses pengembangan produk, dari skala lab hingga komersial.

 

Artikel Lainnya

  • Jun 19, 2018

    Praktek higiene dan sanitasi dalam penanganan susu segar

    Berdasarkan standar kualitas susu segar (SNI 31411:2011) jumlah mikroba maksimum yang diperbolehkan adalah 1 juta koloni per mililiter (10 CFU/mL). Oleh sebab itu, susu segar pada umumnya akan mengalami kerusakan setelah 4-5 jam pada suhu kamar. Untuk menghasilkan susu segar dengan angka mikroba yang rendah harus dimulai dengan praktek higiene dan sanitasi yang baik sebelum pemerahan, saat pelaksanaan pemerahan, hingga penanganan pasca pemerahan. Pada waktu masih di dalam tubuh dan ambing ternak yang sehat, susu masih dalam keadaan steril. Kontaminasi mikroba di dalam susu terjadi pada saat proses pemerahan, yaitu berasal kulit tubuh ternak khususnya bagian seputar ambing dan puting, dari tangan pemerah, dari wadah/ peralatan penampungan susu, dan lingkungan tempat pemerahan. ...

  • Jun 18, 2018

    Potensi pemanfaatan peptida bioaktif dalam produk susu

    Meningkatnya perhatian akan hubungan asupan pangan terhadap kesehatan membuat konsumen menginginkan produk pangan yang bisa bermanfaat dalam mencegah  munculnya penyakit serta secara sinergi meningkatkan status kesehatan. Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang terdapat dalam asupan harian dan di samping  perannya dalam menyuplai gizi, protein juga mempunyai komponen fungsional yang memiliki fungsi positif bagi tubuh, yaitu berupa peptida bioaktif (bioactive peptide). ...

  • Jun 15, 2018

    Perancangan proses pengolahan susu untuk mengantisipasi ancaman foodborne pathogen

    Penyakit yang disebabkan oleh patogen (foodborne pathogen) masih menjadi permasalahan hampir di seluruh negara secara global. Penyakit  tersebut paling sering disebabkan oleh mikrobiologi seperti bakteri dan metabolitnya serta virus dan toksinnya.  ...

  • Jun 14, 2018

    Penggunaan laktoperoksidase untuk pengawetan susu segar

    Dewasa ini telah dikembangkan suatu metode pengawetan susu segar dengan cara mengaktifkan enzim laktoperoksidase (LPO) yang secara alami sudah ada di dalam susu. LPO merupakan salah satu dari puluhan jenis enzim di dalam susu segar dengan berat molekul berukuran sedang (78.000 Dalton) dan mengandung karbohidrat sekitar 10%. Di samping ada di dalam susu segar, LPO juga ditemukan pada cairan tubuh hewan mamalia dan manusia, seperti pada saliva dan kolostrum. Metode pengaktifan LPO untuk pengawetan susu segar dikenal dengan sebutan lactoperoxydase-system atau sistem laktoperoksidase (Sistem-LPO). Aktifnya LPO di dalam susu dapat menghasilkan efek antibakteri pada susu segar (Legowo et al., 2009). ...

  • Jun 13, 2018

    Pengembangan Produk Probiotik Non-Dairy

    Kandylis dkk. (2016) Konsumsi produk susu fermentasi selama ini seperti yogurt, kefir,  acidophilus milk, dan bifidus milk berhubungan dengan manfaat kesehatan seperti telah dijelaskan sebelumnya. Di sisi lain, isu tentang vegetarian dan mengurangi konsumsi susu juga meningkat di beberapa negara sehingga dikembangkan produk probiotik non-dairy. Sebagai alternatif ingridien dairy, produk probiotik jenis ini juga mempunyai nilai ekonomi yang  lebih terjangkau dibandingkan susu. Probiotik non-dairy juga bukan produk baru karena terdapat beberapa produk fermentasi berbasis buah dan sayur, serta sereal yang telah lama diproduksi secara tradisional di beberapa negara. ...