Manajemen Risiko untuk Pangan Non Hewani


EFSA telah menerbitkan kajian ilmiah pertama di Eropa mengenai risiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh patogen yang dapat mengontaminasi makanan yang bukan berasal dari pangan hewani. Kajian ilmiah ini membandingkan beberapa kasus yang terjadi pada manusia yang dilaporkan keracunan pangan dari tahun 2007 hingga 2011, yang berkaitan dengan makanan non-hewani dengan orang-orang yang berhubungan dengan makanan yang berasal dari hewan di Eropa. Ahli EFSA juga mengidentifikasi dan me-ranking kombinai dari makanan dan pathogen yang sering berhubungan dengan foodborne illness dari makanan yang bukan berasal dari hewan.

Pangan yang bukan berasal dari hewan, seperti sayuran, salad, biji-bijian, nuts, sereal, herbal, dan bumbu-bumbu juga merupakan bagian penting dari menu sehari-hari. Berdasarakan pendapat ilmiah yang dipublikasikan oleh Panel on Biological Hazards, pangan yang berasal dari hewan secara langsung dapat menjadi sumber dari kebanyakan kejadian (keracunan pangan) hampir 90%. Namun, angka kejadian, jumlah korban, hingga yang dirawat inap meningkat periode ini, disebabkan karena pangan yang bukan berasal dari hewan.

EFSA menyarankan, stakeholder terkait untuk mengembangkan sebuah model untuk mendukung manajemen risiko. Manajemen risiko ini nantinya dapat memeringkat risiko terkait dengan foodborne illness dari pangan yang bukan berasal dari hewan. Misalkan, beberapa kombinasi yang telah me-ranking beberapa penyebab foodborne illness, yakni kombinasi peringkat teratas dari pangan dan pathogen (virus bakteri atau parasit) yakni adalah Salmonella dan sayuran hijau yang dimakan mentah; diikuti oleh kombinasi berikutnya yakni Salmonella dan umbi dan batang sayuran (seperti asparagus, onion, garlic); kemudian Salmonella dan tomat, Salmonella dan melon, dan E. coli pathogen dan polong segar, kacang-kacangan dan biji-bijian.

EFSA merekomendasikan adopsi dari istilah diselaraskan ketika mengkategorikan makanan untuk tujuan pengumpulan data, serta pengumpulan informasi tambahan tentang bagaimana makanan disiapkan, diproses dan disimpan. Ita.
Sumber: EFSA Europe

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2019

    Bahan Pengganti Garam pada Produk Bakeri

    Pengurangan konsumsi garam salah satunya dapat dilakukan dengan mengganti komponen garam dalam produk pangan dengan bahan pengganti garam, yaitu ingridien yang memberikan cita rasa asin namun tidak mengandung natrium di mana garam biasanya menggunakan satu atau campuran dari beberapa garam anorganik. Kation natrium dapat digantikan dengan satu atau kombinasi dari anion, seperti kalium, kalsium dan litium. ...

  • Feb 21, 2019

    Strategi Pengurangan Garam dalam Produk Bakeri

    Garam memberikan pengaruh terhadap cita rasa produk dan memiliki beberapa sifat yang menguntungkan, misalnya kelarutan dalam air yang baik  serta fungsi garam dalam menurunkan aktivitas air. Silow dkk. (2016) menjelaskan bahwa roti dan produk sereal lainnya memberikan kontribusi sebesar 30% dalam konsumsi garam pada masyarakat Eropa. Meskipun terlihat mudah, upaya pengurangan kandungan garam dalam produk bakeri tidak mudah karena garam memegang peran dalam kemudahan proses produksi dan karakteristik kualitas produk akhir. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil akhir penurunan garam dibutuhkan strategi dan reformulasi produk. ...

  • Feb 20, 2019

    Bahan Tambahan Pangan pada Teh Siap Minum

    Berbagai inovasi pada teh siap minum tentu menjadikan proses pengolahan menjadi semakin kompleks. Jika dahulu, bahan baku proses pembuatan teh hanya melibatkan daun atau ekstrak teh dengan air, serta tambahan gula. ...

  • Feb 19, 2019

    Penanganan Gula Amorf pada Proses Pembuatan Cokelat

    Dalam proses penghalusan massa cokelat, disebutkan adanya gumpalan yang terbentuk pada permulaan proses dalam mesin conche. Gumpalan yang terbentuk  ini pada awalnya memiliki struktur yang lunak, tetapi selang beberapa saat dalam  proses conche, gumpalan ini akan berubah sifatnya menjadi keras. Karena sifatnya yang sangat keras, massa cokelat harus disaring dengan benar. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel yang bersifat amorf dari gula dan laktosa dalam susu yang akan berubah dari bentuk amorf menjadi bentuk kristal.  ...

  • Feb 18, 2019

    Transparansi Komunikasi MSG

    Walaupun berbagai kajian oleh lembaga keamanan pangan dunia telah menunjukkan bahwa MSG aman digunakan sebagai bahan tambahan pangan, namun penggunaan MSG sebagai bumbu umami masih sering menimbulkan kontroversi. Badan Pengawas Pangan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration, US FDA) menyatakan bahwa penambahan MSG pada produk pangan ìsecara umum diakui sebagai amanî (Generally Recognized As Safe). ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland