Standar Nasional Indonesia, Peningkat Daya Saing Nasional




Peran Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi kian penting dalam mencapai daya saing produk Indonesia di kancah internasional, sekaligus memungkinkan terjadinya efisiensi produksi. Efisiensi tersebut merujuk pada kemampuan industri dalam mencapai tujuan organisasi melalui proses produksi yang optimal, sehingga mampu menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, tidak sekadar mampu menempus pasar ekspor, namun juga sekaligus menjadi sarana 'penyaring' bagi produk-produk impor yang memasuki pasar domestik.

Dalam pembukaan Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia, di Balai Kartini Jakarta pada 12 Nopember lalu, Menteri Negara Riset dan Teknologi RI, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, SNI sangat penting dalam menghadapi kondisi dunia saat ini dimana terjadi krisis finansial dan krisis energi di berbagai belahan dunia. Saat ini semua pihak dituntut untuk melakukan efisiensi di segala bidang, salah satunya adalah efisien di dunia industri di dalam melakukan proses-proses produksi nasional. Dan di dalam melakukan proses-proses produksi yang efisien, Hatta meyakini bahwa standar memegang peranan yang sangat penting, karena standar disusun dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan atau stakeholder.

Hatta mengingatkan bahwa kegiatan standardisasi di Indonesia dilandasi dengan dua konsepsi yang utama yaitu SNI dirumuskan dan diterapkan untuk meningkatkan perlindungan konsumen dalam negeri dan untuk meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global. Yang kedua, Penerapan SNI harus didukung oleh kesiapan infrastruktur teknisnya, yaitu lembaga penilaian kesesuaian (LPK) seperti laboratorium dan lembaga sertifikasi yang kompeten yang mempunyai tugas untuk menyatakan kesesuaian barang atau jasa terhadap SNI. Fri-08

Artikel Lainnya

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...

  • Ags 13, 2018

    Meningkatkan Cita Rasa Produk Minuman dengan Kombinasi Protein

    Protein menjadi salah satu zat gizi yang sering ditambahkan dalam beberapa produk pangan. Penambahan tersebut tidak lain untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk pangan yang dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Dalam persepsi konsumen, protein memberikan manfat untuk beberapa hal seperti untuk pertumbuhan otot, meningkatkan energi, pertumbuhan anak, dan dapat mencegah sarcopenia. Dari persepsi tersebut, protein menjadi salah satu ingridien yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan pada produk pangan.  ...

  • Ags 12, 2018

    Peningkatan Probiotik Sebagai Pangan Fungsional

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mendefinisikan pangan fungsional, termasuk di dalamnya probiotik, sebagai pangan yang secara alami maupun telah mengalami proses (produk olahan) yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang berdasarkan kajian ilmiah memiliki sifat fisiologis tertentu, terbukti tidak membahayakan, serta bermanfaat bagi kersehatan. ...