Beng-Beng Perkenalkan Varian Terbaru Berukuran Lebih Besar




Untuk memberi pilihan baru bagi para penggemar Beng-Beng, Mayora Indah memperkenalkan varian terbaru dalam ukuran yang lebih besar, dengan inovasi terbaru dengan peluncuran produk coklat brand Beng-Beng Maxx yang memiliki empat
kelezatan dari coklat, karamel, dan nasi disajikan dengan wafer yang lezat.

Dilangsungkan di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat di Jakarta pada 23 Nopember lalu, snack ringan ini ditargetkan untuk para remaja. "Karena faktor kesibukan, remaja kadang kala tidak sempat makan dan Beng-Beng Maxx, yang hadir dalam proporsi yang lebih besar daripada yang sudah ada sebelumnya, dan diposisikan sebagai salah satu alternatif snack,"kata Senior Product Manager Mayora Indah Evan Cornelius Lawanto.

Ia menambahkan,Beng-Beng saat ini merupakan market leader di kategori-nya dengan pencapaian pertumbuhan yang selalu mencapai 2 digit setiap tahunnya. Kehadiran inovasi dari Beng-beng ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di kategori ini lebih tinggi lagi hingga diatas 10%,"kata Evan.

Evan yakin masyarakat sangat antusias dengan hadirnya varian baru Beng-Beng, khususnya remaja yang menurut hasil survei internal yang dilakukan Mayora Indah, sudah lama mendambakan produk yang lebih besar, namun dengan rasa yang nikmat dan mantap. Hasil penelitian juga menunjukkan, Beng-Beng sudah dianggap sebagai ”friendship currency” di antara kaum remaja dalam artian kata sebagai mata uang untuk ”ucapan terima kasih” atas bantuan teman atau siapapun juga, dan untuk dinikmati secara personal. K-08

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...