Pesta Sains Nasional, Belajar untuk Lebih Menghargai Ilmu dan Teknologi



Teknologi selalu berkembang, dan menciptakan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Optimalisasi wacana berpikir logika dan konseptual di bidang sains dan teknologi mutlak diperlukan generasi muda penerus bangsa untuk mengahadapi persaingan di era globalisasi yang tengah terjadi, serta untuk mengejar ketertinggalan agar dapat berdiri sejajar dengan negara maju lainnya.

Berdasarkan pemikiran tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) IPB telah mengadakan kompetisi sains tingkat nasional dengan brand Pesta Sains Nasional yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2003. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah memicu optimalisasi wacana bepikir logika dan konseptual terhadap sains dan teknologi secara kritis dan kreatif.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pesta Sains Nasional 2012 mengangkat tema sains yang sedang populer dalam kehidupan saat ini, yaitu “Techno Science”. Tema ini dipilih dengan tujuan agar peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menyadari pentingnya ilmu pasti, natural science, dalam perkembangan teknologi sehingga diperlukan adanya rasa kecintaan untuk memelajarinya. Terdapat beberapa hal yang berbeda pada Pesta Sains Nasional 2012, yaitu perubaan sistem babak penyisian kompetisi programming competition yang dilakukan secara online dua minggu sebelum acara, perubahan sistem babak final kompetisi Matematika Ria dengan adanya lomba cepat tepat selain presentasi, penambahan sub bidang lomba pada kompetisi meteorologi interaktif, dan adanya talk show techno science pada hari ketiga yang diadakan tidak hanya untuk peserta kompetisi, tetapi juga untuk peserta umum.

Pesta Sains Nasional 2012 diselenggarakan dalam bentuk rangkaian acara selama tiga hari, yaitu tanggal 9-11 November 2012. Kegiatan yang diikuti lebih dari dua ribu peserta yang terdiri dari 1751 murid SMA dan 266 guru pendamping dari lebih seratus SMA di seluruh Indonesia ini bertempat di gedung Graha Widya Wisuda (GWW) yang digunakan sebagai tempat pembukaan, motivation training, seminar pembentukan karakter, babak penyisihan, dan penutupan, auditorium Sylva Pertamina sebagai tempat seminar dan workshop keguruan, dan ruang kuliah serta laboratorium di beberapa fakultas untuk babak semifinal dan final sesuai dengan kompetisi yang diikuti peserta.

Hari pertama Pesta Sains Nasional 2012 diisi dengan pembukaan, yang terdiri atas tarian daerah, jingle Pesta Sains Nasional 2012, dan sambutan-sambutan dari ketua pelaksana, ketua BEM FMIPA IPB, Dekan FMIPA IPB, dan rektor IPB periode 2007-2012, seminar dan workshop untuk guru pendamping, technical meeting bagi peserta kompetisi sains, babak penyisihan seluruh kompetisi, dan presentasi FMIPA IPB oleh Dr Ir Sri Nurdiati, MSc. selaku dekan FMIPA IPB.



Hari kedua acara ini diisi denan babak semifinal dan final kompetisi untuk peserta yan lolos babak penyisihan, sedangkan untuk peserta yang tidak lolos mengikuti Achievement Motivation Trainin, presentasi lomba karya cipta oleh mahasiswa dari tiap departemen FMIPA IPB, seminar pembentukan karakter, dan hiburan kabaret. Pemenang dari tiap bidang kompetisi diumumkan di akhir acara hari kedua sebelum Pesta Sains Nasional 2012 ditutup.

Perbedaan konten acara Pesta Sains Nasional IPB 2012 dengan Pesta Sains Nasional pada tahun-tahun sebelumnya terletak pada hari ketiga, yaitu adanya talk show techno science. Acara ini diadakan tidak hanya untuk peserta kompetisi tetapi juga untuk peserta umum, seperti mahasiswa dari IPB dan universitas lain, dan masayarakat umum dari jabodetabek. Talk show yang mengusung tema “Dua Wajah Evolusi Tekhnologi” ini terdiri dari tiga sesi dengan narasumber Tri Mumpuni pada sesi I, Andi Arsyl Rahman pada sesi kedua, dan Lisman Suryanegara serta Bambang Wdiyatmoko pada sesi ketiga. Selain talk show, acara hari ketiga juga diramaikan dengan adanya pameran tekhnologi dari PP IPTEK TMII. Fri-35 (syifa)

Artikel Lainnya

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...