Festival Sajian Kuliner Nusantara



Bertempat di Kota Bandung sebagai lokasi singgah pertama, gelaran kuliner khas nusantara ini ramai dipadati pengunjung. Bertempat di Monumen Perjuangan (9/2), Festival Jajanan Bango (FJB) menyapa warga Bandung dengan 10 legenda kuliner nusantara, diantaranya Tengkleng Klewer Ibu Edi (Solo), Mie Koclok Mas Edy (Cirebon), Lontong Balap Pak Gendut (Surabaya), Tahu Tek Telor Cak Kahar (Surabaya), dan Sate Jamur Cak Oney (Yogyakarta). Tahun ini, festival yang menghadirkan berbagai kuliner khas nusantara ini akan hadir di lima kota besar di Indonesia, yakni Bandung (9 Februari), Surabaya (24 Februari), Malang (17 Maret), Semarang (31 Maret) dan Jakarta (13 April).

”FJB merupakan bentuk konsistensi misi sosial Bango untuk mengajak masyarakat luas melestarikan berbagai masakan Nusantara, dan keceriaan serta kelezatan festival jajanan ini dapat dirasakan oleh penggemar kuliner di lima kota besar di Indonesia,” tutur Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Bango.

Sekarang, sektor makanan dan tempat jajanan di Kota Bandung menjadi daya tarik tersendiri. Bandung terkenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang memiliki ciri khas. Menurut Dra. Hj. Lia Ambasari, M.Pd Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan dan Nilai Tradisional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Barat, “potensi kuliner di kota Bandung sangat besar, legenda kuliner Bandung juga banyak, pantaslah Bandung menjadi tempat perdana untuk acara ini”.

ada lebih dari 50 stan kuliner nusantara, termasuk 10 legenda kuliner Nusantara, memeriahkan festival ini. Selain itu, pengunjung juga dibekali ilmu mengenai cara jitu penyajian warisan kuliner Nusantara melalui demo resep masakan tradisonal terpilih. Fri-12.

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...