Kecap Manis, Ingridien Khas Indonesia




Sejarah kecap memang cukup panjang. Banyak jenis kecap yang kini dikembangkan di berbagai Negara. Salah satu yang cukup populer di Indonesia adalah kecap manis. Pakar kuliner Bondan Winarno menyebutkan bahwa kecap manis adalah asli Indonesia. “Di Negara lain, kita tidak menemukan kuliner yang menggunakan kecap manis,” tuturnya di sela-sela acara Syukuran 85 tahun Bango, kemarin (31/01) di Oasis Restaurant Jakarta. Hanya saja, dalam perkembangannya, kecap manis mulai dikenal dan digunakan oleh masakan asing. “India adalah salah satu Negara yang masyarakatnya mulai menyukai dan menggunakan kecap manis,” katanya. Lebih lanjut dia mengharapkan agar Indonesia dapat menjaganya dengan baik agar tidak diklaim oleh Negara lain.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Mary Astuti menambahkan, bahwa kecap manis Indonesia pada awalnya diproses menggunakan kedelai hitam. “Kecap yang terbuat dari kedelai kuning merupakan adaptasi dari kecap Jepang,” jelasnya. Hanya saja kedelai hitam pada saat itu sempat redup dan ditinggalkan.

Kini, kedelai hitam mulai dilirik kembali. Apalagi dengan ditemukannya varietas Mallika yang telah mendapat sertifikat dari Kementerian Pertanian RI. Menurut Mary, kedelai tersebut memiliki beberapa keunggulan, antara lain hasil produksi yang lebih baik, lebih tahan cekaman fisik dan serangan penyakit, serta memiliki kandungan asam glutamat yang lebih tinggi sehingga rasanya lebih gurih. @hendryfri

Artikel Lainnya

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...

  • Mei 18, 2018

    Granola Bar sebagai salah satu produk confectionery

    Di pasar, golongan granola bar dimasukkan dalam countline, yaitu  produk-produk yang dijual secara individual dalam bungkusan kecil  dan diperuntukkan untuk konsumen langsung. ...

  • Mei 17, 2018

    Aplikasi pewarna alami larut minyak untuk produk pangan

    Berdasarkan sifat kelarutannya, pewarna alami dibedakan menjadi pewarna larut air dan pewarna larut minyak. Pewarna larut air dan pewarna larut minyak diperoleh dari proses ekstraksi yang berbeda. Keduanya juga memiliki pemanfaatan yang berbeda-beda tergantung pada aplikasi produknya. Menurut Technical Industry Manager, Natural Color division Global Marketing CHR Hansen Denmark, Rikke Sakstrup Frandsen pada acara In-depth Seminar Unleashing The Potency of Oil Soluble Food Coloring yang diadakan oleh Foodreview Indonesia, 19 April 2018 lalu, produk berbasis lemak secara umum membutuhkan pewarna larut minyak untuk menghasilkan pewarnaan yang optimal dan lebih stabil. Pewarna larut minyak dalam bentuk bubuk memiliki kelebihan pada aplikasinya dalam produk berbasis lemak atau rendah air, beberapa di antaranya yaitu mudahnya aplikasi bubuk pewarna baik dalam bentuk bubuk maupun bentuk suspensi, menghasilkan pewarna alami yang mudah larut, dapat disimpan pada suhu ruang, umur simpan mencapai 6 ñ 9 bulan, stabil dan tidak menimbulkan migrasi warna. ...

  • Mei 16, 2018

    Food wastage dalam industri pangan

    Food wastage merupakan istilah gabungan dari food loss dan food waste, atau dengan kata lain, food wastage adalah hasil dari food loss dan food waste yang menjadi permasalahan hampir di seluruh dunia. Total pemborosan dari food wastage secara global mencapai 32 persen dari rantai pasok pangan yang 16 persennya disebabkan oleh food loss yang banyak terjadi di negara berkembang. Sedangkan sisa 16 persen disebabkan oleh food waste di negara-negara maju. Secara istilah, food loss merupakan produk pangan yang terbuang selama produksi pascapanen, tidak sampai pada rantai konsumen. Dalam tahap ini, sisa produk pangan dapat terjadi karena proses pascapanen yang kurang baik sehingga terjadi pembusukan sebelum proses selanjutnya, maupun sisa-sisa potongan yang terlalu besar pada saat produksi. Sedangkan food waste adalah produk pangan yang sudah tidak diinginkan atau dibuang oleh konsumen. ...

  • Mei 15, 2018

    Cara industri 4.0 dalam menangani food wastage

    ìSensor, keseluruhan data, artificial intelligence, dan internet of things merupakan kemampuan dari industri 4.0 yang harus dioptimalkan untuk menekan food wastage,î Direktur The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Indonesia, Archie Slamet dalam Seminar Strategi dan Inovasi Sektor Pangan: Menjawab Tantangan Era Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh IFIC di Jakarta, 21 Maret 2018.  ...