PDMA Indonesia, Solusi untuk Inovasi Produk



Mengutip McKinsey Global Institute, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan MInuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan, “Indonesia akan menjadi Negara dengan ekonomi terbesar ke7 di tahun 2030”. GDP Indonesia tercatat 6.17% hingga kuarter ke tiga tahun 2012, diharapkan mencapai 6,8% di tahun 2013. Sektor industri non-oil berkontribusi hingga 22,1% dari total GDP, dan 7%-nya berasal dari industri pangan.

Tantangan yang akan dihadapi oleh industri pangan Indonesia juga semakin banyak, termasuk perubahan gaya hidup konsumen. Inovasi harus terus dilakukan oleh industri untuk menjadikan produknya tetap terdepan dan menjadi pilihan konsumen.

Yang menjadi masalah adalah, sebagian besar perusahaan di Indonesia tidak memiliki kompetensi dalam inovasi dan manajemen produk baru. Penyebabnya tidak ada lembaga kredibel dan bereputasi internasional yang berdedikasi untuk pengembangan produk baru, karena itu Asosiasi Manajemen Pengembangan Produk atau Product Development Management Association (PDMA) Indonesia kemarin (29/1) resmi diluncurkan. Bekerjasam dengan PPM Manajemen, asosiasi yang berada dibawah lisensi PDMA Amerika Serikat ini diharapkan dapat membantu industri dalam hal inovasi dan pengembangan produk. PDMA sendiri telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam proses pengembangan pengetahuan dan menyelenggarakan program sertifikasi internasional pengembangan produk baru.

Koordinator PDMA Indonesia, Dr. Pepey Riawati Kurnia berharap, bahwa asosiasi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua industri di Indonesia, agar sukses dalam proses pengembangan produk, termasuk untuk industri pangan.

Menurut Prof. Allan M. Anderson, Vice President Regional Development Asia Pasific PDMA, diperkirakan 75% produk baru yang telah diluncurkan gagal di pasaran, penyebabnya beragam. Sebesar 46% karena konsep yang tidak matang dan tidak sukses dalam proses pengembangan produk, “angka tersebut tidak penting, tetapi begitulah faktanya,” kata Allan. Dalam PDMA Indonesia, para pelaku industiri dapat berkumpul bersama, sharing, membuka jaringan dan kontak yang lebih luas. Dan nilai plus lain yang didapat dari asosiasi ini, pengusaha juga bisa mendapatkan sertifikasi berstandar internasional untuk mengembangkan kompetensi mereka di tingkat global. Ita

Artikel Lainnya

  • Feb 19, 2018

    Pemilihan Warna Pangan sebagai Alat Pemasaran

    Saat ini warna juga menjadi salah satu dari alat pemasaran.  Hasil survei pasar menunjukkan bahwa 97% merek produk pangan menggunakan pewarna untuk mengindikasikan flavor. Warna digunakan dalam pemasaran dengan sejumlah alasan seperti menutup warna yang tidak diinginkan, lebih menarik konsumen, menutup degradasi warna alami selama distribusi dan penyimpanan, dan lainnya. Tingkat penjualan produk juga dipengaruhi oleh warna. Sebagai contoh, produk saos yang diproduksi industri besar mengalami peningkatan yang dramatis setelah diberi tambahan warna sehingga warna produk menjadi tidak pucat lagi. Demikian pula, produk minuman cola yang tidak berwarna ternyata gagal di pasar. ...

  • Feb 17, 2018

    Pembentukan Flavor Karamel pada Cokelat Crumb

    Hal yang penting dalam pembuatan cokelat crumb adalah reaksi Maillard dan kristalisasi gula. Reaksi Maillard menggabungkan gula dan gugus asam amino (Gambar 2). Apabila susu dengan kadar air yang rendah(20-30%) dipanaskan, maka akan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan terbentuknya warna cokelat dan mempunyai ìrasa karamelî. Flavor karamel ini adalah penggabungan reaksi antara protein(gugus amino) dan gula pereduksi golongan karbonil. Laktosa dalam susu adalah senyawa gula pereduksi. Flavor yang dihasilkan dari proses ini berbeda dengan flavor yang dihasilkan dengan pemanasan gula biasa, yang menghasilkan karamel juga. ...

  • Feb 12, 2018

    Kayu Manis sebagai Sumber Senyawa Flavor

    Dimas & Koen (2017) menjelaskan bahwa bagian-bagian kayu manis seperti kulit kayu, daun, ranting, kayu, dan buah dapat dengan mudah digunakan untuk produksi minyak folatil dengan metode distilasi dan oleoresin dengan solvent extraction. Oleoresin merupakan konsentrat ekstrak dari rempah atau herba aromatik yang diperoleh dari perlakuan pertama rempah dengan pelarut dan kemudian mengilangkan pelarut tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan spesies kayu manis ...

  • Feb 10, 2018

    Flavor Umami dan Kokumi pada Produk Pangan

    Secara sensoris, baik umami maupun kokumi mempunyai kemampuan untuk meningkatkan cita rasa suatu produk pangan. Umami berperan dalam meningkatkan cita rasa ke-empat rasa dasar sedangkan kokumi meningkatkan rasa asin dan umami itu sendiri. Secara tidak langsung, kokumi dapat menguatkan rasa umami pada produk pangan. Penelitian di Jepang mengenai kokumi menyatakan bahwa senyawa kokumi, meningkatkan rasa dasar dan menstimulasi respon sel reseptor calcium-sensing (CaSR) (Maruyama dkk., 2012).  ...

  • Feb 09, 2018

    Ekstraksi Senyawa Flavor Menggunakan CO2 Superkritis

    Sebuah fluida dikatakan superkritis jika berada pada kondisi suhu dan tekanan yang melebihi suhu dan tekanan kritis untuk fluida tersebut. Untuk CO2 superkritis, suhu dan tekanan superkritisnya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu dan tekanan CO2 cair. Hal ini berdampak pada kemampuannya sebagai solven menjadi lebih besar. Metode ini sudah diterapkan untuk mengekstraksi herba dan rempah, misalnya pada suhu sekitar 400C dan tekanan antara 200 - 250 bar. ...