Kepraktisan menjadi Solusi Ibu Masa Kini




Pengamat sosial dari Universitas Indonesia Dr. Drs. Ricardi S. Adnan M.Si., memaparkan telah terjadi pergeseran perilaku sosial yang cukup signifikan di kalangan ibu-ibu yang tinggal di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam dan kota besar lainnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Semuanya dikarenakan tingkat kesibukan para ibu yang makin meningkat. Kondisi tersebut juga dipicu dengan meningkatnya ibu yang menjadi wanita karir. Hal ini diperkuat dengan data dari BPS yang menyebutkan bahwa jumlah wanita bekerja pada tahun 2011 adalah 46,68 juta, meningkat dari tahun sebelumnya 47,42 juta, padahal tahun 2009 jumlah wanita pekerja hanya 46,68 juta orang.

Di tengah kesibukannya, para ibu juga dituntut untuk dapat memasak untuk keluarganya. Rasa bangga akan muncul dari ibu ketika dia bisa menghidangkan masakan favorit keluarga di sela-sela kesibukannya. Karena itu sesuatu yang praktis dibutuhkan para ibu untuk tetap dapat menghidangkan masakan favorit keluarga di sela kesibukana, “oleh karena itu menjamurlan tren sosial yang mengusung  kepraktisan dalam segala hal, termasuk kepraktisan dalam hal memasak,” ungkap Ricardi.

Menjawab  tren sosial yang sedang merebak, berlokasi di Gandaria City Mall kemarin (4/4), PT Heinz ABC Indonesia, melalui Fridayani Devi, Brand Manager  untuk produk-produk sambal, meluncurkan sambal masak. Sambal Masak ABC ini dapat secara praktis digunakan oleh ibu-ibu. Sambal masak ini dibuat dari cabai, bawang putih, dan bawang merah, persis seperti sambal ulek buatan rumah. Sambal masak ini cocok untuk berbagai hidangan yang bercitarasa pedas seperti telur balado. sambal goreng hati, dan masakan pedas lainnya. Melihat pangsa pasar yang luas akan masakan pedas, Fridayani yakin sambal masak ini dapat menjadi pilihan praktis ibu-ibu masa kini dalam memasak. Ita

Artikel Lainnya

  • Mei 26, 2018

    Tantangan penerapan industri 4.0 di Indonesia

    Penerapan industri 4.0 di beberapa negara memiliki caranya masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan di negara tersebut. Penerapan industri 4.0 di suatu negara bertujuan untuk meningkatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, industri pangan merupakan industri yang digadang-gadang sebagai industri yang menerapkan industri 4.0. ...

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...